Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Haruskah Aku Menjauhinya?


__ADS_3

Theo kini duduk di ruang tamu sambil menunggu kedatangan Dokter Steffy. Ia masih memikirkan kejadian aneh setiap berdekatan dengan Zella. Selalu saja kepalanya terasa sakit dan dadanya sesak, dan itu hanya terjadi saat ia dengan Zella tidak berjarak.


Dia hampir saja ******* bibir Zella jika sakit kepala dan rasa sesak di dadanya tidak muncul tiba-tiba. Kini bayangan indah bibir Zella memenuhi kepalanya.


"Tidak!!! Aku tidak boleh mengkhianati Tuan Geoffrey." ucap Theo pada dirinya sendiri. "Dia sudah sangat baik padaku selama enam tahun ini."


Cepat cepat Theo menghapus bayangan Zella dari fikirannya mengingat Tuan Geoffrey juga sangat menginginkan Zella. Dibandingkan dengan Paula memang sangat berbeda jauh, terlebih Theo sangat tahu bagaimana Paula mempermainkan Geoffrey selama ini.


"Hai Theo, apa kau menunggu kedatanganku?" tanya Dokter Steffy yang tiba-tiba sudah muncul di pintu.


"Anda sudah datang, Dokter Steffy. Ya, saya menunggu anda." jawab Theo yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


Betapa bahagianya Dokter Steffy mendengar jawaban dari Theo. Senyum di bibir nya langsung merekah terlebih mendapati Theo yang benar-benar menyambut kedatangannya.


"Siapa yang sakit, Theo?" tanya Dokter Steffy.


"Direktur Muda sedang sakit di kamar tamu, saya mohon anda dapat mengecek keadaannya." tanya Theo sambil berjalan ke arah kamar yang ditempati Zella.


"Direktur Muda? Siapa?" tanya Dokter Steffy mengikuti langkah Theo.


"Apa kau mengenali Direktur Grizelle Alexandria?" tanya Theo pada Dokter Steffy.


"Tentu saja, Siapa yang tidak mengenal Direktur Muda bertalenta itu." jawab Dokter Steffy.


"Dia sedang mengurus perusahaan Tuan Geoffrey yang mengalami pailit. Saat ini kondisinya sepertinya kurang baik." jelas Theo yang sudah berdiri di depan kamar Zella.


"Masuklah ke dalam, Dokter Steffy. Saya akan menunggu anda di luar." ucap Theo membukakan pintu untuk Dokter Steffy dan menutupnya kembali.


Dokter Steffy masuk ke dalam kamar Zella tepat saat Zella keluar dari kamar mandi. Zella nampak sedikit lebih fresh setelah membasuh mukanya. Dokter Steffy sedikit tercengang melihat kecantikan natural yang dipancarkan oleh Zella, Direktur Wanita muda yang paling bertalenta di Jerman.


"Direktur Muda, kenalkan saya Dokter Steffy, saya diminta Tuan Theo untuk memeriksa keadaan anda." ucap Dokter Steffy menyapa Zella.

__ADS_1


"Silahkan duduk, Dokter Steffy." balas Zella mempersilahkan Dokter Steffy duduk di sofa kamarnya dan Zella pun duduk di sampingnya.


"Panggil saja Zella." ucap Zella kemudian. "Maaf, saya memang baru saja sembuh dari sakit beberapa hari yang lalu. Mungkin keadaan saya belum pulih total saat pergi ke sini." jelas Zella.


Dokter Steffy pun segera memeriksa keadaan Zella dan memberikan beberapa resep obat dan vitamin untuknya.


"Nona Zella, saya sarankan besok lebih baik anda beristirahat total selama satu hari penuh untuk memulihkan kondisi tubuh anda. Agar ke depannya tidak terulang kembali masalah seperti ini." ucap Dokter Steffy.


"Terima kasih, Dokter." jawab Zella.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi Nona Zella. Untuk resep obat dan vitamin nya, saya akan memberikan pada Theo agar membelinya di apotek terdekat." ucap Dokter Steffy undur diri.


Sebenarnya Dokter Steffy sangat ingin berlama-lama mengobrol dengan Zella, tetapi mengingat saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendekati Theo akhirnya ia mengurungkan niat awalnya.


"Terima kasih banyak Dokter Steffy." ucap Zella sambil mengantar Dokter Steffy sampai pintu kamarnya.


Setelah dokter Steffy keluar dari kamar, Zella pun segera merebahkan tubuhnya kembali dan masuk ke dalam selimut. Sedangkan Dokter Steffy langsung berjalan mendekat ke arah Theo yang duduk di ruang tamu.


"Akhir-akhir ini saya merasa sedang tidak baik Dokter." jawab Theo. "Saya menemukan seorang wanita yang sangat mengganggu fikiran saya akhir akhir ini."


Mendengar pernyataan Theo membuat hati Dokter Steffy panas. Dalam benaknya terus bertanya-tanya siapakah wanita yang dimaksud oleh Theo?


"Setiap berdekatan dengannya membuat kepalaku sangat sakit dan dadaku sesak. Tapi setelah wanita itu sedikit menjauh dariku, sakit itu berangsur hilang. Anehnya lagi, saya terus ingin selalu dekat dengan wanita itu, Dokter." jelas Theo.


Ucapan Theo bagaikan petir yang menyambar pendengaran Steffy. Bagaimana tidak, selama ini Theo sangat dingin terhadap wanita manapun. Begitu juga dengan Steffy. Berkali-kali Steffy mengajak Theo berkencan, tapi sering kali Theo memberikan banyak alasan untuk menolak ajakan Steffy.


"Apa kemungkinan wanita itu berhubungan dengan masa lalu saya, Dokter Steffy?" tanya Theo kemudian sambil sedikit menggeser duduknya sedikit menjauh dari Dokter Steffy.


Dokter Steffy langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak Theo! Itu sama sekali tidak berhubungan dengan masa lalumu." jawab Dokter Steffy sedikit gemetar.


Segala yang diucapkan Theo membuat Steffy khawatir ingatannya kembali dan segera mungkin Theo meninggalkannya.

__ADS_1


"Itu justru akan memengaruhi keterlambatanmu dalam mengingat siapa dirimu dulu." jelas Steffy.


"Tapi selama ini tidak ada perkembangan apapun enam tahun saya menjalani terapi, Dokter Steffy. Sedangkan rasa pusing yang saya alami terkadang memunculkan sedikit memori yang sampai saat ini saya tidak tahu itu apa." ucap Theo panjang lebar. "Aku hanya merasa wanita itu sangat tidak asing bagi saya, Dokter Steffy."


Kali ini Steffy merasa sangat cemburu atas penuturan Theo. Segala yang diucapkan Theo memang benar adanya, wanita itu pasti memiliki masa lalu dengan Theo. Tapi Dokter Steffy belum bisa menerima kenyataan yang Theo berikan. Ia pun mencari cara agar Theo tetap berada didekatnya.


"Kita harus lebih sering melakukan therapy, Theo. Yang jelas segala yang kau alami saat ini sangat tidak baik untuk kesehatanmu dan juga akan memperparah daya ingatmu." ucap Dokter Steffy.


"Satu lagi, jangan dekati wanita itu lagi Theo. Demi kebaikanmu, atau kau akan menyesal nantinya." jelas Dokter Steffy membuat Theo mengerutkan keningnya.


"Ini sangat tidak masuk akal." batin Theo dalam hati. "Tapi, aku akan mencoba saran dari Dokter Steffy." gumam Theo.


"Baiklah, besok saya akan datang menemui anda, Dokter Steffy." jawab Theo.


Ucapan akhir Theo membuat Steffy sangat gembira. "Kita tidak akan melalukan terapi di rumah sakit atau di mansion ini." ucap Dokter Steffy.


"Lalu, kita akan melakukannya dimana?" tanya Theo.


"Di taman kota depan kampus. Memang sedikit jauh dari sini. Nanti aku berikan alamat nya padamu." ucap Dokter Steffy.


"Oh iya, Theo. Kita akan memulai terapinya sore hari. Bagaimana?" tanya Dokter Steffy sambil bersiap-siap pergi dari Mansion Geoffrey.


"Baik Dokter Steffy." jawab Theo. "Oh iya dokter, Saya hampir lupa menanyakan tentang Direktur Muda Zella. Bagaimana keadaannya?" tanya Theo saat Steffy sudah berdiri dari duduknya.


"Keadaannya memang kurang baik. Ini resep obat dan Vitaminnya untuk Nona Zella. Pastikan dia istirahat selama satu hari penuh demi kebaikannya." jelas Dokter Steffy sambil memberikan catatan resep pada Theo.


"Baiklah, aku pamit ya. Jangan lupa besok." Kini Steffy sudah melangkahkan kakinya ke mobil.


Setelah mobil yang dikendarai Steffy keliar dari gerbang mansionnya, Theo bersiap untuk mencari obat dan vitamin untuk Zella. Tapi kini dalam benaknya makin dipenuhi banyak pertanyaan.


Haruskah ia menjauhi Zella? Bagaimana mungkin ia bisa jauh dari Zella, sedangkan saat ini banyak hal yang akan ia lakukan bersama Zella.

__ADS_1


Akhirnya Theo bertekad untuk tidak terlalu dekat dengan Zella, agar ia juga tidak menjadi pengkhianat Geoffrey.


__ADS_2