
Azel, Lily, Levi dan Zella kini sudah ada dalam perjalanan pulang ke Mansion. Sedangkan Tom dan Renata juga akan ke Mansion setelah mencari gaun pengantin di butik langganan keluarga besar Zella.
Muka Azel terlihat ditekuk membuat Zella bertanya - tanya apa yang terjadi padanya. "Kak Azel kenapa?"
"Gak pa pa." jawab Azel singkat membuat Levi memandang ke arah Azel dan tiba-tiba Levi terkekeh pelan.
"Sepertinya aku mengetahui sesuatu." celoteh Levi membuat Azel mendengus kesal.
"Diamlah." gertak Azel sambil tetap mengemudikan mobilnya.
Zella seorang yang ada di dalam mobil yang tidak tahu duduk permasalahan kakaknya hanya mengedikkan bahunya dan menyandarkan kepalanya di bahu Levi.
"Sore ini aku akan mengantarkanmu ke dokter kandungan sayang. Untuk melihat calon bayi kita." ucap Levi pelan sambil mengusap kepala istrinya.
"Tidak bisa. Biar Lily yang mengantar Zella check up. Kau dan aku akan mengurus keperluan pernikahan Uncle Tom yang akan diselenggarakan besok." timpal Azel.
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan check up besok saja." tukas Zella yang menginginkan mengecek kandungannya bersama Levi.
Setelah perbincangan kecil di dalam mobil, kini mereka tiba di Mansion. Papa Green langsung keluar dari kamar saat mendengar suara mobil putranya datang.
"Untung saja kalian cepat pulang, kalau tidak aku sendiri tidak tahu bagaimana menghadapi Tom dan Renata." ucap Papa Green menyambut kedatangan mereka.
"Aku juga sangat terkejut mendengarnya pa. Meskipun sudah menduga sebelumnya. Tetapi ini terlalu cepat." tukas Zella yang sudah memperkirakan sebelumnya.
"Aku dan Levi akan menghubungi beberapa vendor penting. Kalian harus menjaga diri kalian baik-baik saat Renata dan Uncle Tom datang ke rumah." ucap Azel pada semuanya.
"Lebih baik kita duduk dulu dan bicarakan baik-baik. Jangan terburu-buru, kita semua harus menemui Tom dulu sebelum melakukan apa-apa." timpal Papa Green.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Uncle Tom dan Renata kini menampakkan diriny di Mansion.
Renata makin terkejut saat mendapati Mansion yang ditempati Zella ternyata sangat mewah. Ia baru pertama kalinya menginjakkan kakinya di sana dan hal itu membuat dirinya justru memiliki keinginan untuk tinggal di Mansion Utama.
__ADS_1
"Wow, sayang. It's so amazing. Ini Mansion Zella?" tanya Renata yang terlihat sangat takjub.
"Emmmmhhh, lebih tepatnya Mansion Papa dan Mama." jawab Tom.
Mendengar jawaban Tom, mata Renata langsung berbinar. "Berarti kau juga berhak dong atas Mansion ini?"
"Bisa jadi." jawab Tom. Keduanya pun masuk ke dalam Mansion dan memberi salam.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu." ucap Tom yang langsung duduk diantara keluarganya.
Tom langsung memberikan gambaran pernikahan sederhananya sesuai dengan permintaan Renata yang tidak mau menggelar acara pernikahan yang mewah. Papa Green dan yang lainnya tidak menaruh curiga dengan keinginan Renata sama sekali.
"Cuma aku belum mendapatkan tempat yang pas." ucap Tom di akhir penjelasannya.
"Jika aku menginginkan acaranya di Mansion ini, apa kalian keberatan?" tanya Renata membuat semuanya terdiam dan saling melemparkan pandangan.
__ADS_1
Melihat semuanya terdiam, Tom pun buka suara. "Aku setuju dengan Renata. Sekarang keputusannya ada di tanganmu Brother." Tom memandang ke arah Green meminta persetujuan.
Papa Green yang belum menyiapkan jawaban pun sedikit tergagap. "Amm Emmm Boleh saja. Kita bisa persiapkan semuanya." jawab Papa Green.