Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Tiba di Indonesia


__ADS_3

Zella dan yang lainnya sudah dalam penerbangan menuju ke Indonesia. Ada sedikit kekecewaan yang Zella rasakan tidak dapat membawa Levi kembali, mengingat terakhir mereka bertemu Levi memang belum ada perkembangan tentang ingatannya.


Selama penerbangan, Zella mendengarkan musik dan mencoba memejamkan matanya. Bohong jika Zella tidak merasa terusik melihat foto suaminya bersama dengan Steffy. Ia juga memiliki rasa cemburu, sama dengan wanita pada umumnya saat melihat suaminya bersama dengan wanita lain.


Tapi Zella tidak ingin gegabah dalam menilai sesuatu. Terlebih pesan terakhir dari Levi membuatnya lebih tenang untuk berfikir lebih positif lagi. Setelah beberapa jam penerbangan, kini mereka tiba di Indonesia tepat pukul delapan pagi.


Dari kejauhan terlihat Papa Green berdiri menunggu Zella dan yang lainnya di pintu kedatangan. Zella langsung berjalan dengan cepat mendahului yang lainnya dan menghambur memeluk Papa Green dengan sangat erat.


"Aku sangat merindukan Papa." ucap Zella.


"Papa lebih merindukan putri kecil papa." jawab Papa Green yang kemudian bergantian menyalami Granpa dan Granny.


Supir Papa Green langsung membawa mereka kembali ke Mansion Papa Green. Zella terus bercerita dengan papanya hingga sampai di Mansion.

__ADS_1


Di Mansion Papa Green, sudah berkumpul beberapa keluarga besar Zella menantikan kehadiran Zella. Ada Mama Karen (Mama Levi), Prisilla (sahabat Zella dan adik kandung Levi), Leon (Suami Silla), dan juga anak Leon, Bryan Ozora yang kini berusia empat tahun.


Nay, sahabat Zella yang menikah dengan Om Bayu (adik Mama Karen) juga sudah ada di Mansion Papa Green bersama putranya, Collin Daniswara yang kini sudah berusia lima tahun.


Setelah makan pagi yang tertunda, Granpa dan Granny langsung beristirahat ke kamarnya, Azel juga langsung bercengkrama dengan istrinya, Lily dan putranya yang baru berusia empat tahun, Tristan Alexander. Sedangkan Zella menghabiskan waktu bersama Nay, Silla dan Mama Karen di ruang keluarga.


Sedangkan Leon dan Om Bayu mengajak anak laki-laki mereka berenang di kolam renang Mansion Papa Green.


"Mama sangat bersyukur karena kau sudah menemukan putra mama, Zella sayang." ucap Mama Karen memeluk Zella.


Mereka menghabiskan waktu bersama hingga tiba waktu istirahat siang. Zella pun kembali ke kamarnya dan beristirahat.


...***...

__ADS_1


Keesokan paginya, Zella dan Mama Karen berlari bersama ke arah taman kota. Banyak hal yang ingin Mama Karen dengar dari Zella tentang putranya. Zella pun mengajak Mama Karen mampir ke sebuah kedai bubur ayam dan bercerita perihal Levi. Setelah itu mereka menelfon supir untuk menjemput Mama Karen yang sudah lelah jika harus berlari lagi.


"Zella lari lagi aja Ma, pulang ke Mansionnya. Deket kok," ucap Zella menolak pulang bersama supir dan Mama Karen.


"Yaudah, hati-hati ya sayang. Mama duluan gak papa kan?" tanya Mama Karen.


"It's okey, Ma." ucap Zella sambil berlari lagi ke arah jalan pulang ke Mansion.


Selama berlari pulang, Zella merasa diikuti sebuah mobil di belakangnya. Zella mencoba berbelok ke kanan dan mobil itu terus mengikutinya. Bahkan saat Zella masuk ke dalam gerbang kompleknya, mobil yang ada di belakang Zella masih juga mengikuti Zella.


Zella pun berhenti dan kini mobil itu melewati Zella, namun langsung mundur balik dan berhenti tepat di samping Zella. Karena Zella sudah lelah dan tak mungkin lagi untuk menyelamatkan dirinya, Zella pun segera berlari ke arah Mansion Papa Green yang tinggal beberapa langkah lagi.


Sesampainya di Mansion, Zella segera masuk ke dalam dengan nafas yang terengah-engah dan hampir saja menabrak Kak Azel yang sedang bermain dengan Tristan.

__ADS_1


__ADS_2