Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Kecurigaan Zella


__ADS_3

Zella dan Azel kini sudah tiba di Mansion tepat saat Granpa dan Granny sudah selesai membereskan beberapa barang yang akan mereka bawa. Setelah makan siang, mereka pun segera pergi ke Bandara diantar dengan supir pribadi Zella.


Sejak semalam Zella belum sempat mengecek ponselnya, kini Zella mulai mengaktifkan ponselnya dan banyak sekali notifikasi pesan yang masuk. Zella pun membuka satu per satu pesan yang masuk dan ia mulai mengerutkan dahinya saat mengunduh gambar dalam pesan Theo.


"Hemmm, mencurigakan." gumam Zella sambil membuka satu per satu gambar yang dikirimkan dari ponsel Theo.


"Ada apa?" tanya Azel sambil melihat ke arah ponsel Zella. "Leviiii???!!!!" pekiknya membuat Granpa dan Granny ikut terkejut.


"Ada apa Azel?" tanya Granpa yang langsung menoleh ke belakang, ke tempat duduk Azel dan Zella.


"Oh, tidak apa-apa, Granpa. Kak Azel hanya terkejut mengetahui kak Levi masih hidup." jelas Zella sambil menginjak kaki kakaknya.


"Bukankah Azel sudah tau sejak beberapa hari yang lalu?" tanya Granny yang tidak percaya dengan jawaban Zella.


"Oh iya Granny, cuma aku memang baru melihat fotonya hari ini." jawab Azel sambil meringis kesakitan karena kakinya masih diinjak oleh Zella.

__ADS_1


"Coba berikan ponselnya pada Granpa, kami juga ingin melihat cucu menantu." pinta Granpa dan Zella langsung memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.


"Jangan Granpa, aku akan membawa Kak Levi yang asli saja langsung ke hadapan Granpa nanti." tolak Zella.


Granpa dan Granny hanya diam dan saling bertukar pandang. "Baiklah." ucap Granpa yang kembali memandang keluar jendela.


Zella langsung bernafas lega dan kembali membuka ponselnya.


"Theo sepertinya benar-benar tidak mengingatmu, Zella." bisik Azel kesal melihat foto Theo yang tidur bersama wanita. "Buktinya dia rela tidur dengan wanita lain dan mengirimkannya padamu."


Zella tidak begitu menghiraukan ucapan kakaknya. Dia justru mengamati foto suaminya yang tidur dengan Steffy hingga dia belum membaca pesan yang baru Theo kirimkan.


Sayangnya, Azel yang sudah kesal dari awal tidak dapat membuatnya berfikir positif.


"Bisa jadi Levi sangat kelelahan karena permainan ranjangnya dengan wanita itu, Zella. Makanya dia tertidur pulas." bisik Azel karena ia tidak mau Granpa dan Granny curiga.

__ADS_1


"Aku rasa itu sangat tidak mungkin." ucap Zella sambil menggeser slide foto berikutnya dan memperlihatkan tubuh Levi yang penuh dengan lukisan bibir Steffy.


"Apa yang membuatmu mengatakan itu hal yang tidak mungkin Zella? Jelas jelas bukti percintaan mereka pun ada." ucap Azel kesal.


"Hemmm, aku rasa Kak Levi tidak akan ada kata lelah untuk bercinta dengan wanita yang dia cintai. Dan aku tidak melihat Steffy seperti wanita yang habis dijamah oleh kak Levi. Coba kak Azel ingat ketika kakak bercinta dengan kak Lily. Siapakah yang akan lelah duluan?" bisik Zella membuat Azel membelalakkan matanya sambil menatap ke arah Zella.


"Hemmmm, tidak ada sangkut pautnya dengan itu, Zella. Ingat, dia Theo bukan Levi." balas Azel geram. Ia tidak menyangka adik perempuannya mengatakan hal sevulgar itu padanya.


"Kalau sampai wanita itu hamil karena perbuatan Theo, aku tidak akan mengizinkanmu kembali membuang waktumu untuk mengembalikan ingatan Levi." ancam Azel dan Zella pun menyandarkan kepalanya di bahu kakaknya.


"Kau ini masih terlalu posesif padaku, Kak Azel. Aku sudah bukan anak kecil lagi." jawab Zella.


"Aku hanya sangat menyayangimu, Zella. Aku hanya ingin melihatmu bahagia." ucap Azel sambil mengusap kepala adiknya.


Zella pun kembali menscroll puluhan foto hingga sampai pada pesan dari Levi dan ia pun memperlihatkannya pada Azel.

__ADS_1


"See, Kak Azel. Dia memang dijebak oleh Dokter Steffy." ucap Zella dengan mata yang berbinar.


Azel juga mulai tenang saat membaca pesan dari Theo. "Aku akan menyelidikinya lagi, semoga dia tidak sedang berbohong, Zella." jawab Azel dan Zella pun mengangguk setuju.


__ADS_2