
Theo sudah mulai sadar dan mulai membuka matanya. Ia melihat sekelilingnya dan mengingat apa saja yang telah terjadi padanya. Theo mencoba bangun dan menyandarkan tubuhnya di sandaran dipan.
"Kau sudah sadar Theo." sapa Dokter Steffy yang memang sengaja menunggu Theo sadar di sofa ruangan dimana Theo dirawat.
Theo diam tidak menjawab pertanyaan retoris Dokter Steffy mengingat dirinya baru saja dijebak oleh Dokter Steffy.
Dokter Steffy berjalan ke arah Theo dan mengambilkan minuman untuk Theo. "Minumlah Theo, kau pasti haus." ucap Steffy menyodorkan minuman ke Theo.
"Tidak perlu, Dokter Steffy. Aku tidak haus." jawab Theo acuh.
"Kau marah padaku?" tanya Dokter Steffy membuat Theo makin jengah menghadapinya. "Harusnya kau berterima kasih padaku, karena aku adalah wanita yang tulus mencintaimu." ucap Dokter Steffy.
"Untuk apa aku berterima kasih dengan orang yang telah menjebakku?" tanya Theo pada Dokter Steffy dengan pandangan tajam.
"Bukan menjebak Theo, lebih tepatnya memperlihatkan kesungguhanku padamu." jawab Dokter Steffy yang terdengar tidak tahu malu. "Jangan bermimpi terlalu tinggi untuk mendapatkan Direktur Muda Zella. Kau hanya seorang asisten perusahaan, Theo. Direktur Muda itu pasti akan memanfaatkan dirimu saja. Kau harusnya sadar diri." ucap Dokter Steffy panjang lebar.
__ADS_1
"Dia Zella, istriku. Aku bukanlah Theo yang kau kenal Dokter Steffy. Aku Pahlevi Ainsley." jawab Theo singkat membuat Dokter sangat terkejut.
"Apa maksudmu, Theo?" Dokter Steffy langsung berdiri meminta penjelasan atas ucapan Theo barusan.
"Aku sudah mengingat tentang masa laluku, semuanya. Bukankah ini yang kau inginkan?" gertak Theo dengan nada suara yang tinggi dan membuat Steffy sangat ketakutan.
"Oh iya, aku berterima kasih padamu sudah membantuku mengingat semua masa laluku. Bukan melewati terapi yang enam tahun ini kau lakukan padaku, tapi lewat jebakan yang kau berikan padaku." jelas Theo membuat Dokter Steffy lemas hingga terduduk kembali di kursi.
"Tidak, tidak mungkin kau dapat mengingat masa lalumu secepat ini, Theo. Meski kau mengingat semuanya, kau tetap tidak bisa pergi dari Tuan Geoffrey." ucap Steffy yang kini sangat menyesali segala tingkahnya.
"Aku akan berbicara baik-baik dengan Tuan Geoffrey." gumam Theo sambil mencari ponselnya.
Ia sangat bersyukur ingatannya benar-benar kembali setelah beberapa kemalangan yang menimpanya. Setelah mendapatkan ponselnya, Theo ingin segera menghubungi Zella. Sayangnya ponsel Zella sedang tidak aktif. Theo pun mengirimi pesan untuk Zella.
Tapi ia sangat terkejut karena beberapa fotonya bersama Dokter Steffy sudah terkirim ke ponsel Zella, meskipun terlihat Zella belum mengunduh gambarnya, tapi Theo sudah tidak dapat menghapus foto-foto yang sudah terkirim tersebut.
__ADS_1
...Theo...
...Zella, kau ada dimana? Aku sangat merindukanmu. Aku dijebak Dokter Steffy, kumohon jangan percaya dengan foto yang telah terkirim padamu, Zella....
Setelah mengirimkan pesan pada Zella, Theo pun segera memanggil perawat untuk segera melepaskan infus yang ada di tangannya.
"Maaf, Tuan. Tapi keadaan anda belum sepenuhnya pulih. Dokter Steffy melarang kami untuk melepaskan infus anda." ucap perawat tersebut menolak permintaan Theo.
"Pergilah, aku akan meminta sendiri pada Dokter Steffy untuk melepas infusku." ucap Theo karena ia tidak mau asal mencabut infus karena bisa membahayakan dirinya sendiri.
Theo segera menelfon Dokter Steffy dan mengancamnya akan melaporkan tentang perilakunya pada pemilik rumah sakit bahwa Dokter Steffy sudah menjebak dan mencelakai pasiennya sendiri.
Setelah mendapatkan ancaman dari Theo, Dokter Steffy segera datang ke ruangan Theo untuk menuruti keinginan Theo. Kini ia benar-benar tidak dapat berkutik setelah mengetahui bahwa Theo adalah suami dari Direktur Muda Zella.
Theo segera mengurus administrasi Rumah Sakit dan pergi ke Perusahaan Hilton untuk menemui Tuan Geoffrey.
__ADS_1