
Pagi ini Geoffrey sudah bersiap-siap pergi ke kantor Zella untuk membahas kelanjutan kerja sama perusahaan mereka. Berkali-kali ia menatap dirinya sendiri di depan kaca, Geoffrey ingin tampak lebih menawan di hadapan Zella.
Ia menatap ke arah jam dinding di kamarnya. Masih dua jam lagi ia bertemu dengan Zella, tapi ia benar-benar ingin mempersiapkan segalanya sedini mungkin.
"Theo, kutunggu kau di ruang kerjaku." panggil Geoffrey melewati pesan suara yang terhubung ke kamar Theo.
"Saya akan segera kesana, Tuan." balas Theo yang sudah mempersiapkan dirinya.
Theo segera ke ruang kerja Geoffrey. Kali ini Theo menjelaskan secara detail tentang kerja sama yang akan dijalankan perusahaan miliknya dengan perusahaan milik Zella. Geoffrey dengan sangat antusias memahami setiap kata dan kalimat yang keluar dari Theo sampai ia benar-benar sangat paham dan mengerti.
Satu setengah jam berlalu dan kini Geoffrey sudah sangat siap untuk bertemu dengan Zella.
"Theo, hari ini kau free. Aku akan ke GA Corporation dengan supir. Nikmatilah waktu liburmu." ucap Geoffrey sambil menepuk bahu Theo.
Geoffrey benar-benar nampak seperti orang yang sedang kasmaran. Theo hanya tersenyum menanggapi Tuannya saat ini.
"Apa Tuan mencintai Nona Grizelle? Sepertinya anda nampak sangat semangat untuk menemuinya." tanya Theo membuat Geoffrey terdiam. Ia sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Entah mengapa kenyataan yang ia dapatkan dari Granpa Zella membuatnya sangat bingung.
"Aku sendiri tidak tahu, Theo. Yang jelas aku harus bisa memperjuangkan perusahaanku." jawab Geoffrey.
"Apa itu artinya anda sudah tidak membutuhkan saya lagi?" tanya Theo. Sebab selama ini Theo lah yang paling gesit dalam mengurus perusahaan Geoffrey sampai melejit hingga saat ini. Tentu saja Theo sangat terkejut dengan perubahan Tuannya yang tiba-tiba. Theo juga mengira bahwa Geoffrey berubah karena sedang jatuh cinta dengan Zella.
"Tentu saja aku masih sangat membutuhkanmu, Theo. Tapi aku juga harus berusaha untuk memegang kendali perusahaan, bukan?" Geoffrey bertanya balik pada Theo.
"Oh, benar sekali Tuan Geoffrey." jawab Theo yang masih sangat terkejut dengan perubahan Tuannya yang tiba-tiba.
"Theo." Geoffrey memanggil asistennya. "Apa kau akan meninggalkan perusahaanku ketika ingatanmu kembali?" tanya Geoffrey membuat Theo tidak tahu harus menjawab apa.
"Enam tahun ini ingatanku sama sekali belum kembali Tuan, saya benar-benar tidak mengingat sedikit pun tentang diri saya. Bahkan untuk mengingat saja tidak mampu." jawab Theodore.
Kini Theo mulai resah, "Apa Tuan sudah lelah menampung saya?" tanya Theo dengan sangat hati-hati.
__ADS_1
"Oh, tidak tidak. Bukan seperti Itu maksud pertanyaanku Theo." jawab Geoffrey. "Apa kau mau terikat kontrak denganku, Theo?"
"Tentu saja, Tuan." jawab Theo sedikit lega.
"Baiklah, nanti aku akan buat surat kontraknya. Aku pergi dulu." ucap Geoffrey meninggalkan Theo.
Setelah kepergian Geoffrey, Paula tampak baru bangun dari tidurnya dan menuju meja makan.
"Apa Tuanmu sudah pergi Theo?" tanya Paula yang tidak melihat Geoffrey di Mansion.
"Benar, Nona." jawab Theo. "Hari ini saya akan menemui dokter di Rumah Sakit. Jika Nona Paula butuh sesuatu, silahkan hubungi asisten rumah tangga disini." Theo langsung undur diri dari hadapan Paula.
Hari ini Theo bertekad untuk menemui dokter untuk mencoba lagi mengingat tentang masa lalunya. Terlebih akhir-akhir ini Theo sering merasakan sakit kepala semenjak datang ke München.
"Theo, bilang pada Tuanmu. Aku akan kembali hari ini." teriak Paula saat Theo sampai di pintu keluar.
"Baik Nona." jawab Theo singkat dan membuat Paula semakin geram.
Paula terus mengumpat tentang keadaannya saat ini. Bagaimana tidak? Sudah bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Geoffrey, tapi Geoffrey semakin dingin dan ketus padanya terlebih saat Geoffrey mendapati Paula sering menggoda Theo.
...***...
Saat memasuki ruangan Dokter Brian, Theo diminta berbaring.
"Kondisi anda baik-baik saja, Tuan Theo." ucap Dokter Brian setelah memeriksa keadaan Theo.
"Apa yang menjadi keluhan anda saat ini?" tanya Brian yang memandang pasien barunya dalam keadaan baik-baik saja.
"Saya kehilangan ingatan saya setelah kecelakaan yang terjadi enam tahun yang lalu di Sungai Eisbach. Apa ada kemungkinan untuk mengembalikan ingatan saya, dokter?" tanya Theo.
"Hemmm, enam tahun adalah waktu yang cukup lama Tuan. Apa anda sedikit pun tidak mengingat sesuatu? Misalkan mengingat kejadian sebelum kecelakaan." tanya Dokter Brian.
__ADS_1
Theo hanya menggelengkan kepalanya. Berkali-kali ia pergi ke sungai Eisbach, tidak ada sedikit pun yang ia ingat. Akhirnya Dokter Brian menjelaskan sedikit tentang masalah hilang ingatan pada Theo.
Sayangnya, segala yang diucapkan Dokter Brian sama dengan yang diucapkan beberapa Dokter yang sudah ditemuinya.
"Maaf Tuan Theo, memang tidak ada obat-obatan yang dapat menyembuhkan Kondisi anda ini, sehingga masalah memori cenderung akan terus terjadi." jelas Dokter Brian membuat Theo pupus harapan untuk membuatnya mengingat siapa dirinya.
"Tapi anda tidak perlu khawatir, Tuan. Jika anda menemukan seseorang di masa lalu anda, dengan cepat ingatan anda akan kembali." ucap Dokter Brian lagi.
"Terima kaaih Dokter, kalau begitu saya permisi dulu."
Akhirnya Theo pulang tanpa mendapatkan hal yang diinginkan.
...***...
Di sisi lain, Geoffrey kini sudah ada di Mansion Zella setelah mengetahui bahwa Zella sedang sakit dan tidak pergi ke kantor. Geoffrey tidak merasa rugi meskipun ia sudah sampai di kantor Zella dan harus kembali lagi ke Mansion Zella.
"Zella sedang istirahat di kamarnya, Tuan Geoffrey." ucap Granpa menemui Geoffrey yang duduk di ruang tamu.
"Apa saya boleh menjenguknya, Tuan?" tanya Geoffrey santun.
"Tentu saja. Mari saya antar." ucap Granpa sambil melangkahkan kakinya ke kamar Zella. Dengan sigap Geoffrey mengikuti langkah Granpa.
Sampai di kamar Zella, terlihat Zella masih mengutak atik ponselnya sambil rebahan di atas tempat tidurnya.
"Seharusnya saat sedang sakit, tidak baik jika anda masih memainkan ponsel, Nona Zella." ucap Geoffrey yang sudah ada di kamar Zella.
Melihat kedatangan tetangga baru sekaligus rekan bisnisnya, membuat Zella langsung meletakkan ponselnya. Granpa meninggalkan Geoffrey di kamar Zella dengan senyum yang merekah di bibirnya. Ia sangat berharap Geoffrey mampu membuat Zella move on dari masa lalunya.
"Anda pasti sudah sampai di kantor ya Tuan Geoffrey. Maaf, saya membatalkan pertemuan hari ini secara sepihak." ucap Zella merasa tidak enak dengan kehadiran Geoffrey.
"Tidak masalah, Nona. Anda memang lebih baik beristirahat hari ini. Bagaimana keadaan anda sekarang, Nona Zella?" tanya Geoffrey yang sudah duduk di samping Zella.
__ADS_1
"Sudah lebih baik, Tuan. Terima kasih sudah menjenguk saya." jawab Zella.
Zella nampak sedikit pucat, tapi tidak mengurangi kecantikannya sama sekali. Kecantikan natural Zella benar-benar menyihir Geoffrey untuk terus memandangi Wajah Zella dari dekat.