Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Mendesak Maya


__ADS_3

Rafe sudah mendapatkan berbagai informasi tentang Maya dan semuanya menyatakan bahwa Maya memang bersalah. Rafe pun memberikan kepada Tuan Nico karena memang papinya yang memintanya untuk menggali informasi lebih detail tentang Maya.


"Aku akan meminta Maya untuk minta maaf dengan keluarga Zella secepatnya. Rafe, kau buat janji dengan keluarga Zella. Kita akan berkunjung ke Mansionnya." jelas Tuan Nico tepat saat Maya membawakan kopi susu ke ruang kerjanya.


"Aku sudah putuskan untuk menolak permintaan papi." ucap Maya tegas sambil meletakkan minuman untuk Nico di meja kerjanya.


Mendengar keputusan Maya membuat rahang Rafe mengeras. Ia pun melemparkan berkas yang ia dapatkan dari temannya tentang masa lalu Maya.


"Mami, semua masa lalu Mami menyatakan mami memang bersalah. Jika kita tidak meminta maaf dengan Zella dan keluarganya, ini akan membahayakan kita ke depannya Mi." jelas Rafe.


"Maka dari itu bunuh Zella dan keluarganya sekaligus. Kita akan hidup tenang dan bahagia setelah itu." jawab Maya tanpa beban.


"Sudah Rafe, kau pergi saja dulu. Biar papi yang berbicara dengan mami." jelas Tuan Nico dan Rafe segera keluar dari Mansionnya dan langsung pergi ke Mansion Zella untuk membuat janji.


***

__ADS_1


Rafe tiba di Mansion Zella dan lagi-lagi Levi yang sangat posesif melarangnya untuk bertemu dengan Zella karena ia sudah menceritakan semuanya dengan keluarga besarnya.


"Tuan Levi, kumohon izinkan aku bertemu dengan Zella." Rafe, seorang petinggi mafia memohon pada Levi agar ia dapat bertemu Zella.


Zella yang mendengar suara Rafe oun keluar dari kamarnya.


"Sayaaang, biarkan aku bertemu dengan Rafe." pinta Zella dan kali ini Levi mengalah. Levi pun langsung naik ke atas untuk menemani Zella menuruni tangga, karena Zella tidak mau digendong.


"Maaf ya Rafe, suamiku ini posesif sekali. Sampai mavia tertinggi sepertimu jadi memohon kepadanya." ucap Zella yang kini duduk di hadapan Rafe.


"No Problem, Zella. Aku juga akan seperti Levi jika aku menjadi suamimu." jelas Rafe.


"Rafe, pulanglah. Aku takut Tuan Nico dalam bahaya." ucap Zella membuat Rafe buru-buru pamit dan undur diri dari Mansion Zella.


***

__ADS_1


Sesampainya di Mansion, tampak Tuan Nico sedang duduk di taman dengan secangkir kopi dan surat kabar.


"Apa kau sudah bertemu Zella? Bagaimana keadaan malaikat Papi?" tanya Tuan Nico.


"Baik Pi. Mereka akan menerima kedatangan kita nanti malam." jawab Rafe yang merasa tenang karena papinya baik-baik saja.


"Mamimu sudah setuju untuk minta maaf dengan Zella nanti malam." ucap Tuan Nico membuat Rafe yang mendengarnya yang antara percaya dan tidak percaya.


"Benarkah? Bagaimana bisa?" tanya Rafe.


"Papi mendesaknya hingga akhirnya Maya setuju untuk datang ke Mansion Zella dan meminta maaf padanya. Yaaa meskipun persetujuanny dengan bersungut-sungut. Setidaknya keluarga Zella tidak memperpanjang masalah ini." jelas Tuan Nico membuat Rafe kembali curiga dengan persetujuan Maya.


Rafe teringat pesan Zella agar dia segera pulang karena takut papinya dalam bahaya.


"Hemm, ini sangat mencurigakan." gumam Rafe dalam hati.

__ADS_1


"Baiklah pi, aku masuk ke dalam dulu." pamit Rafe yang langsung masuk ke dalam Mansion dan segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk datang ke Mansion.


Tanpa menunggu lama, anak buah Rafe sudah sampai di Mansion dan mereka langsung berpencar untuk memastikan Mansion Rafe aman.


__ADS_2