
Sedangkan Levi dan Zella sangat terkejut dengan temperamen Uncle Tom barusan. "Aku benar-benar tidak habis fikir dengan sikap Uncle Tom kalo ini, Kak. Kau tahu, baru kali ini Uncle Tom bersikap seperti iti padaku." ucap Zella memegang kepalanya.
"Jangan terlalu difikirkan sayang, kita akan segera mengetahui hal ini." ucap Levi mengusap bahu istrinya.
"Sepertinya kau perlu istirahat, sayang. Biar aku yang handle semua pekerjaanmu." Levi memberi tawaran pada istrinya dan Zella hanya mengangguk.
Melihat istrinya mengangguk setuju, Levi langsung menggendong Zella ala bridal style dan membawanya ke kamar khusus yang ada di ruangan Zella. Ia pun menidurkan istrinya di atas bed dan menyelimutinya.
"Cup." Levi mengecup kening istrinya. "Selamat istirahat istriku sayang."
Levi langsung berbalik dan akan menuju ke ruangan Zella untuk membantu pekerjaan istrinya. Belum sempat melangkahkan kakinya, Zella menarik tangan suaminya dan membuat Levi menghentikan langkahnya.
"Kak," panggil Zella.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" tanya Levi kembali berbalik menatap istrinya.
"Aku rindu Levi junior." ucap Zella membuat junior milik Levi langsung bangun seolah mendengar apa yang Zella utarakan.
"Katakan sekali lagi sayang." pinta Levi yang kini sudah duduk di tepi ranjang Zella.
Zella langsung menutup wajahnya yang memerah karena malu. Levi langsung melepas telapak tangan istrinya yang menutupi wajah cantiknya dan langsung mendaratkan ciuman ke bibir Zella.
Dengan pelan Levi memagut bibir Zella dan Zella langsung membuka bibirnya membalas pagutan Levi. Nafas keduanya mulai memburu menginginkan hal yang lebih dari sekedar yang mereka lakukan sekarang. Ciuman Levi pun kini turun ke leher istrinya membuat Zella mulai mengeluarkan ******* dari bibirnya pelan.
Zella terus melenguh saat Levi berhasil membuka kaitannya dan bermain di areola sensitif milik istrinya menggunakan bibir dan lidahnya.
Levi terus meninggalkan jejak kepemilikannya hingga membuat Zella melayang. Tak tinggal diam, kini Zella mulai membuka kancing kemeja yang dikenakan suaminya.
__ADS_1
Saat Levi masih bermain di perut istrinya, Zella justru memegang kepala suaminya dan menghentikan permainan suaminya.
"Lassen Sie mich führen (biarkan aku yang memimpin)." ucap Zella membuat Levi tersenyum simpul. Kini Zella sudah berada di atas Levi dan mulai membuka celana suaminya.
"Istriku benar-benar terlihat sangat cantik dari sini." puji Levi dan tangan Zella langsung menutup mulut suaminya.
"I will serve you, honey." bisik Zellaa membuat Levi makin meradang.
Benar saja, kali ini Zella benar-benar memimpin permainan mereka. Levi terus memainkan bagian sensitif istrinya dengan mulutnya saat keduanya melakukan penyatuan. Cukup satu ronde membuat Levi siang ini merasa sangat puas dengan permainan istrinya.
Zella pun terkulai lemas dibalik selimut saat Levi terlihat mulai membersihkan bekas permainan mereka dan memakai kembali pakaiannya.
"Istirahatlah sayang." ucap Levi sambil mengecup kening istrinya dan langsung berjalan ke meja kerja Zella.
__ADS_1
Levi segera mengecek beberapa bekas di meja Zella. "Hemm, ternyata istriku sudah menyelesaikan semua pekerjaannya." gumam Levi.
Kini ia memanggil beberapa divisi yang berkasnya sudah selesai dicek oleh Zella. Satu berkas yang sedikit membuat Levi penasaran, dari divisi periklanan. Tertulis nama yang tidak asing bagi Levi membuatnya berinisiatif untuk menyerahkan sendiri ke bagian tersebut. Levi keluar dari ruangan Zella dan menuju ke ruang iklan GA Corporation.