
Kini Theo dan Zella sudah berada di atas ranjang yang sama.
"Tidurlah, aku yakin kau akan cepat terlelap di dekatku. Besok banyak agenda yang harus kita kerjakan di kantor." ucap Zella yang sedang memandang ke atap langit kamarnya.
"Thanks Zella." balas Theo. Tak lama kemudian Theo pun sudah masuk ke dalam mimpi indahnya.
Zella hanya tersenyum melihat Theo yang sudah terlelap dalam tidurnya. "Aku sangat merindukanmu, Kak Levi." bisik Zella di telinga Theo dan membuat Theo tersenyum dalam tidurnya.
Zella meletakkan kepalanya di dada Theo dan Theo merentangkan tangannya dan memeluk Zella sangat erat. Kini keduanya sama sama terbuai dalam mimpi indah mereka.
Mulai malam itu, Theo selalu tidur di kamar Zella dan mereka sama sekali tidak melakukan apapun selain tidur bersama. Pagi hingga sore hari, Theo dan Zella sama sama disibukkan dengan berbagai pekerjaan di kantor. Malam ini adalah malam ketiga Theo tidur di kamar Zella.
Setelah makan malam, Zella langsung masuk ke dalam kamarnya dan disusul oleh Theo. "Sepertinya malam malam berikutnya aku akan kembali mengalami insomnia, Zella." ucap Theo yang kini duduk di sofa kamar Zella.
__ADS_1
"Tuan Geoffrey akan datang kapan?" tanya Zella.
"Aku tidak tahu, mungkin besok atau lusa." jawab Theo yang kini mendekat ke arah Zella. "Kenapa makin hari makin susah jika aku jauh darimu, Zella." ucap Theo yang kini duduk di samping Zella di atas kasur.
"Omong kosong, bukankah kau lebih memilih Tuanmu dari pada aku?" sarkas Zella.
Theo tidak mengindahkan ucapan Zella. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Zella seperti hendak menciumnya. "Ingat Theo, kau tidak bisa menciumku." ucap Zella.
Zella langsung menarik tengkuk leher Theo dan mendaratkan bibirnya ke bibir Theo. Tidak ada penolakan sedikit pun dari Theo membuat Zella makin berani menyesap bibir suaminya. Theo kini yang kepalanya tidak terasa sakit pun mengimbangi permainan bibir Zella.
Keduanya saling memagut dan Theo mulai mengusap punggung Zella secara perlahan. Tangan Theo merasakan punggung mulus Zella dibalik piyamanya dan langsung tau bahwa Zella telah menanggalkan bra miliknya.
Theo kini mulai berani merebahkan tubuh Zella dan menindihnya sambil meraba leher Zella, lalu turun ke bahu Zella membuat Zella membusungkan dadanya. "Zella, apa kau sedang menggodaku?" tanya Theo dan Zella hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Theo.
__ADS_1
"Izinkan aku bermain disini." ucap Theo yang mulai mengelus dada Zella dengan sangat lembut. Zella kali ini menikmati usapan tangan suaminya yang mengabsen setiap inchi tubuhnya meskipun masih tertutup dengan piyama.
Tepat saat tangan Theo berhenti di ujungnya membuat Zella merasakan sensasi setruman yang sudah lama tidak ia rasakan dan membuat ujungnya berdiri tegak. Terlebih saat jari suaminya tidak beranjak dari situ dan terus memainkannya.
"Jangan tahan suaramu, Zella." bisik Theo membuat Zella melepaskan suara yang dari tadi ditahannya.
Seketika kepala Theo kembali terasa sakit melihat Zella yang menikmati permainannya dan mendengar suara Zella. Theo langsung memeluk tubuh Zella dengan erat sambil mentralisir rasa sakit di kepalanya.
Tak lama kemudian, ponsel Theo berdering dan muncul nama Geoffrey di layar ponselnya.
"Aku harus mengangkat panggilan dari Tuan Geoffrey," ucap Theo sambil berjalan ke luar kamar Zella.
Melihat Theo pergi, membuat Zella merasa sedikit kecewa.
__ADS_1