
Hari ini, Zella dan Levi kembali ke Jerman setelah hampir dua minggu mereka berada di Indonesia. Levi kini benar-benar bersikap posesif terhadap istrinya seolah tidak ingin berpisah untuk kedua kalinya. Zella juga sudah menyerahkan urusan perusahaan pertambangan milik suaminya yang selama ini ia kelola.
Sesampainya di Jerman, Zella mulai beraktivitas mengurus perusahaan. Tapi kali ini berbeda karena Levi akan mendampingi istrinya dalam bekerja. Setelah dua hari bekerja, Zella menemukan beberapa kejanggalan dalam laporan pengeluaran satu minggu terakhir. Zella pun segera memanggil uncle Tom untuk menemuinya.
"Uncle, tolong jelaskan padaku laporan pengeluaran keuangan perusahaan di minggu terakhir." pinta Zella.
"Bukankah aku sudah menulis rinciannya secara detail?" bukan menjawab pertanyaan dari Zella, Uncle Tom justru bertanya balik.
"Benar, hanya saja ada beberapa kejanggalan yang aku temukan." ucap Zella sambil memperlihatkan laporan dari divisi periklanan yang Zella nilai terlalu over budget.
Hanya saja Uncle Tom terus mengelak dan mempertahankan pendapatnya bahwa uang yang dikeluarkan perusahaan sesuai dengan bintang iklan yang saat ini bekerja sama dengan GA Corporation.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya Zella mempersilakan Uncle Tom untuk keluar dari ruangannya tepat saat Levi masuk ke dalam ruangan Zella.
"Apa ada masalah, sayang?" tanya Levi sambil menarik kursi dan duduk di hadapan istrinya.
"Hemmm, aku seperti tidak mengenal Uncle Tom hari ini. Baru kali ini perusahaan mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk sebuah iklan produk lama GA Corporation. Padahal untuk produk baru saja terkadang tidak menghabiskan dana sebesar ini." jawab Zella sambil memegang kepalanya.
"Selama ini Uncle Tom benar-benar menjadi orang kepercayaanku. Tapi hari ini dia sangat berbeda." jelas Zella melihat perubahan sikap orang kepercayaannya.
__ADS_1
Levi segera melihat berkas pembengkakan dana yang terjadi satu minggu ini. "Aku akan membantumu untuk menyelidikinya, sayang." ucap Levi membuat Zella sedikit tenang. "Siang ini Geoffrey dan Vanya mengajak kita makan siang di Hotel GoldVien. Kebetulan mereka sedang ada di München."
"Baiklah, nanti kita akan kesana. Aku harus mengecek berkas yang lainnya." jawab Zella dan Levi segera keluar dari ruangan Zella.
Saat Levi hendak masuk ke dalam ruangannya, ia melihat Uncle Tom yang sedang menerima panggilan dari seseorang dan membuat Levi sangat curiga. Akhirnya, Levi mengikuti Uncle Tom yang terlihat akan keluar dari kantor.
...Leviku...
...Sayang, nanti aku akan meminta supir menjemput dan mengantarmu ke Hotel GoldVien. Ada urusan yang harus aku selesaikan. Aku akan segera menyusul jika urusannya selesai. ...
Zella yang memang sedang sibuk hanya membalas singkat pesan dari suaminya.
...Zellaku...
Setelah membaca pesan balasan dari istrinya, Levi segera mengikuti kemana Uncle Tom pergi. Tepat di depan Hotel GoldVien, Uncle Tom memarkirkan mobilnya dan ia segera masuk ke dalam Hotel. Dengan cepat Levi mengikuti langkah Uncle Tom.
Sayangnya, Uncle Tom hampir saja melihatnya dan Levi segera bersembunyi di balik tangga. Dari kejauhan Levi masih dapat melihat ke lantai berapa Uncle Tom tuju. Levi langsung menaiki tangga saat ia sudah memastikan bahwa tombol lift yang Uncle Tom pencet adalah angka lima. Tepat di anak tangga terakhir, Levi melihat punggung Uncle Tom masuk ke dalam kamar nomor 505.
"Hemmm, siapa sebenarnya yang Uncle Tom temui disini?" tanya Levi dalam hati dan kemudian ia turun menaiki lift.
__ADS_1
Levi melihat ke arah jam tangannya, dua belas menit lagi adalah waktu yang dijanjikan untuk makan siang bersama Geoffrey dan Vanya. Setelah pintu lift terbuka, Ia pun segera menemui bagian resepsionis hotel untuk menanyakan siapa yang memesan kamar 505.
"Guten Tag (Selamat Siang). Saya hanya ingin memastikan siapa yang memesan Kamar 505?" tanya Levi pada Resepsionis Hotel.
"Apakah anda sudah ada janji dengan seseorang di kamar tersebut Tuan?" tanya Resepsionis Hotel membuat Levi langsung mengangguk.
"Benar, saya sudah ada dengannya." jawab Levi mantap.
"Anda pasti Tuan Tom, Nona Reny sudah menunggu anda di kamarnya Tuan." ucap Resepsionis Hotel.
Levi pun langsung meninggalkan meja Resepsionis dan langsung berjalan menuju lift.
"Kak Levi." panggil Zella yang baru saja datang bersama supir.
Mendengar Zella memanggilnya, Levi langsung menarik tangan istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam lift.
"Kak, bukankah restorannya ada di bawah di dekat kolam renang?" tanya Zella. "Kenapa justru naik lift?"
"Aku hanya ingin mengajakmu menginap di hotel beberapa malam ini, sayang." jawab Levi.
__ADS_1
"Pemborosan Kak." sanggah Zella tidak setuju.
Levi akhirnya membisikkan sesuatu bahwa ia baru saja melihat Uncle Tom masuk ke salah satu kamar hotel yang dipesan oleh seorang perempuan. Setelah merayu istrinya dengan alasan untuk menyelidiki Uncle Tom, akhirnya Zella mau mengikuti saran suaminya untuk memesan kamar tepat di samping Kamar 505.