Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Tertunda


__ADS_3

Rafe melepaskan pagutannya dan memandangi Reyna yang kini masih berada di atasnya.


"Aku tak pernah menyangka, kau ternyata agresif juga ya." celetuk Rafe membuat Reyna blushing.


"Maaf Tuan, saya tidak bermaksud untuk ___" belum sempat Reyna menyelesaikan kalimatnya, Rafe sudah mendorong tubuh Reyna ke kolam renang.


Byuuuurrr!!!


Rafe kembali memagut bibir Reyna di dalam kolam renang dan mulai melucuti baju renang yang digunakan Reyna. Rafe kemudian berenang dan membawa Reyna menuju ke tepi kolam.


Kini Rafe memandangi Reyna yang duduk di tangga kolam renang dan sudah tidak tertutup sehelai kain pun.


"Kita lakukan disini, Reyna." tawar Rafe membuat Reyna kikuk tidak tahu harus menjawab apa.


Reyna tidak tahu harus senang atah sebaliknya. Baginya Rafe sangat misterius. Keduanya menikah tanpa ungkapan cinta dan terlalu mendadak. Dan kini Rafe mulai meminta haknya sebagai suami Reyna.


"Tuan, aku __."

__ADS_1


"Aku bukan tuanmu! Aku suamimu, Reyna." ucap Rafe yang mulai menanggalkan boxernya.


Mendengar kata-kata Rafe barusan membuat Reyna terbang di atas awan. "Tuan Rafe mengatakan bahwa dia suamiku?" teriak Reyna dalam hati. "Oh My God, ini seperti mimpi." batin Reyna.


Baru saja Rafe hendak menyerang Reyna, ponselnya berbunyi hingga Rafe dan Reyna saling melemparkan pandang.


"Angkat dulu saja Tuan, barangkali penting." ucap Reyna membuat Rafe mendekatkan bibirnya dan menautkan ke bibir Reyna lagi.


Ponsel Rafe terus saja berbunyi hingga Rafe akhirnya naik ke permukaan dan memakai handuknya. "Seharusnya aku matikan ponselku sejak tadi." gerutu Rafe sambil mengangkat panggilan yang masuk.


Reyna pun berusaha mengambil bathrobenya yang tidak jauh dari tempatnya saat Rafe menerima panggilan. Tiba-tiba Rafe datang dengan pakaian yang sudah lengkap dan mengambilkan bathrobe milik Reyna.


Reyna pun mengangguk dan segera menutupi tubuhnya dengan bathrobe dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi.


PoV Reyna


Tuan Rafe benar-benar tidak seperti biasanya saat menjadi atasanku. Dia benar-benar pria yang sangat hangat dan juga perhatian. Hanya saja yang membuat pertanyaan besar dalam benakku, adakah dia mencintaiku?

__ADS_1


Aku harap dia benar-benar mencintaiku dengan tulus meskipun aku tidak secantik dan sepintar Nona Zella. *Dia benar-benar pria yang gagah dan sangat macho.


Bisa-bisanya dia pura-pura tenggelam dan kemudian __ oh my God. Itu membuatku sangat malu*.


Reyna terus memegangi bibirnya sambil tersenyum mengingat bagaimana Rafe memperlakukannya tadi.


💝💝💝


Disisi lain, Rafe yang mendapat laporan bahwa Maya meninggal dunia langsung menuju ke markas besar untuk memastikan kebenaran berita tersebut karena Rafe yakin ini hanya akal akalan Maya saja untuk melepaskan diri dari hukuman Rafe.


Sesampainya Rafe di markas besar miliknya terlihat Maya terbujur di depan pintu kamar mandi. Rafe tidak mau mengecek keadaan Maya sama sekali. Ia justru memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan pasung untuk Maya.


"Wanita ini tidak layak untuk dikuburkan." ucap Rafe. "Siapkan saja pasung untuknya dan biarkan jasadnya membusuk dengan pasung yang mengapit kaki dan tangannya." perintah Rafe yang segera dilakukan oleh anak buahnya.


Maya yang memang masih berpura-pura mati makin bergidik ngeri mendengar tubuhnya akan dipasung. Ia pun bangun dan langsung menyerang Rafe. Untungnya anak buah Rafe yang sudah mengetahui kepura-puraan Maya langsung memegangi Maya dan menjauhkan dari Rafe.


"Kau gila Rafe, kau benar-benar sudah gilaaa." teriak Maya meronta-ronta.

__ADS_1


Rafe benar-benar tidak menggubris teriakan Maya sama sekali.


"Kalian urus dengan baik, beri saja dia makan dari makanan sisa kalian." ucap Rafe yang kemudian meninggalkan markas besarnya dan kembali ke hotel untuk menuntaskan hasratnya yang tertunda.


__ADS_2