
Selama Levi mengadakan pertemuan dengan pengacara, Tom langsung menghubungi Renata yang kebetulan hari ini sedang libur pembuatan iklan.
..."Halo Reny sayang, aku punya kabar gembira untukmu." ucap Uncle Tom di ujung panggilan."...
......"Apa Zella menyetujui permintaanmu, Tom sayang?" tanya Reny penasaran.......
..."Bukan Zella, melainkan Levi, suaminya." jawab Tom membuat Renata menaruh curiga....
..."Levi?" Renata bertanya balik. "Hemmm, kau tidak sedang mempermainkan aku kan?" tanya Renata...
..."Tentu saja tidak, ini adalah ucapan terima kasih Levi karena aku sudah membantu Zella mengurus perusahaan." ucap Tom....
..."Oh, baiklah. Lalu bagaimana dengan kontrak kerjaku? Kurang dari satu bulan kontrakku sudah habis, Tom sayang." rengek Renata yang masih ingin bekerja di GA Corporation dan berniat untuk kembali memperjuangkan Levi....
..."Aku akan mengurusnya setelah kita menikah nanti sayang." jawab Tom membuat Renata berdecih pelan....
__ADS_1
..."Menikah?" Renata mengulangi kalimat Tom....
..."Iyaaa sayang, bukankah aku akan mendapatkanmu setelah misi ini berhasil?" tanya Tom yang sudah terbayang hidup bersama Renata....
..."Baiklah, setelah kau mendapatkan saham tersebut, kita akan segera menikah." jawab Renata sambil bergidik membayangkan Tom menjadi suaminya....
Renata langsung mematikan panggilannya secara sepihak. Sedangkan Tom langsung mempersiapkan dirinya bertemu dengan Levi untuk mendapatkan haknya.
Kini Tom memenuhi panggilan Levi ke ruangan Direktur. Dengan langkah mantap ia terus bergerak dan sampai di depan ruangan.
"Silahkan duduk, Uncle Tom." Zella mempersilahkan pamannya duduk.
Tom langsung duduk di hadapan Zella dan Levi dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Terlebih saat Levi memberikan berkas pada Tom. Kini berkas pembagian saham sudah diterima oleh Tom.
"Tolong dibaca dengan teliti, uncle. Lalu silahkan berikan paraf di setiap lembar dan tanda tangan di akhir halaman." ucap Zella.
__ADS_1
Uncle Tom pun membaca satu per satu isi surat keputusan secara detail. Senyum Tom bertambah lebar saat ia melihat nominal uang yang akan ia terima hari ini. Bayangan uang tersebut teris menari-nari di pelupuk mata Tom hingga ia kini tidak fokus lagi membaca isi Surat Keputusan tersebut.
Setiap lembar Tom paraf dan kini ia sampai pada lembar terakhir. Tom langsung tanda tangan tepat di atas materai. Setelah itu ia menyerahkan kembali berkas tersebut pada Zella. Kini Zella yang menandatangani sebagai pengesahan.
"Uangnya akan segera di transfer oleh Roy ke rekening Uncle, uang itu dapat uncle gunakan untuk membuka kantor cabang GA Corporation di luar kota dan Uncle bisa menjadi Direktur disana. Tidak mungkin bukan jika disini ada tiga direktur sekaligus. Jangan khawatir, aku akan tetap memantau perkembangan pembangunan GA Corporation di kota yang Uncle tentukan, itu pun tetap dengan persetujuan dari Uncle." jelas Zella membuat Uncle Tom ingin melompat kegirangan jika ia tidak ingat malu.
"Terima kasih banyak Zella. Kau benar-benar sangat membantuku." ucap Uncle Tom. "Bagaimana dengan pekerjaanku saat ini?" tanya uncle Tom mengingat ada beberapa pekerjaan yang belum ia kerjakan.
"Roy sudah menunjuk pegawai untuk menggantikan Uncle. Sekarang aku ucapkan Selamat menjadi Direktur do Kantor Cabang GA Corporation." ucap Zella berdiri dan mengulurkan tangannya.
Uncle Tom langsung menyambut uluran tangan Zella. Begitu pula Levi. Kini ia sudah resmi berdikari sendiri.
Setelah keluar dari ruangan Direktur, Uncle Tom langsung menuju Hotel yang ditempati Renata dan memberi tahukan kabar gembira tersebut.
Sedangkan Levi dan Zella kini mulai lega karena kerikil kecil di perusahaannya sudah mulai dibersihkan.
__ADS_1