
"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan untukmu, Zella?" tanya Renata.
"Cukup nikahi Uncle Tom, cintai dia dan teruslah hidup bersama dengannya dalam kehidupan apapun." jawab Zella.
"Baik." jawab Renata singkat. Bukan hal yang sulit baginya karena dengan menikah dengan Uncle Tom, ia masih bisa melanjutkan rencananya.
"Kau tidak bisa berpisah dengan Uncle Tom sampai kapan pun. Jika kau bercerai dengannya, aku pastikan hidupmu akan menderita di luaran sana. Aku bisa mematikan pendapatanmu dengan berbagai hal, seperti modelling, bintang Iklan dan segala yang terkait denganmu. Karena sejak kedatanganmu disini, asistenku sudah memberi signal padaku." terang Zella panjang lebar.
"Dan ingat! Sekali lagi kau mencelakai ku atau keluargaku, maka aku pastikan kau tidak akan bahagia. Karena aku sudah mengetahui seluk beluk tentangmu, Aunty." ancam Zella membuat Renata bergidik ngeri.
Kali ini otak Renata buntu, tidak ada ide sedikit pun yang muncul dalam fikirannya selain meng-iya-kan kata kata Zella.
"Katakan padaku Zella, apa lagi yang kamu ketahui tentangku?" tanya Renata dengan tatapan nanar. Ia benar-benar tidak menduga Zella mengetahui seluk beluk tentang dirinya.
"Tidak banyak, tapi cukup untuk melindungi diriku dan juga keluargaku." jawab Zella membuat Renata mengepalkan tangannya geram.
Renata langsung keluar dari kamar Zella dan menemui Tom untuk mengajaknya pulang.
__ADS_1
"Sayang, kita pulang yuk." rengek Renata pada Tom yang sedang sibuk dengan acara pernikahan mereka besok.
"Malam ini kita akan menginap disini sayang. Zella juga sudah memanggil terapis spa kemari. Masuklah ke kamar itu." Tom menunjukkan kamar di ujung Mansion. "Nanti aku akan mengarahkan terapis spa untuk memijatmu disana." jelas Tom membuat Renata membuang nafasnya kasar.
"Zella benar-benar mempersiapkan semuanya." celetuk Renata kesal.
"Tentu saja, dia memang keponakan yang luar biasa." puji Tom dan Renata berbalik menuju ke kamar yang ditunjuk Tom.
Brak! Renata membanting pintu kamarnya.
"Aaaarrrrgghhh." Renata melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur.
Tiba-tiba ponselnya berdenting dan Renata kembali mengecek notifikasi yang masuk. Ada pesan pemutusan kerja sama dari beberapa agency dikarenakan kontrak kerja Renata habis dan dari pihak agency tidak memperpanjang kontrak Renata.
"Zella benar-benar tidak main-main dengan kata-katanya. Ku*ang Aj*r! Aku bahkan sudah tidak memiliki ruang untuk bernafas." gerutu Renata.
Tak lama kemudian terapis yang dipanggil Zella untuk memberi pelayanan pada Renata.
__ADS_1
"Huuuuuh, setidaknya pijat kali ini bisa sedikit menenangkan fikiranku." gumam Renata yang sudah siap untuk di massage.
...***...
Sedangkan di sisi lain, Zella dan Lily mulai membicarakan tentang Renata sambil menikmati pijatan terapis Spa.
"Bagaimana kau bisa mengetahui semua kebusukan Renata, dek?" tanya Lily penasaran.
"Emmhh. Tentu saja dari beberapa teman bisnis dan juga teman main kak. Kau tahu kan, aku sudah lama hidup disini sendiri. Enam tahun aku mencari keberadaan Kak Levi. Tidak mungkin juga aku merepotkan Granpa dan Granny untuk membantuku."
"Aku berkeliling Jerman, berbisnis dan juga berteman dengan beberapa gank mavia tepatnya. Jadi sedikit demi sedikit aku juga belajar dari mereka." jelas Zella membuat Lily berdecak kagum.
Kepedihan Zella selama di Jerman memang tidak banyak diketahui oleh keluarganya. Keluarga Zella hanya tahu bahwa Zella belum dapat move on dari Levi dan terus mencari Levi.
"Aku kagum padamu, Zella. Kau benar-benar wanita yang tangguh dan hebat. Pantas saja Azel begitu menyayangimu." puji Lily.
"Kau terlalu memujiku, kak." balas Zella yang kemudian tertidur sambil menikmati pijatan terapisnya.
__ADS_1