Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Menemani Belanja


__ADS_3

Theo segera pergi ke pusat perbelanjaan yang sudah ditentukan oleh Dokter Steffy. Sesampainya di sana, nampak mobil Dokter Steffy sudah terparkir di depan pusat perbelanjaan. Theo pun segera masuk dan mencari keberadaan Dokter Steffy.


"Hai Theo, aku disini." panggil Dokter Steffy sambil mengayunkan tangannya memanggil Theo.


Theo segera mendekat ke arah Dokter Steffy. Mereka berdua pun langsung menuju ke beberapa tempat yang diinginkan Dokter Steffy.


"Theo, tolong pilihkan mana yang bagus dan pantas untuk dipakai ayahku." pinta Dokter Steffy memperlihatkan beberapa kemeja do depan Theo.


Tanpa banyak bicara, Theo pun segera memilihkan untuk Dokter Steffy. Setelah apa yang diinginkan Dokter Steffy sudah didapat, kini Dokter Steffy mengajak Theo makan karena hari juga sudah malam.


"Theo, kenapa kau sudah tidak datang untuk terapi?" tanya Dokter Steffy yang mendapati Theo beberapa kali menolak untuk terapi.


"Aku sudah tidak ingin melanjutkan terapi, Dokter Steffy." jawab Theo.


"Kenapa? Apa kau tidak ingin ingatanmu kembali?" tanya Dokter Steffy.


"Bukan begitu, aku hanya tidak ingin membuang waktu saja. Bukankah selama ini tidak ada perkembangan bukan?" jawab Theo tanpa basa basi.


Mendengar jawaban Theo membuat Dokter Steffy makin kesal. Tapi ia tetap berusaha bersikap manis di depan Theo.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Theo, apa kau tidak bisa membalas perasaanku sedikit saja?" tanya Dokter Steffy.


"Maaf, Dokter Steffy. Sudah pernah kukatakan sebelumnya bahwa aku sudah mencintai wanita lain." jawab Theo santai.


"Katakan padaku siapa wanita itu?" tanya Dokter Steffy mulai geram.


"It's my Privacy." jawab Theo yang kemudian menyudahi makannya. "Aku akan membayar makananku." ucap Theo sambil berdiri.


"Tidak perlu, Theo. Aku mentraktirmu." ucap Dokter Steffy sambil menahan Theo untuk pergi.


"Maaf Dokter Steffy, aku laki laki, tidak pantas jika aku ditraktir oleh seorang wanita." jawab Theo yang tetap melangkahkan kakinya menuju ke kasir.


"Tuan, kekasih anda yang duduk disana pingsan." ucao seseorang tersebut dan langsung beranjak pergi.


"Pingsan?" gumam Theo dalam hati. "Perasaan tadi baik-baik saja." batin Theo sambil melangkahkan kakinya menuju ke meja Dokter Steffy.


Sudah banyak orang yang mengelilingi Dokter Steffy di sekelilingnya dan Theo pun segera mengangkat tubuh Dokter Steffy. Tanpa berfikir panjang, Theo segera membawa dokter Steffy menuju rumah sakit.


Saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Dokter Steffy tersadar dari pingsannya.

__ADS_1


"Awh," Dokter Steffy memegang kepalanya.


"Anda sudah sadar, Dokter?" tanya Theo sambil mengemudikan mobilnya. "Saya akan membawa anda ke rumah sakit."


"Tidak perlu Theo, antarkan aku ke apartemen saja. Aku bisa merawat diriku sendiri." ucap Dokter Steffy sambil teru memegang kepalanya.


"Baiklah," jawab Theo yang langsung mengambil jalan menuju ke apartemen Dokter Steffy.


"Kenapa anda bisa pingsan dokter?" tanya Theo. "Seharusnya anda lebih mengerti kondisi tubuh anda." ucap Theo.


"Aku hanya kelelahan. Jika kau tak suka mengantarku, turunkan saja aku di pinggir jalan." gerutu Dokter Steffy yang masih memegangi kepalanya.


"Aku hanya khawatir." jawab Theo singkat dan justru membuat Dokter Steffy menjadi berbunga-bunga.


Ia tidak menyangka Theo yang dingin dan super jutek ternyata mengkhawatirkan dirinya. Kini mobil Theo sudah sampai di Apartemen Dokter Steffy.


"Aku tidak ku... ." belum selesai Dokter Steffy berbicara, Theo sudah bersiap-siap untuk mengangkat tubuh Dokter Steffy.


Dengan sigap dokter Steffy mengalungkan tangannya ke tubuh kekar Theo dan menyandarkan kepalanya ke dada Theo.

__ADS_1


Theo yang sudah hafal letak apartemen Dokter Steffy pun langsung menuju ke kamar Dokter Steffy tanpa bertanya lagi.


__ADS_2