
Levi membuka ruang periklanan dan matanya terfokus pada seorang wanita yang sedang mempromosikan produk GA Corporation. Tidak jauh dari wanita itu berdiri, ada Uncle Tom yang terus menatap ke arah model Iklan GA Corporation.
Betapa terkejutnya Levi saat mengetahui model wanita itu adalah Renata, wanita yang dulu pernah mencelakai istrinya dan tergila gila padanya. Levi langsung kembali ke ruangannya dan membaca kontrak kerja milik Renata yang dikenal sebagai Reny.
"Kenapa Uncle Tom memberikan ia kontrak selama satu tahun? Bukankah kontrak bintang iklan biasanya paling lama hanya tiga bulan?" Levi makin tidak habis fikir dengan paman Zella satu ini. Ia kemudian memanggil orang kepercayaannya dulu, yang saat ini juga menjadi orang kepercayaan Zella.
Tak lama kemudian, Roy datang memenuhi panggilan Levi.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Roy.
Levi langsung mempertanyakan tentang apa saja keputusan yang uncle Tom buat saat Zella berada di Indonesia. Roy akhirnya menceritakan tentang kinerja Uncle Tom selama ini. Tidak ada yang perlu dicurigai karena semua sesuai dengan prosedur perusahaan. Hanya satu yang mengganjal, yaitu dalam divisi periklanan, antara Uncle Tom dan Reny atau yang Levi kenal dengan nama Renata.
Setelah mendapat penjelasan dari Roy, Levi mulai menyusun siasat untuk menyelidiki tujuan Reny bekerja di GA Corporation bersama Roy tanpa melibatkan istrinya.
__ADS_1
Roy langsung menyetujui semua rencana yang dikemukakan oleh Levi dan ia akan membuat tim khusus untuk bergerak nanti. Setelah membicarakan agenda esok, Roy kembali ke ruangannya dan Levi langsung menemui istrinya di ruangan khusus.
Kosong.
Tidak ada lagi istrinya di atas tempat tidur, tetapi terdengar gemericik air di dalam kamar mandi. Levi langsung menanggalkan pakaiannya dan langsung menyusul Zella ke kamar mandi.
Zella tidak mendengar saat Levi tiba-tiba membuka pintu kamar mandi karena dirinya masih di bawah shower. Levi tersenyum melihat istrinya yang tampak makin seksi di bawah guyuran air.
Graaab. Levi memeluk tubuh Zella membuat Zella sangat terkejut.
"Kaaak Levi ngagetin iiiih." cubit Zella di pinggang Levi membuat Levi meringis kesakitan.
"Nyubitnya gak ke bawah sekalian sayang?" goda Levi membuat Zella tercengang melihat milik Levi yang sudah ON dan siap tempur.
__ADS_1
Wajah Zella langsung merona. "Kak Levi mesum banget ih."
Levi tidak menjawab dan langsung menyambar bibir istrinya. Zella yang langsung terangsang pun langsung membalas ciuman suaminya.
Tangan Levi tidak tinggal diam, ia mematikan kran shower dan menuangkan sabun cair ke tubuh istrinya. Mengusap perlahan di setiap inchi tubuh Zella dengan sabun membuat sensasi berbeda dalam permainan mereka kali ini.
Pertempuran panas mereka akhirnya terjadi untuk yang kedua kalinya. Mereka pun membersihkan diri bersama dan segera bersiap-siap untuk pulang.
"Aku sudah memesan kamar hotelnya, sayang. Kali ini kita tidak pulang ke Mansion." ucap Levi yang sudah memakai pakaiannya lengkap.
"Ada sesuatu yang belum aku kerjakan Kak. Sepertinya aku harus lembur sebentar, bagaimana?" tanya Zella membuat Levi mengernyitkan dahinya. Sebab Levi rasa pekerjaan Zella sudah selesai semua.
"Aku sudah menyelesaikan pekerjaanmu yang ada di meja, sayang." jawab Levi.
__ADS_1
"Ada beberapa berkas pekerjaan yang harus aku cek secara online. Laporan dari GA Corporation yang ada di Berlin sayang." jelas Zella membuat Levi langsung mengangguk.
Akhirnya mereka berdua mengecek berkas tersebut bersama hingga senja menghilang dan berganti malam.