Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Usaha Zella


__ADS_3

Theo yang baru saja pulang dari apotek disambut oleh salah satu maid di Mansion Geoffrey yang nampak terburu-buru menemuinya.


"Tuan." panggil Aunt Jen sambil mengatur nafasnya. "Nona Zella." ucapan aunt Jen terputus oleh Theo yang khawatir setelah ia menyebut nama Zella.


"Ada apa dengan Nona Zella??!!!" tanya Theo dengan raut wajah piasnya. Ia langsung menyeruak masuk ke dalam Mansion diikuti langkah Aunt Jen.


"Tadi saat saya memanggilnya untuk makan, Nona Zella ada di dalam kamar mandi dan menjawab panggilan saya. Tapi sampai sekarang Nona Zella belum keluar dari kamar mandi dan tidak menyahut panggilan saya, Tuan." jelas Aunt Jen sedikit ketakutan.


"Nona Zellaa!!" teriak Theo memanggil Zella.


Dengan gusar Theo masuk ke dalam kamar Zella dan mencoba membuka pintu kamar mandi di kamar Zella.


Terkunci.


Theo menarik nafasnya pelan dan mencoba mengutak atik password kunci kamar mandi Zella. Memang selain kunci manual, Tuan Geoffrey memasang kunci cadangan berupa sandi angka yang hanya dia yang tahu. Tapi setelah Theo menjadi orang kepercayaannya, Geoffrey memberi tahu tentang kunci password tersebut.


Ceklek.


Kunci kamar mandi terbuka. Nampak Zella yang hanya berbalut Bathrobe terduduk tak sadarkan diri dipojok kamar mandi. Melihat hal tersebut, kepala Theo kembali terasa sangat pusing. Tapi Theo paksakan untuk mengangkat tubuh Zella dan dengan perlahan membawanya ke atas kasur.


Setelah Zella terbaring di atas kasur, Theo duduk di samping Zella dan menyadarkan tubuhnya. Ia mengatur nafasnya sambil memejamkan matanya. Entah mengapa bayangan kejadian Zella yang terduduk tak sadarkan diri membuatnya teringat akan sesuatu.


Flash Back ON


Sebelum menikah dengan Levi, Zella pernah hampir menjadi korban aksi bejat dua orang pemuda kampung atas suruhan Renata. Renata adalah dosen yang sangat menginginkan Levi untuk menjadi kekasihnya. Sayangnya Levi lebih memilih Zella dari pada Renata.


Akhirnya Renata mengajak Zella ke sebuah Villa untuk berlibur dan dengan sengaja Renata meninggalkan Zella di villa sendirian saat Zella mengalami sakit perut akibat ulah Renata juga. Saat villa sudah sepi, dua orang pemuda yang menjadi orang suruhan Renata mendatangi Zella yang kondisinya sangat lemah.


Untungnya, Zella yang pandai bela diri dapat melumpuhkan dua orang pemuda yang hampir saja melecehkannya. Tapi karena sudah terlalu lemas, Zella akhirnya pingsan dan tidak sadarkan diri tepat di dalam kamar mandi.


Dua orang pemuda itu sangat senang melihat Zella pingsan dan segera melakukan aksi bejatnya pada Zella. Sayangnya, sebelum semua terjadi Levi datang menolong Zella dan membawanya ke rumah sakit.

__ADS_1


Flash Back OFF


Kini bayangan Theo menolong Zella di sebuah Villa nampak jelas dalam memori Theo. Sayangnya rasa sakit di kepala Theo semakin menjadi jadi. Hingga akhirnya Theo membuka matanya dan kembali mengatur nafasnya perlahan.


Setelah rasa sakit di kepalanya berkurang, Theo baru memeriksa keadaan Zella dan berusaha menyadarkan Zella dari pingsannya. Bathrobe Zella tidak basah sama sekali dan lantai kamar mandi pun kering. Tak lama kemudian Zella mulai mengerjapkan matanya perlahan.


Theo sedikit lega melihat pergerakan kelopak mata Zella dan gerakan jari jemari Zella. Dengan sigap Theo mengambilkan air putih untuk Zella dan meletakkannya di atas nakas samping tempat tidur Zella.


"Nona Zella." panggil Theo. "Apa anda mendengar saya?" tanya Theo pelan.


Zella hanya menganggukkan kepalanya. Theo pun membantu Zella untuk duduk perlahan dan minum. Setelah minum Zella kembali direbahkan di atas tempat tidur.


"Saya akan mengambilkan makan malam untuk anda, Nona." ucap Theo yang beranjak meninggalkan Zella.


Setelah Theo keluar dari kamar, Zella pun langsung mengambil nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Huuuuuh, ternyata aktingku kali ini boleh juga yaa." gumam Zella pelan.


"Kira kira Kak Levi akan teringat kejadian yang lalu gak ya setelah lihat tadi?" tanya Zella dalam hati. "Kalau dia tidak ingat, jangan jangan Theo memang bukan kak Levi." gumam Zella.


"Tidak tidak, dia pasti Kak Levi. Ya, sudah pasti karena dia baru bekerja bersama Tuan Geoffrey selama enam tahun yang lalu. Tepat saat Kak Levi hilang." batin Zella mantap.


Tak lama kemudian Theo datang dengan membawa nampan masuk ke kamar Zella.


"Makanlah, Nona. Aunt Jen akan menyuapi anda." ucap Theo sambil meletakkan nampan yang dibawanya ke atas meja.


"Aku tidak selera makan." jawab Zella sedikit kesal. Tentu saja ia kesal, seharusnya yang menyuapi kan Theo kenapa harus Aunt Jen.


"Tapi anda harus makan, Nona. Tubuh anda sangat butuh asupan." ucap Theo terdengar sangat khawatir.


"Aku tidak mau, bawa saja makanannya ke belakang." jawab Zella sambil menutup mukanya dengan selimut.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu saya akan membawa anda ke rumah sakit untuk di infus karena tidak mau makan, atau saya panggilkan dokter ke Mansion untuk memasangkan infus untuk anda disini." ancam Theo dengan nada yang masih sangat datar.


"Kau sedang mengancamku, Tuan Theo?" tanya Zella membuka selimut yang menutupi wajahnya.


"Saya tidak mengacam, Nona Zella yang terhormat. Tapi ini demi kebaikan anda." jawab Theo.


"Saya mohon dengan sangat, makanlah Nona Zella." Theo mulai mengiba. Dan kini Zella hampir merobohkan pertahanannya.


"Bagaimana jika aku tidak selera?" tanya Zella pada Theo.


"Katakan apa saja yang anda inginkan dan saya akan memenuhi permintaan anda, Nona." ucap Theo yang sudah kehilangan ide untuk merayu Zella.


"Suapi aku, dan temani aku malam ini sampai terlelap." ucap Zella sambil bangun dari tidurnya dan duduk tanpa dibantu oleh Theo.


"Baiklah, permintaan yang sangat mudah untuk dipenuhi." ucap Theo sambil mengangkat sendok dan mengarahkan ke mulut Zella. "Buka mulut anda, Nona." pinta Theo dan Zella langsung membuka mulutnya hingga membuat Theo tersenyum.


Satu suapan, dua suapan hingga terhitung tujuh suapan sudah masuk ke dalam mulut Zella.


"Cukup, Tuan. Aku sudah kenyang." ucap Zella dan Theo pun meletakkan sendok dan mangkok yang dipegangnya.


"Porsi makan Nona Zella sedikit sekali." batin Theo sambil menyiapkan obat dan vitamin yang harus Zella minum.


Setelah meminum obat, Zella menyadarkan tubuhnya ke sandaran tempat tidur. "Aku akan menagihmu menemani aku sampai terlelap." ucap Zella.


"Sesuai dengan permintaan anda, Nona Zella." jawab Theo. "Apa anda ingin saya membacakan dongeng sebelum tidur untuk anda, Nona?" tanya Theo sedikit menyindir Zella.


"Hemmm, sepertinya ide yang bagus." jawab Zella. "Naiklah ke atas dan duduk di sampingku. Setelah itu kau bisa bacakan dongeng untukku." pinta Zella membuat Theo tergagap.


"Bagaimana mungkin aku dapat menjauhinya jika ternyata malah akan semakin dekat seperti ini." gumam Theo dalam hati.


Tapi ia tetap naik ke atas kasur Zella dan mencarikan cerita dongeng lewat ponsel untuk dibacakannya sebagai pengantar tidur Zella.

__ADS_1


__ADS_2