
Setelah agenda makan bersama yang tidak disengaja, Tom dan Renata lebih dulu meninggalkan Fun Resto karena mereka ada keperluan tersendiri. Sepeninggalan Tom dan Renata, Azel mulai membahas perubahan Renata dan permintaan maaf Renata.
"Aku tidak percaya sama sekali dengan perubahan sikap Renata." celetuk Azel membuat semua anggota keluarganya melihat ke arahnya. "Dia itu wanita yang menghalalkan cara apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." jelas Azel memberi tanggapan tentang sikap Renata.
"Aku juga tidak yakin dia sepenuhnya mencintai Uncle Tom. Semenjak Uncle Tom memiliki hubungan dengan Renata, ia juga terus menuntut haknya di Perusahaan. Padahal dia sudah aku beri komisi fantastis setiap bulannya." timpal Zella.
"Tapi kenapa justru kamu yang terlihat bersikap baik dengannya di hadapan kita semua, sayang? Tahu begitu, papa tidak mau memaafkan dia." tukas papa Green yang terkejut atas ucapan Zella.
Zella ingin melanjutkan membahas masalah ini. Sayangnya Tristan, anak Azel sudah mengantuk dan rewel. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Mansion dan melanjutkan pembicaraan setelah sampai di Mansion.
...***...
__ADS_1
Sedangkan Tom dan Renata kini sudah sampai di rumah yang ditinggali oleh Tom. Betapa kagumnya Renata melihat rumah Tom yang tertata rapi dan cantik meskipun tidak begitu besar. Rumah dua lantai yang minimalis, namun tetap terlihat elegan dari luar maupun dari dalam.
"Apa kau menyukai rumahku, sayang?" tanya Tom dan Renata langsung menganggukkan kepalanya.
"Aku sangat menyukainya." jawab Renata. "Sayang, maafkan aku terlalu gegabah sampai memintamu untuk mendapatkan hak kepemilikan perusahaan Zella." ucap Renata.
"Aku masih ingin hidup di kota ini, tetaplah bekerja dengan Zella tanpa harus meminta apapun darinya. Aku ingin memperbaiki hubunganku dengannya."
"Kau bicarakan saja baik baik, sayang. Aku yakin Zella akan mengubah surat perjanjian itu secepatnya." jawab Renata sambil mulai memainkan jari jemarinya di dada Tom.
Kali ini Tom tidak merespon godaan Renata. Ia tahu betul, Zella bukanlah tipe orang yang mudah merubah sesuatu yang telah ia putuskan. Apalagi kemarin Tom sudah berkata yang tidak sopan saat ia meminta haknya pada Zella.
__ADS_1
"Sayang, kau mengacuhkan aku?" tanya Renata sedikit kesal karena Tom tidak merespon godaannya sama sekali. "Kenapa kau terdiam?" tanya Renata kemudian sambil membuka kancing baju Tom satu per satu.
Tom langsung menahan tangan Renata saat membuka kancing baju yang ketiga miliknya. "Sayang, katakan padaku apa yang sebenarnya kau inginkan? Aku sangat tidak mungkin untuk menarik ucapanku di hadapan Zella meskipun dia adalah keponakanku." Tom memandangi Renata secara intens.
Renata terdiam membalas tatapan Tom, selama ini tujuannya hanyalan balas dendam, tidak ada yang lain. Tapi ia tidak mungkin mengatakan ini pada Tom.
"Aku sangat mencintaimu dan ingin menikah denganmu, sayang. Bukankah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua orang saja, melainkan menyatukan dua keluarga? Aku hanya ingin lebih dekat dengan keluargamu, sayang. Apa aku salah?"
Kali ini kata-kata Renata membuat Tom benar-benar bimbang. Dia sangat mendambakan menikah dengan Renata dan memiliki anak, tapi di sisi lain ia tidak mau dicap sebagai lelaki yang plin plan di hadapan keponakannya sendiri.
Renata makin gusar saat mendapati Tom yang masih saja terdiam. "Baiklah jika kau ingin mundur untuk mendapatkan aku, maka aku akan pergi sekarang." ancam Renata.
__ADS_1
"Oke oke. Aku akan mengatakan pada Zella. Bersabarlah sayang." jawab Tom. Mau tidak mau, ia harus menemui Zella demi keinginan Renata.