Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Renata's Plan


__ADS_3

Azel dan papa Green memutuskan untuk tinggal di Jerman dalam waktu yabg lama karena perusahaan milik Zella ada proyek besar. Terlebih saat mengetahui Zella hamil. Betapa senangnya Zella dikelilingi oleh keluarganya yang sangat ia sayangi.


Mendengar kedatangan Abangnya, Green Alexio, membuat Tom berencana untuk berkunjung ke Mansion dengan membawa Reny untuk ia kenalkan pada keluarganya.


Keesokan harinya, Tom sudah tiba di hotel yang ditempati oleh Reny. Tom segera membuka sandi pintu hotel dan masuk ke dalam. Melihat Reny masih di balik selimut dan tidur tanpa menggunakan busana membuat junior milik Tom langsung berdiri.


Ia langsung membuka pakaian miliknya dan masuk dalam selimut bersama Reny. Tom langsung bermain di dada Reny, bermain di tempat sensitif milik Reny dengan lidahnya dan membuat Reny mengeluarkan ******* dalam keadaan masih menutup matanya.


Tom makin gencar memberikan serangan pada Reny sampai Reny membuka matanya tepat saat milik Tom menghujam miliknya.


"Sial, ternyata Tom yang sedang menggagahiku pagi ini. Aku pikir Tuan Muda Louis yang kembali mengajakku bermain setelah dua ronde semalam." gumam Renata dalam hati yang terus mengikuti irama permainan yang diberikan oleh Tom padanya pagi ini.


Tom terbaring lemas setelah pelepasan pertamanya di samping Renata.


"Kau nakal sekali Tom," gerutu Renata.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu, calon istriku." tukas Tom yang kemudian menatap ke arah Renata.


"Sebentar lagi kita akan menikah bukan?" tanya Tom dan Renata langsung mengangguk. "Sebelum kita bangun perusahaan baru di luar kota, lebih baik kita menikah dahulu dan hidup bersama."


Ucapan Tom kali ini membuat Renata berfikir berkali-kali. Tujuan ia mendekati Tom hanyalah untuk mendapatkan Levi kembali atau menghancurkan kehidupan Zella. Ia sama sekali tidak menginginkan menikah dengan Tom yang terlampau tua untuk Renata.


"Jangan terlalu terburu-buru, Tom sayang. Aku masih sangat senang hidup di München dan bekerja disini." jelas Renata mencari alasan agar ia tetap tinggal disini.


Tom tetap saja bersikeras untuk menikahi Renata dalam waktu dekat ini dan menyebutkan nominal uang yang baru saja ia terima dari Zella.


"Aku akan membawamu menemui kakakku dan juga keluargaku, Renata." ucap Tom sambil memainkan rambut Renata.


"Whatttt?!!! Kamu gila yaa. Mana mungkin aku dapat bertemu dengan keluargamu?" pekik Renata yang kali ini tidak mau keluarga Zella tahu kalau dia justru mengikuti Zella ke sini. Dia benar-benar tidak mau usahanya kali ini gagal untuk menghancurkan Zella.


"Kenapa sayang? Ada apa denganmu? Bukankah kau ingin menghabiskan hidup bersamaku?" tanya Tom.

__ADS_1


"Bagaimana jika mereka tidak menerima diriku, Tom?" tanya Renata ketakutan.


"Keluargaku semuanya baik, sayang. Aku yakin mereka akan menerima dirimu, sayang." ucap Tom meyakinkan Renata.


"Aku akan fikirkan nanti. Aku mandi dulu sekarang, setelah itu antar aku berbelanja." ucap Renata sambil berjalan ke kamar mandi.


Tom tersenyum melihat Renata pergi. Sedangkan Renata berfikir keras bagaimana ia dapat mencapai ke tujuan awalnya.


"Hemmm, kenapa masalahnya semakin rumit saja? Bagaimana aku bisa balas dendam jika Tom yang akan aku jadikan alat balas dendam justru akan membuka perusahaan sendiri." gumam Renata dalam hati.


Ia mengisi air bathtub dan berendam di dalamnya. "Sepertinya langkahku terlalu gegabah kali ini. Aku memang butuh uang, tapi aku sangat ingin menghancurkan Zella seperti yang ia lakukan padaku dulu." gumam Renata.


"Aku akan merayu Tom untuk mengembalikan uang yang ia dapatkan dari perusahaan Zella, dan meminta Tom agar ia tetap bekerja di GA Corporation München. Aku sungguh tidak ingin pergi dari kota ini."


"Aku juga akan mengubah penampilanku, agar Zella dan keluarganya tidak mengenaliku sama sekali. Sepertinya Levi juga sudah melupakanku." gumam Renata yang kemudian menyelesaikan mandinya dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2