Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Depresi Berat


__ADS_3

Sudah satu minggu ini, Renata terus saja menangis dan terkadang tertawa terbahak-bahak. Tom yang baru saja memulai usahanya jadi sangat terganggu dengan tingkah laku Renata. Tak jarang Tom membentak Renata bahkan memukulnya untuk berhenti menangis atau tertawa.


Renata benar-benar tidak keluar dari kamar sekali pun sejak pindah ke ruko. Ia benar-benar berubah drastis mulai dari jarang mandi atau mengurus dirinya sendiri, porsi makannya juga saat ini menjadi sangat banyak, bahkan melebihi porsi makan Tom.


Pagi ini, Zella dan Levi sengaja mengunjungi Tom untuk melihat perkembangan bisnisnya. Tom pun menyambut Zella dengan tangan terbuka karena ia memang akan membuat kerja sama dengan Perusahaan milik Zella meskipun bisnisnya baru awal berdiri.


"How are you, uncle? Waaah, sepertinya bisnis awalmu sangat menjanjikan ya." puji Zella membuat Tom tersenyum lebar.


"Thanks Zella. Sebenarnya aku juga ingin mengajukan permohonan kerja sama dengan Perusahaan milikmu. Bagaimana kira kira Levi?" tanya uncle Tom pada Levi karena selama ini memang dipegang olehnya.


"Kebetulan sekali uncle, kau bisa menemuiku besok lusa di kantor." jawab Levi.


Tiba-tiba saja Renata keluar dari kamarnya lalu turun ke lantai bawah dan memeluk Levi dengan erat. Aroma tubuh Renata langsung membuat Zella mual dan lari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Levi pun langsung melepaskan diri dari Renata dan membuka kemejanya.


Levi pun segera menyusul Zella yang sedang muntah muntah di kamar mandi. Sedangkan Tom langsung membawa Renata yang kini tertawa terbahak-bahak ke dalam kamar dan menguncinya.

__ADS_1


"Uncle, kenapa istrimu bau sekali?" tanya Levi yang kini memapah istrinya dari kamar mandi. Zella yang masih tercium aroma tubuh Renata yang tertinggal pun kembali mual dan muntah lagi di kamar mandi sampai wajahnya terlihat sangat pucat.


"Maafkan aku Zella. Aku juga tidak tahu kenapa Renata sekarang seperti itu." jelas uncle Tom merasa tidak enak dengan Zella dan Levi.


"No problem uncle. Tapi sepertinya aku harus pulang." ucap Zella dan Levi langsung menggendong istrinya.


"Kita lanjut bicara lewat telfon nanti." ucap Levi sambil membawa Zella le mobil.


Tom pun mengusap wajahnya kasar dan mendatangi Renata yang kini sedang menangis di dalam kamar.


Tom langsung menggeret tubuh Renata ke dalam kama mandi dan mengguyurnya di bawah shower sampai Renata gelagapan. Baju Renata dibuka paksa oleh Tom dan ia langsung membersihkan tubuh Renata yang bau itu dengan kasar.


Setelah memandikan Renata, Tom membawa Renata ke dalam kamar dan menyuruhnya untuk mengganti baju. Sedangkan Tom keluar sebentar untuk membelikan makanan untuk Renata.


Bukannya mengganti bajunya, Renata justru keluar dengan telanjang dan turun ke lantai bawah sambil menggoda para customer Tom. Salah satu pegawai Tom langsung menarik Renata kembali ke atas.

__ADS_1


Saat hendak keluar dari kamar Tom, Renata justru menarik Dio yang baru saja tamat Senior High School sedikit ketakutan. "Aku sudah lama tidak dijamah. Tolong jamah aku, sayang." Ceracau Renata sambil mengarahkan tangan Dio ke dadanya.


Dio langsung menarik tangannya dan berlari ketakutan. Tom yang baru saja pulang dan mendapat laporan dari pegawainya langsung naik ke atas untuk melihat keadaan Renata.


"Apa yang kau lakukan di bawah Renata?!!" gertak Tom. "Kau sudah gila?!! Cepat pakai bajumu!" perintah Tom.


Renata justru tertawa terkikik kikik. "Aku kan mau dijamah sama semua customermu, sayang." ucap Renata membuat Tom semakin marah.


Ia pun mengambil baju Renata dan langsung memakaikannya pada Renata secara paksa. "Aku harus membawamu ke dokter jiwa." ucap Tom.


Setelah memesan taksi, Tom dan Renata pergi menemui Dokter spesialis kejiwaan di salah satu rumah sakit.


Sesampainya di ruangan Dokter Weny, Renata langsung diperiksa dan hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Renata mengalami Depresi Berat dan solusi terbaiknya adalah rawat inap setidaknya selama satu bulan karena gejalanya baru saja muncul sejak satu minggu terakhir ini.


Akhirnya kini Renata harus menginap di rumah sakit jiwa dan Tom pun kembali pulang ke Rukonya.

__ADS_1


__ADS_2