
Pagi ini Theo tidak terlihat sama sekali di Mansion. Zella harus menikmati sarapannya sendiri. Tadi malam pun Theo tidak kembali ke kamar Zella.
"Selamat Pagi, Nona Zella." sapa Tuan Geoffrey yang datang dari belakang Zella.
Mendengar suara Geoffrey, Zella sudah menduga bahwa pemilik Mansion itu sudah tiba di Berlin. Itu pasti yang menyebabkan Theo tidak kembali ke kamarnya tadi malam.
"Selamat Pagi, Tuan Geoffrey. Kapan anda tiba?" tanya Zella yang tidak beranjak dari posisinya. Zella tetap menikmati sarapannya.
"Tadi malam, Nona. Maaf tidak memberi tahu anda." ucap Geoffrey menarik kursi dan duduk di samping Zella.
"Saya benar-benar berterima kasih dengan anda, Nona Zella yang sudah membantu perusahaan saya dalam hitungan hari saja." ucap Geoffrey. "Saya juga banyak belajar dengan Uncle Tom dan Vanya tentang bagaimana anda mengurus perusahaan." jelas Geoffrey yang kini merasa berhutang budi pada Zella.
"Anda terlalu sungkan dengan saya, Tuan Geoffrey. Segeralah bergabung kembali ke perusahaanmu, karena saya juga harus segera kembali ke München." ucap Zella terdengar sangat santai.
"Terima kasih banyak, Nona Zella." ucap Geoffrey sambil memulai sarapannya.
__ADS_1
Zella yang sudah lebih dulu pun meninggalkan Geoffrey dan duduk di ruang tamu sambil membuka tabletnya mengecek pekerjaannya. Sedangkan Geoffrey kini ditemani Theo di ruang makan sambil bertukar cerita.
"Apa kau menjaga Nona Zella dengan baik, Theo?" tanya Geoffrey.
"Tentu saja, Tuan." jawab Theodore sambil menikmati sarapannya.
"Oh iya, Theo. Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Paula. Jadi aku sekarang adalah pria yang bebas." ucap Geoffrey yang tiba-tiba membuat Theo tersedak.
"Uhuk Uhuk." Theo tersedak hingga matanya berair.
"Pelan-pelan, Theo. Minumlah dulu." ucap Geoffrey menyodorkan minuman untuk Theo.
"Terima kasih, Tuan." ucap Theo dan melanjutkan sarapannya.
"Oh iya Theo, pesankan tempat untuk makan siang nanti. Aku akan mengajak Nona Zella makan di luar kantor saat istirahat nanti." ucap Geoffrey.
__ADS_1
"Baik Tuan." jawab Theo. Setelah mereka brrdua menghabiskan sarapan, Theo dan Geoffrey langsung menuju ke Kantor bersama Zella.
Zella sengaja mengikat rambutnya ke atas dan duduk di samping Geoffrey. Sedangkan Theo duduk di depan sambil mengemudikan mobil. Matanya terus memandang kesal ke arah Zella lewat kaca spion mobil. Zella benar-benar tampak sangat cantik hari ini.
"You're so beautifull, Nona Zella." puji Geoffrey dan membuat Zella tersenyum simpul. Melihat senyum Zella membuat Theo makin geram dan dan panas.
"Anda terlalu memuji saya, Tuan Geoffrey." ucap Zella yang sangat sadar jika saat ini Theo sedang memandanginya dengan raut wajah yang kesal lewat kaca spion.
"Oh iya, Nona. Saya ingin mengajak anda makan siang di luar kantor nanti saat jam istirahat. Apa anda berkenan?" tanya Tuan Geoffrey.
Theo terus berdoa dalam hatinya agar Zella menolak permintaan Tuannya. "Jangan Zella, kumohon tolaklah ajakan Tuan Geoffrey." gumam Theo dalam hati.
"Hemmm, Oke." jawab Zella singkat membuat Theo makin panas dan merasa sangat cemburu.
Zella tahu persis Theo sedang memendam rasa cemburu padanya dari tatapan matanya sejak tadi. Tapi Zella sengaja melakukan hal itu agar Theo makin mengingat dirinya dan masa lau Theo sendiri.
__ADS_1
"Theo, nanti siang kau tak perlu menemaniku. Aku akan pergi berdua saja dengan Nona Zella." ucap Geoffrey membuat Theo makin tidak karuan. Sayangnya saat ini ia tidak dapat melakukan apa-apa.
"Baik Tuan." jawab Theodore dan kini mobil mereka sudah sampai di Perusahaan Hilton milik Geoffrey.