
Pagi harinya, Zella sudah tampak segar. Ia segera bersiap-siap ke kantor. Ada banyak agenda yang harus dia lakukan hari ini, dan besok dia harus segera terbang ke Berlin.
Zella akan mengecek kantor cabang perusahaannya di Berlin sekaligus mengejar Levi dan membantunya untuk mengembalikan ingatannya. Setelah menghabiskan sarapannya, Zella bergegas pergi ke kantor.
Pak Beni juga tampak sudah siap mengantar Zella. Mobil Zella melewati mansion Geoffrey tepat saat Geoffrey menerima panggilan dari Theo. Pagi ini Geoffrey memang ada janji dengan Zella. Setelah melihat mobil Zella, ia langsung memutuskan panggilannya dengan Theo dan segera bersiap-siap ke kantor Zella.
Sesampainya di kantor, Zella langsung memanggil Vanya ke ruangannya.
"Vanya, tolong kamu kirim informasi ke kantor cabang di Berlin bahwa saya akan melakukan pengecekan besok." ucap Zella tegas.
"Baik Nona Zella." jawab Vanya dan langsung kembali ke meja kerjanya.
Tak lama kemudian Geoffrey datang dan langsung dipersilahkan masuk ke ruangan Zella.
"Anda datang lebih awal, Tuan Geoffrey. "Silahkan duduk dulu, Tuan." ucap Zella menyambut kedatangan Geoffrey.
"Terima kasih Nona Zella, perusahaanku di Berlin sedang dalam masalah besar." ucap Geoffrey.
"Hilton mengalami pembengkakan biaya operasional karena beberapa faktor dan kini perusahaan kami sedang dalam keadaan pailit, Nona Zella." jelas Geoffrey dengan tatapan yang kosong.
Geoffrey menjelaskan secara detail pada Zella tentang masalah di perusahaannya.
"Aku akan membantu perusahaan anda, Tuan Geoffrey. Ada beberapa sistem yang harus diperbarui. Untuk masalah biayanya, anda jangan khawatir. GA Corporation akan menanam enam puluh persen saham di sana." ucap Zella dengan mata berbinar.
Ini adalah kesempatan emas untuk Zella mendekati Theo dan berusaha mengembalikan ingatannya. Zella langsung membuat beberapa surat perjanjian dengan Geoffrey.
"Aku akan memegang perusahaan Hilton untuk sementara dan anda akan disini beberapa waktu sampai perusahaan anda membaik, Tuan Geoffrey." ucap Zella memberikan surat perjanjian untuk ditanda tangani.
"Terima kasih banyak, Nona Zella." ucap Geoffrey sangat lega terlebih setelah membaca surat perjanjian yang Zella buat, sama sekali tidak merugikan perusahaannya.
Tak lama kemudian, Vanya asisten Zella masuk ke dalam ruangannya.
"Vanya, beberapa waktu ke depan, bekerja samalah dengan Tuan Geoffrey. Dia akan menggantikan aku beberapa waktu di sini." ucap Zella pada asistennya.
__ADS_1
"Baik, Nona Zella." jawab Vanya.
"Nona Vanya, saya akan belajar dengan anda." ucap Tuan Geoffrey.
"Kau tenang saja Vanya, uncle Tom akan membantu mengurus perusahaan dan aku juga akan memantaunya dari jauh." jelas Zella.
Setelah menyelesaikan beberapa agenda hari ini, Zella segera kembali ke Mansion untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Berlin besok pagi. Sedangkan Geoffrey sudah memberi kabar pada Theo untuk menyambut kedatangan Direktur Zella di Bandara.
...***...
Pagi harinya, Geoffrey sudah siap di Mansion Zella untuk mengantarkannya ke bandara. Sayangnya Zella sudah lebih dahulu berangkat ke bandara bersama supirnya. Akhirnya Geoffrey langsung berangkat ke kantor GA Corporation untuk mempelajari hal apa saja yang harus ia lakukan bersama Uncle Tom, Wakil Direktur GA Corporation.
Setelah menempuh penerbangan yang terbilang singkat, kini Zella tiba di Bandara Bradenburg, Berlin. Tampak dari kejauhan Theo sudah menunggunya tepat di pintu kedatangan. Zella menutupi rasa gugupnya bertemu dengan sosok lelaki yang sangat dirindukannya. Bagaimana tidak, saat ini waktu dan keadaan benar-benar sedang berpihak dengannya.
"Selamat datang di Berlin, Nona Zella." ucap Theo memberi sambutan.
Zella hanya tersenyum, dengan cekatan Theo membawa koper Zella menuju ke mobil.
"Sebelum ke Hilton, aku harus mengecek kinerja di kantor Cabang GA Corporation dulu Tuan Theo." ucap Zella memandang ke arah jalanan Kota Berlin.
"Aku hanya mengecek sebentar, setelah itu aku akan beristirahat." jawab Zella.
Tak lama kemudian mereka sampai di kantor cabang milik Zella yang ada di Berlin. Setelah mengecek satu per satu, Zella menemukan sedikit kejanggalan tentang pengeluaran dana perusahaan.
Zella langsung mengusut masalah tersebut sampai ke akarnya hingga satu orang pegawai yang menjabat sebagai Manager Keuangan harus berhadapan dengan Zella. Setiap gerak gerik Zella tidak luput dari pandangan Theo, membuat Theo makin salut dengan Direktur Muda yang ada di hadapannya.
Tapi saat berdekatan dengan Zella, kepala Theo terus terasa sakit dan dadanya mulai sesak.
"Mungkin aku sedang tidak enak badan," batin Theo sambil mengatur nafasnya secara perlahan.
Setelah selesai mengurus masalah di perusahaannya, kini Zella langsung ke perusahaan Hilton milik Geoffrey. Theo pun memberi kode pada supirnya untuk mampir makan siang di sebuah restoran.
"Kita mampir makan siang dulu, Nona Zella." ucap Theo sangat sopan. Zella hanya mengangguk sambil memikirkan bagaimana cara mengembalikan ingatan Levi.
__ADS_1
Kini mobil mereka sudah terparkir di Restoran ternama di kota Berlin.
"Tuan Theo, aku ingin makan sup iga saja di kedai seberang sana." ucap Zella sambil menarik tangan Theo.
Theo yang tergagap karena Zella menarik tangannya hanya terdiam mengikuti langkah Zella yang hendak menyebrang jalan. Saking senangnya dapat memegang tangan Theo, Zella sampai tidak sadar saat ada mobil yang melaju kencang dan hampir saja menabrak Zella.
Untung saja Theo langsung menarik tangan Zella dan memeluknya dengan sangat erat. Zella tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia langsung membalas pelukan Theo hingga terdengar olehnya degub jantung Theo yang sangat kencang.
Seketika dada Theo kembali sesak dan kepalanya terasa sangat sakit. Theo langsung melepaskan pelukan Zella membuat Zella sedikit kecewa.
"Apa anda tidak apa-apa, Nona Zella?" tanya Theo sambil mengatur nafasnya.
"Oh iya, aku tidak apa-apa. Thanks Tuan Theo." jawab Zella.
Kini keduanya sudah sampai di Kedai yang diinginkan oleh Zella.
"Tuan Theo, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Zella.
"Silahkan Nona Zella." jawab Theo yang kini rasa sakit di kepalanya dan sesak di dadamya sudah mulai reda.
"Sejak kapan anda bekerja dengan Tuan Geoffrey?" tanya Zella sambil menyantap makan siangnya.
"Sejak enam tahun yang lalu, Nona Zella." jawab Theo.
"Enam tahun yang lalu?" tanya Zella dan Theo hanya mengangguk.
"Tidak salah lagi, dia pasti Leviku." batin Zella dengan sangat gembira.
"Bagaimana bisa anda bekerja dengan Tuan Geoffrey?" tanya Zella kemudian. "Apa anda pernah mengalami hilang ingatan?"
Theo sangat terkejut dengan pertanyaan Zella. Bagaimana mungkin tebakan Zella sangat sesuai dengan keadaannya saat ini. Selama ini tidak ada yang pernah bertanya kepadanya tentang hal ini. Tidak pernah ada yang tahu jika Theo mengalami hilang ingatan kecuali Geoffrey, Paula, dan dokter pribadinya.
"Tuan Theo, apa anda mendengar pertanyaan ku?" tanya Zella.
__ADS_1
Theo memandang Zella dengan sangat intens membuat Zella sedikit kikuk dengan pandangan Theo.
"Maaf Nona Zella, saya tidak dapat menjawab pertanyaan anda." jawab Theo membuat Zella terdiam dan segera menghabiskan makan siangnya.