
Kak Azel pun langsung bertanya pada Zella yang terlihat sangat ketakutan.
"Ada apa Zella?" tanya Kak Azel sambil menggendong Tristan.
Zella mencoba mengatur nafasnya. Belum sempat Zella menjawab, tubuhnya langsung diangkat seseorang yang baru saja masuk ke dalam Mansion.
"Istriku pasti sedang ketakutan Kak Azel, dia pasti mengira akan ada seseorang yang hampir menculiknya." ucap Levi membuat Zella tidak percaya sama sekali.
"Levi?!!!" pekik Azel kencang membuat seisi mansion keluar dari kamar mereka masing-masing dan berkumpul di ruang tengah.
"Kau sudah kembali Nak?" tanya Mama Karen dengan mata yang berkaca-kaca memandang putranya sudah kembali.
Sedangkan yang lain hanya terkejut tanpa mampu berkata kata memandang ke arah Levi. Mama Karen mendekat ke arah Levi dan air matanya sudah tidak mampu di bendungnya.
"Turunkan aku," bisik Zella dan Levi segera menurunkan istrinya. Ia pun menyalami dan memeluk mamanya dengan sangat erat.
"Maafkan aku, Ma. Aku sangat merindukan mama. Tapi kali ini, aku teramat sangat merindukan istriku, Ma." ucap Levi dan Mama Karen langsung melepaskan pelulan putranya.
"Mama sangat memahamimu, Nak." ucap Mama Karen.
__ADS_1
"Thank, Ma." jawab Levi yang langsung menarik tangan Zella yang sudah melangkahkan kakinya hendak meninggalkannya.
Levi kembali mengangkat tubuh Zella dan menatap istrinya lekat lekat. "Aku akan menyapa kalian semua, setelah aku menyapa istri tercintaku." ucap Levi membuat Zella tersipu malu.
Yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat kejutan yang Levi berikan pagi ini. Papa Green yang baru dari taman pun hanya tersenyum melihat Levi mengangkat putrinya.
"Kau membuatku sangat malu."ucap Zella menyembunyikan wajahnya di dada Levi.
"Oh yaaaa?" tanya Levi sambil tetap menatap istrinya.
"Aku tidak yakin kau bisa mengetahui dimana letak kamarku." ucap Zella saat Levi mulai melangkahkan kakinya menaiki tangga.
Benar saja, kaki Levi melangkah tepat menuju kamar Zella dan membuka knop pintunya. Levi segera menutup kembali pintu kamar Zella dan menguncinya. Sedangkan yang lainnya ramai membicarakan kedatangan Levi secara tiba-tiba.
Levi merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur dan kemudian melepaskan tas yang masih ada di pundaknya.
"Kau pasti lelah kan, Theo. Aku akan membuatkan minum untukmu." ucap Zella sambil beranjak dari tempat tidurnya.
Dengan cepat Levi menahan tubuh istrinya agar tidak pergi kemana-mana.
__ADS_1
"Aku bukan Theo. Aku adalah suamimu, sayang. My name is Pahlevi Ainsley." ucap Levi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
Tidak dapat dipungkiri, kini Zella merasa sangat bahagia hingga terlihat di binar mata Zella. "Apa aku tidak salah dengar?" tanya Zella dan Levi langsung menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja tidak, Istriku sayang. Ingatanku sudah kembali seratus persen." bisik Levi membuat Zella meremang.
"Tapi kak, bagaimana bisa? Ceritakan padaku." pinta Zella sambil sedikit mendorong tubuh Levi yang hampir menindih tubuh Zella.
"Aku akan menceritakannya nanti, setelah berbuka puasa." ucap Levi membuat Zella mengernyitkan dahinya.
"Berbuka puasa?" tanya Zella balik.
"Hemmm, Apa kau tidak iri melihat Kak Azel, Leon dan Om Bayu sudah memiliki jagoan?" tanya Levi. "Jadi aku akan berbuka setelah berpuasa selama enam tahun, sayang." ucap Levi sambil mulai mengecup bibir Zella singkat.
"Tapi kak,....." Zella mulai menahan tangan suaminya yang hampir melepaskan baju olahraganya.
"Kumohon jangan cegah aku, sayang. Aku sangat merindukanmu." jawab Levi. Rona wajah Zella sudah mulai memerah.
Levi mulai mengecup bibir istrinya pelan dan sangat lembut sambil mencoba membuka baju olahraga Zella.
__ADS_1