Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Prepare 2


__ADS_3

Azel dan Levi langsung menghubungi beberapa vendor kepercayaan GA Corporation untuk mengurus acara pernikahan dadakan Tom. Lily dan Zella menemani Tristan bermain di taman sambil mengawasi asisten rumah tangga mereka membersihkan taman. Sedangkan Tom dan Renata sibuk menyebarkan undangan pernikahan Onlinenya.


"Hemmm, bagaimana aku bisa mencelakai Zella jika semua anggota keluarga berkumpul di Mansion ini?" gumam Renata dalam hati sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling Mansion.


Waktu yang Renata butuhkan sangat sedikit untuk mencelakai Zella dan membatalkan pernikahannya, tapi ia yakin akan berhasil mengingat setiap sudut Mansion memberikan ide brilian padanya untuk membuat Zella celaka atau bahkan sampai cacat.


Tiba-tiba Zella masuk ke dalam Mansion dan menggendong Tristan membuat Levi dan Azel langsung menghadangnya. "Jangan menggendong Tristan!" pekik Azel yang langsung mengambil Tristan dari tangan Zella. "Kamu tuh gak boleh angkat yang berat-berat Zella sayang. Ngerti lagi hamil muda juga." ucap Azel sambil melotot.


"Iya deh iya, thanks kakak galakku." balas Zella.


"Kamu tuh mending yang aku gendong aja sayaaang." ucap Levi sambil menggendong tubuh istrinya.


Renata yang melihat kemesraan keluarga Zella makin iri dan semakin ingin menghancurkan semua kebahagian yang ada di keluarga ini.


"Hei, kita masih harus kerja. Turunin Zella. Ntar ujung-ujungnya malah ke kamar lagi." celetuk Azel.

__ADS_1


Renata langsung menghampiri Zella, Azel dan Levi. "Waaaaah. Kamu lagi hamil ya Zell. Selamat yaa." ucap Renata menyodorkan tangannya.


Levi menurunkan Zella dan Zella membalas jabatan tangan Renata. "Thanks aunty Renata."


"Aunty?" Renata mengerlingkan matanya.


"Tentu saja Aunty. Kau kan akan menjadi bibi kita semua karena sebentar lagi akan menjadi Nyonya Tom Gilbert." celetuk Azel ketus sambil membawa Tristan dan memberikannya pada Lily.


"Sayang, Tristan sepertinya ingin segera mandi." ucap Azel pada istrinya.


"Aku bantu kak Azel dulu ya sayang." ucap Levi sambil mencium bibir istrinya si depan Renata membuat Renata langsung membuang mukanya.


"Si*l. Huh menyebalkan. Bisa-bisanya dia mencium Zella di depan mataku sendiri." gerutu Renata dalam hati.


Zella langsung mengamit lengan Renata dan mengajaknya ke ruang tamu. "Kita duduk di sini saja yuk, Aunty. Oh iya, apa kira-kira yang dapat aku bantu?" tanya Zella saat melihat perubahan raut muka Renata setelah Levi mencium bibirnya.

__ADS_1


Renata kini memandang ke arah Zella dan tersenyum. "Nothing, Zella. Seharusnya kau beristirahat dan jangan terlalu lelah. Bagaimana jika aku membuatkan susu hangat untukmu?" tawar Renata.


"Apa itu tidak merepotkan?" tanya Zella sambil memegang pundak Renata.


"Tentu saja tidak. Tunggu disini, aku akan segera membuatnya untukmu."


"Susu kehamilan ada di lemari kaca. Terima kasih sebelumnya." ucap Zella dan Renata langsung mengangguk.


Renata segera melangkahkan kakinya menuju pantry dan mencari susu hamil Zella. Setelah mendapatkannya, Renata langsung membuatnya.


"Ternyata sangat mudah untuk melenyapkanmu Zella." Renata mengambil obat pencuci perut yang sudah ia siapkan di saku celananya dan mencampurkan pada susu Hamil Zella.


Renata mengaduk sambil tersenyum dengan penuh kemenangan karena sebentar lagi dia akan berhasil melawan Zella setelah dendamnya selama bertahun-tahun mendekam di dalam penjara.


"Aku akan segera melenyapkanmu dan membuat keluargamu menderita." gumam Renata membuat Zella yang sudah berdiri di belakang Renata dari tadi hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Gila juga nyali wanita ini. Masih belum kapok juga ternyata." gumam Zella dalam hati.


__ADS_2