
Zella dan Levi kini sudah di dalam mobil menuju ke hotel yang mereka pesan. Baru saja masuk ke dalam mobil, Zella sudah memejamkan matanya. Levi hanya tersenyum melihat istrinya kelelahan, ia pum mengemudikan mobilnya menuju hotel.
Sesampainya di parkiran hotel, Zella terbangun saat Levi hendak menggendongnya.
"Aku jalan aja Kak." pinta Zella. "Malu dilihat yang lain."
"Hemm, baiklah. Pegang tanganku." jawab Levi memberikan lengannya dan Zella langsung merengkuhnya.
Zella lebih dulu masuk ke dalam kamar, sedangkan Levi masih berdiri di depan pintu kamar. Tiba-tiba pintu di kamar sampingnya terbuka dan Levi buru-buru masuk ke dalam kamarnya. Ia mengintip dari pintu, ternyata Uncle Tom sedang bersama dengan Reny hendak pergi ke suatu tempat.
Levi tidak mau kehilangan kesempatan, ia meminta izin pada istrinya untuk pergi keluar sebentar. Sayangnya Zella sudah tertidur pulas di atas tempat tidur. Levi membenarkan posisi tidur Zella dan menyelimuti tubuh istrinya.
Cup! Levi mengecup kening Zella, menuliskan pesan singkat, dan pergi meninggalkan istrinya.
Sedangkan Reny terus bergelayut di lengan Tom dan membuat Tom panas dingin.
__ADS_1
"Kau ingin aku antar kemana sayang? Bukankah menghabiskan malam di Hotel lebih nikmat daripada menghabiskan malam di luaran sana." tanya Uncle Tom sambil memegang dagu Reny.
"Aku hanya ingin menghabiskan malam di HotClub, Tom sayang. Selama ini kau tidak pernah mengajakku kesana bukan? Aku ingin sekali kesana." jawab Reny merajuk.
Tom yang sudah sangat dimabuk asmara akhirnya menyetujui permintaan Reny. Sesampainya di HotClub, Reny langsung mencari tempat exclusif. Mau tidak mau, kali ini Tom harus merogoh koceknya untuk membayar sewa tempat tersebut.
Roy yang sudah menunggu kedatangan Levi langsung mendekat saat mobil Levi datang.
"Selamat malam, Tuan. Saya sudah menyadap ucapan mereka malam ini." ucap Roy. "Alat sadapnya saya letakkan di kerah kemeja Mr Tom." jelas Roy.
"Baiklah, pastikan kau ambil alat sadap itu saat laundry hotel mengambil pakaian kotor mereka besok." jawab Levi yang langsung masuk ke dalam Club bersama Roy.
"Kenapa kau selalu menghindar sayang?" tanya Tom kesal yang berulang kali mencoba menjamah tubuh Reny tapi selalu gagal.
"Aku takut tidak bisa menahannya dan melampaui batasan antara kita." jawab Reny jengah. Dari awal mendekati Tom, Reny hanya ingin menghancurkan perusahaan Zella. Tapi kini ia justru terlibat dengan perasaan Tom padanya.
__ADS_1
"Apa yang kau takutkan? Aku bisa bertanggung jawab terhadapmu." balas Uncle Tom.
"Bertanggung jawab??? Kita hidup secara realistis sayang, kita butuh biaya besar untuk hidup bersama dan memiliki anak. Bukan hanya cinta saja." Reny kembali membicarakan masalah uang dan harta.
"Baiklah, katakan padaku apa yang kau inginkan?" tanya Tom kesal hasratnya tidak tersalurkan.
"Aku hanya berharap lelaki yang sangat aku cintai mendapatkan hak yang sama di GA Corporation." jawab Reny memainkan jari jemarinya di dada Tom.
Permainan jari Reny saja membuat junior Tom langsung ON. "Apa maksudnya sayang?" tanya Tom menahan erangannya.
Kini Reny memberanikan diri mencium bibir milik Tom sekilas. "Kau berhak menjadi CEO GA Corporation, sayang. Kau bisa menjalankan perusahaan keponakanmu itu. Dengan begitu, aku akan tenang menjalani hidup denganmu dan membesarkan anak-anak kita." jelas Reny membuat mata Tom berbinar.
"Aku akan mengusahakannya sayangku." ucap Uncle Tom membuat Levi yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka melewati ponsel Roy mengepalkan tangannya.
"Benarkah?" tanya Reny dengan sorot mata bahagia.
__ADS_1
"Tentu saja, aku akan segera mengambil alih perusahan milik Zella." jawab Uncle Tom.
Uncle Tom kembali mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir Reny. Reny langsung membalasnya dan keduanya kini saling memagut.