Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Surprise


__ADS_3

Zella membalas pagutan suaminya membuat Levi benar-benar dimabuk kepayang. Levi langsung melepaskan kancing baju Zella satu per satu. Kini bibir Levi turun menyesapi leher istrinya dan membuat tanda disana.


Zella kini meremas rambut Levi dan melepaskan suaranya. "Kaaaaak." lenguh Zella membuat Levi makin semangat mengabsen setiap inchi tubuh Zella. Bibir Levi kini menyapu tempat paling sensitif istrinya, memainkan ujungnya dengan lidahnya hingga membuat Zella justru menekan kepala suaminya ke dadanya seolah meminta agar Levi melakukan hal yang lebih dari pada itu.


******* Zella memenuhi kamar mereka membuat Levi makin gencar memberikan serangan pada istrinya. Keduanya kini sudah tak berbalut apapun. Levi memandangi istrinya yang makin lama terlihat makin cantik.


"Apa aku boleh memberikan salam padanya?" tanya Levi mengusap perut Zella.


Zella yang sudah di atas awan hanya mengangguk memberi persetujuan. Kali ini Levi melakukannya dengan perlahan-lahan, tidak seperti biasanya karena ia sangat takut Zella kenapa napa di usia kehamilannya yang masih sangat muda.


Penyatuan mereka pun terjadi tanpa adanya serangan bertubi-tubi yang biasa Levi luncurkan saat bertempur dengan istrinya. Zella langsung menyelimuti tubuhnya dengan selimut dan menutup matanya. Bibirnya merekah sempurna saat Levi mengecup keningnya.


"Aku sudah menyiapkan kejutan untukmu, sayang." bisik Levi membuat Zella kembali membuka matanya.


"Apa itu?" tanya Zella yang langsung bangun dari tidurnya dan duduk dengan menutup tubuhnya menggunakan selimut.


Levi langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi. Keduanya pun membersihkan diri bersama dalam bath tub tanpa ada permainan extra di dalam kamar mandi.


Zella terkejut saat masuk ke dalam kamarnya dan melihat kotak di atas meja riasnya. Ia pun membuka kotak tersebut dan nampak dress blue navy yang sangat cantik dan pas di tubuhnya.


Levi yang baru saja keluar dari kamar mandi pun mendekat dan memeluk Zella dari belakang. "Pakailah, kita akan pergi dinner malam ini." bisik Levi.

__ADS_1


"Thanks sayang." ucap Zella membuat Levi membalikkan tubuh istrinya dan memegang dagunya.


"Katakan sekali lagi, sayang." pinta Levi.


"Terima kasih sayangku." jawab Zella yang kemudian mengecup bibir Levi sekilas dan langsung berbalik untuk mengganti pakaiannya.


"Kalau mau dinner, bersiaplah sayang. Aku juga sudah lapar." ucap Zella yang mendapati suaminya masih mematung di belakangnya.


"Hemmm, sepertinya aku sangat menyukai panggilanmu ini sayang." jawab Levi yang kemudian meraih pakaiannya dan memakainya.


Jika tidak mengingat istrinya sedang hamil muda, Levi pasti akan kembalilah selamat menggempur Zella habis habisan. Entah mengapa Zella benar-benar menjadi candu baginya.


"Kenapa harus seperti ini sayang?" tanya Zella yang merasa hal ini terlalu berlebihan. Dia masih sanggup berjalan, bahkan beberapa waktu terakhir juga dia masih melakukan kegiatan secara normal. Tidak ada rasa mual seperti wanita hamil lainnya.


"Aku tidak ingin kau terlalu lelah. Menurutlah padaku." bisik Levi.


Levi turun menapaki tangga satu per satu. Sesampainya di tempat yang sudah ia siapkan, ia mendudukkan istrinya dan membuka penutup matanya.


Mata Zella berbinar melihat sekelilingnya terlihat sangat romantis dan sangat pas dengan suasana hatinya. "It's so amazing." puji Zella.


"Belum semuanya, aku juga akan memberikan kejutan untukmu." Levi kemudian meminta Zella mengalihkan pandangannya ke ruang tamu.

__ADS_1


Tampak Papa Green, Kak Azel, dan Lily berjalan ke arahnya membuat Zella sangat bahagia.


"Papaaaaaa." pekik Zella hendak menghambur memeluk papanya. Sayangnya Levi langsung menahan Zella agar tetap di tempatnya. Akhirnya saat papa Green mendekat, Zella langsung memeluk papanya erat.


"Hei, kenapa kau justru menahan Zella untuk menyambut kami?" tanya Azel kesal yang sudah lama menunggu Levi turun ke bawah membawa Zella. Bagaimana Azel tidak kesal, rencana surprise untuk Zella justru membuatnya dan yang lain kelaparan. Untung saja Lily selalu membawa makanan cadangan untuk baby Tristan.


"Aku hanya tidak ingin istriku kelelahan." jawab Levi santai membuat Azel semakin geram.


"Apa hanya lima langkah membuat istrimu lelah?" sarkas Azel yang tidak terima dengan alasan Levi.


"Tentu saja, aku tidak ingin Levi junior kenapa napa." jawab Levi.


"Kau hamil, sayang?" tanya papa Green dan Zella mengangguk.


"Congratulation sayaaaang." ucap Papa Green dan Lily beriringan.


Kini gantian Lily yang memeluk Zella dengan erat. Mereka benar-benar sangat gembira mendengarkan berita ini.


"Hemmm, ternyata tidak sia-sia yaa adik kesayanganku ini begitu mempertahankan pendiriannya dan terus menganggap kamu masih hidup." ucap Azel pada Levi. "Tapi ingat, aku masih sangat kesal denganmu yang sudah membuat kami kelaparan." ucap Azel membuat yang lainnya tertawa.


Akhirnya mereka semua menikmati hidangan yang dimasak oleh Levi sendiri sambil bercerita dan melepas kerinduan.

__ADS_1


__ADS_2