
"Apa Tuanmu akan segera ke Berlin, Theo?" tanya Zella sedikit curiga. Mendengar pertanyaan Zella, Theo mulai bimbang harus menjawab apa.
"Kau pasti merahasiakan sesuatu dariku, kan?" sarkas Zella terlihat sangat garang. "Katakan padaku, kapan dia datang?" desak Zella membuat Theo tidak tahu harus menjawab apa.
"Theo!" pekik Zella sambil menggoncang goncangkan tubuh Theo. "Jawab dong! Jangan diem aja!"
Zella terus mendesak Theo untuk segera menjawab pertanyaannya. Posisi keduanya sangat dekat, bahkan Zella juga sengaja menempelkan tubuhnya pada tubuh Theo.
"Emmmm, maaf Zella. Aku tidak tahu." jawab Theo sangat gugup dengan posisinya saat ini.
"Kau pasti bohong!! Huft, dasar asisten tidak tahu diri." ucap Zella sambil meninggalkan Theo yang masih berdiri di belakang pintu kamar Zella.
Zella kini masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan dirinya. Sedangkan Theo pun langsung mengelus dadanya sambil berbalik dan keluar dari kamar Zella. Ia pun masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Bayangan Zella terus menari-nari di pelupuk matanya. Berbagai pertanyaan kini memenuhi pikirannya tentang masa lalu Zella. Kenapa makin lama ia makin merasa bahwa ia makin tidak bisa jauh dari Zella. Ia makin ingin terus berada di dekat Zella dengan status Zella yang sudah menikah dan sedang mencari suaminya.
Kini Theo benar-benar di ambang kebingungan, terlebih setelah mendengar Geoffrey yang akan segera kembali ke Berlin.
"Ayolah Theo, berfikirlah dengan baik." ucap Theo pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Aku sudah menyatakan perasaanku, tapi aku belum tahu perasaan Zella terhadapku." gumam Theo. "Hemmm, Sepertinya aku harus segera menanyakan bagaimana perasaan Zella padaku" ucap Theo dalam hati.
...***...
Sore harinya, Zella nampak sedang duduk di taman sambil menelfon seseorang menggunakan panggilan video. Awalnya Theo tidak ingi mengganggu aktivitas Zella, tapi akhirnya Theo pun mendekat untuk mengetahui siapa yang sedang menelfon Zella.
"Kami sangat merindukanmu, Zellla. Pulanglah ke Indonesia. Memangnya kau tidak ingin bertemu dengan anak laki-lakiku?" tanya Silla (adik Levi) memperlihatkan Leon Junior yang sedang bermain bersama Omanya.
"Benar kata Silla, segeralah pulang, nak." pinta Mama Karen (Mama Levi).
"Iya Maaa, Aku akan segera membawa Leviku pulang." jawab Zella.
"It's okey, Ma." jawab Zella yang merasa ada seseorang berjalan mendekat ke arahnya.
Mama Karen dan Silla langsung tercengang melihat Levi yang sudah berdiri di belakang Zella. Mulut mereka serentak menganga dan langsung keluarlah buliran air mata di mata Mama Karen dan Silla.
"Oh Theo, kenalkan ini adalah Mama dan adik perempuanku." ucap Zella sambil mengarahkan ponselnya agar Theo terlihat oleh Mama Karen dan Silla.
Theo terus memandangi kedua wanita yang dikenalkan Zella dan membuatnya sedikit mengingat sesuatu. Tetapi, ketika Theo mencobanya untuk mengingat lebih, kepalanya langsung terasa sakit.
__ADS_1
"Awh," pekik Theo pelan.
"Maaa, Silla. Maaf sepertinya Theo sakit kepala. Nanti aku akan menghubungi kalian lagi ya." ucap Zella mematikan panggilannya.
Zella langsung mengajak Theo untuk duduk dan memberikan pijatan di kepala Theo. Hanya sebentar saja, kini sakit di kepala Theo sudah mulai reda.
"Maafkan aku, Zella. Aku sudah merusak panggilanmu." ucap Theo merasa sangat bersalah. Tapi ada satu kata terselip di hati Theo saat melihat wanita paruh baya yang tadi menelfon Zella. Kata "mama" yang belum mampu keluar di mulut Theo.
"It's okey, Theo. Apa sudah mendingan?" tanya Zella dan Theo hanya mengangguk.
"Zella, bolehkah aku menanyakan sesuatu hal pribadi terhadapmu?" tanya Theo.
Zella mulai menebak nebak apa yang akan ditanyakan Theo padanya. Apa Theo sudah mengingat sesuatu tentang masa lalunya? Apa dia mengingat Mama Karen dan Silla?
"Katakan saja apa yang ingin kau tanyakan, Theo." jawab Zella.
Theo mengambil nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Aku sudah menyatakan perasaanku padamu, Zella. Bagaimana perasaanmu terhadapku? Apakah ada perasan khusus untukku di dalam hatimu, Zella?" tanya Theo sambil memandang ke arah Zella.
__ADS_1