Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Bumil Agresif


__ADS_3

"Kenapa harus di kamar sih makannya?" gerutu Zella. "Aku kan kangen makan bareng sama mereka sayaaaaaang." rengek Zella.


"Sayaang kan baru aja pulang dari rumah sakit. Aku gak mau kamu terlalu lelah naik turun tangga." jawab Levi sambil menyuapi istrinya.


"Kan kak Levi bisa gendong aku." timpal Zella manja membuat Levi hanya menggelengkan kepalanya.


"Tidak sekarang, aku akan menggendongmu nanti saat makan malam." janji Levi membuat mata Zella berbinar.


Sambil mengunyah makanannya, Zella menanyakan tentang Uncle tom dan Renata. Levi pun menjawab pertanyaan Zella sesuai apa yang diceritakan Uncle Tom padanya tadi.


"Aku sudah menduganya itu pasti akan terjadi karena Renata sudah tidak bisa berkutik lagi." ucap Zella di akhir kunyahannya.


"Hemmm, istriku makin luar biasa sekarang. Aku benar-benar tidak menyangka kau setangguh ini sayang." puji Levi yang mulai menyantap makanannya.


"Ini adalah caraku bertahan hidup, sayang. Saat kau pergi menghilang dan keluargaku sangat jauh dariku." tukas Zella. "Yang jelas aku sangat bersyukur karena apapun yang terjadi adalah pembelajaran yang sangat berarti."

__ADS_1


Levi yang sudah menyelesaikan makannya langsung memanggil asisten rumah tangganya untuk membawa piringnya ke pantry dan Levi pun langsung naik ke atas ranjang dan duduk di samping Zella.


"Aku sangat bangga memiliki istri sepertimu, sayang." puji Levi dan Zella langsung meletakkan kepalanya manja di dada Levi.


"Aku tangguh juga karenamu," Zella mencubit dada Levi. Kali ini nada bicara Zella terdengar sangat manja.


Levi langsung merebahkan tubuh Zella dan memeluknya. "Istirahatlah sayang, aku akan menemanimu."


Zella diam tidak menjawab. Ia justru memainkan jarinya di dada Levi dan turun ke perutnya. Ia pun menaikkan kaos yang dipakai Levi agar Levi melepaskannya. Setelah Levi melepaskan kaosnya, kini Zella pun melepaskan blouse yang masih dipakainya.


"Ada apa?" tanya Zella yang kini mulai melepaskan pengait br* miliknya dan melepaskan begitu saja membuat Levi menelan ludahnya kasar. Jika Levi tidak mengingat istrinya sedang mengandung dan baru saja pulang dari rumah sakit, ia pasti sudah melahap Zella habis.


"Apa kau merindukan ini, sayang?" tanya Levi sambil menunjuk ke arah senjatanya yang sudah ON.


Zella menggelengkan kepalanya. "Tidak!" jawab Zella mantap membuat Levi mengernyitkan dahinya. "Entah kenapa sejak aku hamil, ni*pl* milikku sangat gatal sayang. Bisakah kau menolongku?" tanya Zella sambil sedikit membusungkan da-danya.

__ADS_1


Dengan pelan Levi mengusap dada istrinya dan jarinya bermain tepat di area sensitifnya. "Naaah, itu terasa lebih baik sayang." ucap Zella membuat Levi bern*fs* dan me-re-m*s dada Zella.


Zella benar-benar merasakan kenikmatan luar biasa terlebih saat lid*h Levi mulai menyapu ni**lenya yang sudah tegak. Levi melakukannya dengan perlahan-lahan dan bergantian antara kanan dengan kiri membuat Zella mulai dimabuk kepayang.


Tangan Zella pun menekan kepala Levi dan kini Levi meny*#u seperti bayi membuat milik Zella yang tadinya terasa gatal, kini berganti dengan rasa nikmat yang tiada tara.


"Bisa lebih kencang sayang?" pinta Zella membuat Levi semakin berna**u melahap dada Zella.


Setelah Zella merasa puas, ia pun meminta Levi melepaskan nya dan Zella langsung menutup tubuhnya dengan selimut. Tanpa menunggu lama, Zella pun tertidur dan Levi langsung menuntaskannya miliknya ke kamar mandi.


...***...


Setelah menuntaskannya dinkamar mandi, Levi kembali naik ke atas ranjang dan masuk dalam selimut Zella. Ia pun membuka ponselnya untuk mencari tahu apa yang sedang Zella alami sekarang.


"Hemmm, ternyata itu namanya ngidam. Kenapa ngidamnya saja sangat menguntungkan bagiku." gumam Levi sambil mengecup kepala Zella yang sudah masuk dalam alam mimpi.

__ADS_1


"Have a nice dream, sayang. Kuharap besok kamu ngidam lagi ya." bisik Levi sambil memeluk tubuh istrinya.


__ADS_2