
Levi langsung mengunci pintu ruangan Zella dan menutup semua jendela rapat rapat. Ia pun melepaskan ikat pinggangnya sambil berjalan ke arah Zella.
Zella menutup mukanya malu saat Levi sudah melepaskan celananya. "Kenapa kau tidak membawaku ke kamar, sayang?" tanya Zella menunjuk ke arah kamar di balik kursi kebesarannya.
"Aku ingin melakukannya di sini, sayang. Sepertinya aku akan lebih semangat bekerja jika mengingat permainan panas kita di sofa ini." jawab Levi membuat rona wajah Zella memerah.
Tanpa pikir panjang, Levi langsung membuka kancing blouse Zella satu per satu dan menanggalkannya sambil mel*mat bibir istrinya. Levi mengabsen tiap inci tubuh Zella mulai dari bibir, leher, dan berhenti di tempat favorit Levi, yaitu dada Zella.
Levi terus memberikan lukisan terindah di dada Zella dan membuat Zella menggelinjang tidak karuan.
"Kau tahu, sayang. Saat pertama mencicipi ini, sizenya tidak sebesar ini. Yang ini membuatku kecanduan untuk terus melahapnya." puji Levi membuat Zella tersipu malu.
"Kaaaaak, jangan ngomong gitu aaah." lenguh Zella sambil menekan kepala suaminya untuk terus bermain di dadanya.
Satu ronde selesai membuat keduanya melepaskan milik mereka masing-masing. Akhirnya pergumulan panas mereka berakhir saat Levi harus segera meeting dengan Geoffrey di ruangan Azel. Levi mengangkat tubuh Zella ke ruangan khusus dan membaringkannya di atas tempat tidur. Ia pun segera mengganti pakaiannya yang awut awutan dan merapikan penampilannya.
"Aku akan segera kembali, sayang. Istirahatlah." ucap Levi mengecup kening Zella dan menyelimuti tubuh istrinya.
__ADS_1
"Salam buat Tuan Geoffrey dan juga Vanya." ucap Zella dalam selimut dan Levi langsung menganggukan kepalanya.
Levi bergegas ke ruangan Azel. Dilihatnya Azel sudah bersungut-sungut menanti kehadirannya sejak setengah jam yang lalu.
"Suruh saja istrimu pulang ke Mansion. Menggangu waktu kerja kita saja." gerutu Azel saat Levi sudah duduk di hadapannya.
"Maaf kak, tadi aku ada meeting khusus dengan Zella." sanggah Levi membuat Azel berdecih. "Baiklah, kita akan bahas point meeting kita kali ini. Masih ada waktu setengah jam bukan?" jawab Levi tanpa rasa bersalah membuat Azel semakin kesal.
"Kau ini yaa. Cepat kita bahas pointnya, setelah itu aku akan segera memecat Direktur Perusahaan ini karena meeting khususnya." tukas Azel membuat Levi terkekeh dalam hati.
Kurang dari setengah jam, Azel sudah menguasai materi meeting dengan Perusahaan Geoffrey. Geoffrey pun datang tepat pada waktunya dan meeting kali ini berjalan sangat lancar dan sesuai rencana.
"Tuan Azel dan Tuan Levi, tanpa mengurangi rasa hormat, datanglah ke acara pernikahan saya yang akan dihelat minggu depan." ucap Geoffrey dengan bahasa yang sangat santun.
"Kami usahakan akan hadir." ucap Azel.
"Zella juga menitipkan salam pada anda dan juga calon istri anda," ucap Levi dan disambut dengan penuh suka cita oleh Geoffrey mengingat dirinya dulu pernah memiliki perasaan khusus pada Zella.
__ADS_1
"Salam kembali untuk Nona Zella. Salamnya juga akan saya sampaikan kepada Vanya. Kalau begitu, saya permisi dulu." ucap Geoffrey undur diri.
Setelah kepergian Geoffrey, Azel dan Levi kembali berkutat mempelajari setiap perkembangan perusahaan yang Zella dirikan. Hingga tiba waktu jam makan siang, mereka baru berhenti dan memutuskan untuk beristirahat.
Baru saja Levi hendak keluar dari ruangan Azel, Lily datang dan membawakan makan siang untuk mereka bertiga. Anehnya, kali ini Lily datang sendiri tanpa membawa Tristan.
"Kakak Ipar, dimana Tristan?" tanya Levi.
"Dia sedang tidur siang bersama papa." jawab Lily sambil menata makan siang untuk mereka di meja.
"Sayang, dua kotak makan itu berikan saja pada Levi. Biarkan dia makan siang bersama istrinya di ruangannya." pinta Azel pada Lily.
Lily pun memberikan dua kotak makan pada Levi.
"Terima kasih kakak ipar." ucap Levi. "Hemmm, sepertinya ada yang mau menyantap istrinya di siang bolong gini. Hati hati ya kakak Ipar. Kak Azel sedang lapar berat." celetuk Levi sambil ngacir keluar dari ruangan Azel.
Mendengar ucapan Levi membuat Azel memekik pelan. "Dasar adik ipar laknat. Jangan dengarkan dia."
__ADS_1
Lily yang tidak paham dengan apa yang dibicarakan Levi dan suaminya hanya mengedikkan bahunya.