
Levi langsung menggendong tubuh Zella sesampainya di mansion dan langsung membawanya ke dalam kamar. Ia bahkan mengacuhkan papa Green, papa mertuanya yang menanyakan tentang kabar kehamilan Zella.
"Nanti dulu ya pah, nanti pasti akan Levi kabarin deh hasil yang dari dokter." ucap Levi melewati papa Green begitu saja.
Papa Green dan Azel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Levi dan Zella kali ini. Setelah masuk ke dalam kamar, Levi langsung merebahkan tubuh istrinya ke atas ranjang.
Zella langsung membuka pengait br* miliknya dan masih tetap menggunakan blousenya membuat Levi sedikit mengerutkan dahinya.
"Kenapa tidak dilepas semua?" tanya Levi yang sudah menanggalkan seluruh pakaiannya.
"Aku mau distimulasi dari luar blouse. Sepertinya menyenangkan." jawab Zella yang sudah menarik tangan suaminya untuk memainkan ni**lenya dari luar blouse yang dikenakannya.
Levi pun menuruti permintaan Zella kali ini. Baru sebentar saja, Zella sudah mulai ter-rang-sang dan mulai menanggalkan pakaiannya. Zella memang terlihat makin seksi dengan baby bumpnya dan bu*h d*d*nya yang semakin berisi.
Perlahan-lahan Levi menikmati da-da istrinya yang sangat menantang dan tentunya sebentar lagi pasti akan menjadi rebutan dengan baby twin mereka. Levi juga memberi lukisan di setiap inchi tubuh Zella dan kini mereka mulai menyatukan kepemilikan mereka.
Benar saja yang dikatakan Dokter Brianna, setelah mereka melakukan pelepasan pertama, perut Zella langsung kontraksi hebat dan membuat Levi sedikit khawatir.
__ADS_1
Levi segera memakai pakaiannya dan memakaikan pakaian Zella yang saat ini sedang mengaduh kesakitan karena kontraksi di perutnya tidak kunjung reda seperti biasanya.
Levi segera memanggil Lily untuk melihat keadaan Zella.
"Sepertinya baby Twin sudah ingin segera melihat dunia. Lebih baik segera beri kabar ke Dokter Brianna untuk bersiap-siap. Kita bawa Zella ke rumah sakit secepatnya." jelas Lily sambil membantu memijat punggung Zella.
Levi langsung mengangkat tubuh Zella dan membawanya ke mobil. Levi benar-benar panik melihat Zella yang terus merintih kesakitan, ia pun memijat pinggang Zella seperti apa yang dilakukan Lily tadi.
Sesampainya di rumah sakit, Dokter Brianna segera memeriksa kandungan Zella. Ternyata Zella sudah pembukaan ke empat dan sebentar lagi akan melahirkan.
"Waaaaah, ternyata kalian pendengar yang baik ya. Baru saja aku beritahu, ternyata langsung dikerjakan. Dan ini adalah praktek tercepat dari beberapa pasienku." puji Dokter Brianna yang melihat beberapa kissmark di tubuh Zella akibat ulah Levi.
Ketuban Zella pun pecah dan ia sudah mulai diarahkan untuk mengejan pelan. Levi melihat perjuangan Zella melahirkan anaknya pun langsung meneteskan air matanya sambil terus menguatkan Zella.
Pembukaan Zella sudah sempurna dan Kepala bayi pertama Zella sudah terlihat. Dokter Brianna mengarahkan Zella untuk mengejan sekuat mungkin dan baby G yang pertama berhasil terlahir.
Kini tinggal yang satunya lagi. Zella harus mengejan lagi sekuat tenaga untuk melahirkan kembaran baby G. Levi benar-benar memberi suport kepada Zella untuk terus berjuang. Akhirnya baby G kedua pun terlahir dengan selamat.
__ADS_1
Zella langsung meneteskan air matanya dan ia benar-benar merasa sangat bahagia hari ini. Bahkan rasa sakit yang teramat ia rasakan tadi pun hilang bersamaan dengan tangisan baby twinnya.
"Selamat Zella. Kau benar-benar wanita yang sangat hebat." puji Dokter Brianna memberikan bayi kembar Zella padanya untuk inisiasi menyusu dini.
Levi benar-benar sangat bahagia melihat pemandangan paling indah di hadapannya hari ini. ASI Zella pun sudah keluar dan baby G mulai belajar me-ny*-s*.
Kini kebahagiaan Levi dan Zella lengkap sudah setelah kelahiran baby G.
"Katakan siapa nama bayi mengemaskan ini Zella." tanya Dokter Brianna yang masih setia di dekat Zella.
"Yang perempuan bernama Gwen Ainsley, yang laki-laki bernama Glen Ainsley." jawab Zella dengan senyum lebarnya.
💝💝💝
Pelangi kini sudah hadir di keluarga Zella sejak kehadiran Baby Twin G. Sekian cerita dari novel "Mengejar Pelangi."
T A M A T
__ADS_1