
Benar dugaan Zella, kini Renata terus memanggil namanya untuk meminta tolong dari dalam kamar mandi.
"Aku akan memenuhi panggilan Renata. Kau istirahat saja." ucap Lily yang beranjak dari tempat duduknya.
"Jangan!" cegah Zella. "Lebih baik kita panggil Uncle Tom saja. Aku takut lantai kamar mandi licin dan nanti Kak Lily celaka." ucap Zella dan Lily langsung memanggil Uncle Tom untuk membantu Renata.
Tak lama kemudian uncle Tom datang dengan tergesa gesa. "Apa yang terjadi dengan Renata?" tanya uncle Tom pada Zella.
"Dia berteriak minta tolong dari dalam kamar mandi dan aku terlalu lemas untuk menolongnya." jawab Zella dan Tom langsung berjalan ke kamar mandi dan membuka pintunya.
Karena terburu-buru, Tom jatuh terpeleset dan hampir saja kepalanya terantuk ke lantai. Lily yang berdiri dari luar kamar mandi kini menutup mulutnya terkejut. Ia tidak membayangkan jika ia tadi benar-benar memenuhi panggilan Renata.
Renata yang berdiri di ujung kamar mandi kini berdecih melihat bukan Zella yang masuk ke kamar mandi dan justru Tom yang masuk ke dalam perangkapnya. Tom yang berusaha berdiri kembali terpeleset karena sabun yang sengaja ditumpahkan oleh Renata sangat banyak.
__ADS_1
"Kenapa bisa seperti ini, sayang?" tanya Tom kesal setelah mendapati dirinya gagal berdiri tiga kali.
"Aku tidak tahu sayang. Aku tidak sengaja menjatuhkan sabun mandi Zella dan tumpah kemana-mana." jawab Renata.
"Harusnya Zella yang terpeleset di kamar mandi, bukan Tom." kesal Renata dalam hati.
"Coba nyalakan shower nya uncle untuk menghilangkan sabun sabun itu. Setelah itu cobalah berdiri." ucap Zella dari luar kamar mandi.
"Tanganku tak bisa menjangkau kerannya." keluh Tom. "Sayang, coba kau nyalakan shower kamar mandi. Posisimu yang lebih dekat dengan keran." pinta Tom dan Renata kini berusaha meraih keran tersebut.
"Katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi tadi?" tanya Tom pad Renata karena ia terlihat baik baik saja.
"Ada kecoak, sayang. Dan aku sangat takut." jawab Renata. Tom tidak menimpali jawaban Renata yang menurutnya sangat tidak masuk akal dan langsung keluar dari kamar Zella.
__ADS_1
Cepat-cepat Lily menutup pintu kamar Zella. Dan Zella membuka ponselnya dan memutar rekaman video di pantry dan memperlihatkan didepan Renata.
Betapa terkejutnya Renata saat mengetahui Zella ternyata sudah merekam aksi jahatnya.
"Aku bukan lah tandinganmu, Aunty." ucap Zella menutup ponselnya kembali. "Kau juga pasti akan mencelakai diriku di kamar mandi bukan? Dan aku pastikan itu tidak akan berhasil. Bahkan aku sudah mengetahui kalau kau akan menggagalkan pernikahanmu dengan Uncle Tom." ucap Zella panjang lebar membuat Renata kini diam tidak berkutik.
"Sepertinya kau sangat merindukan hidup di bui ya. Atau ingin merasakan bui di negara ini?" tanya Zella dan Renata langsung duduk bersimpuh dan meminta ampun.
"Jangan Zella. Kumohon jangaaan. Jangan laporkan aku pada polisi. Ampuuuun Zella." pinta Renata.
Lily yang mendengar penuturan Zella kali ini pun berdecak kagum dan penasaran. Dari mana Zella mengetahui semua rencana Renata.
"It's so easy, aunty. Cukup turuti aku, maka aku akan mengampunimu." ucap Zella.
__ADS_1
Kini Renata mengangguk pasrah karena ia benar-benar tidak ingin kembali masuk ke dalam bui.