
Saat keluar dari mobil, Geoffrey langsung mengecek kinerja karyawannya secara langsung di lantai bawah.
"Nona Zella, anda langsung ke ruangan saja bersama Theo. Ada yang harus saya lakukan di lantai bawah." ucap Geoffrey dan Zella langsung melangkahkan kakinya menuju lift khusus Direktur bersama Theo.
Di dalam Lift, Theo langsung memojokkan dan mengunci tubuh Zella.
"Kau membuatku sangat cemburu, Zella." ucap Theo sambil menatap tajam ke arah Zella. "Kenapa kau ikat rambutmu seperti ini?" gertak Theo membuat Zella sedikit takut.
"Ini di kantor Theo, kau tidak berhak seperti itu. Aku Direkturmu." ucap Zella sedikit bergetar.
Theo melirik jam yang ada di tangannya, "jam kerja masih lima belas menit lagi, Zella. Jadi kini kau bukanlah atasanku." jawab Theo sambil mendekatkan tubuhnya dan bibirnya mulai menyentuh bibir Zella.
Kali ini rasa sakit di kepalanya tidak lagi datang membuat Theo makin memperdalam ciumannya dan tangannya melepas ikatan di rambut Zella. Kini rambut Zella terurai dan Theo menyimpan ikat rambut Zella di saku celananya.
__ADS_1
Theo memagut bibir Zella dengan sangat lembut membuat Zella mulai mengimbangi permainan Theo. Theo pun mulai melepaskan pagutannya saat Lift berhenti dan pintu mulai terbuka.
Zella segera merapikan riasannya dan tatanan rambutnya sebelum masuk ke dalam ruang kerjanya. Zella mulai berkutat dengan beberapa berkas di mejanya. Tinggal dua hari lagi Zella di Perusahaan Hilton, setelah itu dia akan mengecek kantor cabang miliknya sendiri yang saat ini sedang dipegang oleh Azel.
Masih sibuk dengan pekerjaannya, ponsel Zella berdering dan muncul notifikasi pesan dari Theo.
......Theo......
...Aku sangat menikmati ciuman di lift tadi, Nona Zella. Aku tahu kau juga pasti menikmatinya, aku sangat senang kini dapat menikmati bibirmu dengan leluasa. Kau pasti mencintaiku, bukan? Tak perlu lagi kau jawab karena aku sudah tau jawabannya....
Tak lama kemudian Tuan Geoffrey pun datang. Kini Zella berkutat berdua saja dengan Tuan Geoffrey membahas tentang sistem baru yang Zella terapkan di Perusahaan Hilton. Sedangkan Theo hanya dapat memendam rasa cemburunya melihat kedekatan mereka berdua.
Hingga tiba waktu istirahat siang, Theo harus melihat Tuan Geoffrey dan Zella meninggalkannya di ruang kerja sendirian.
__ADS_1
"Aku pergi dulu ya Theo." ucap Tuan Geoffrey yang sudah berdiri di samping Zella.
"Iya, Tuan. Hati hati di jalan." jawab Theo tanpa melihat ke arah Zella sedikit pun.
Tuan Geoffrey dan Zella langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift.
"Granpa dan Granny bercerita banyak tentangmu, Nona Zella." ucap Geoffrey membuka pembicaraan.
"Anda ternyata sangat bertalenta sejak kecil ya. Saya sungguh sangat mengagumi anda, Nona." ucap Geoffrey kemudian.
"Apa mereka juga menceritakan bahwa aku sudah pernah menikah?" tanya Zella berharap Geoffrey sudah mengetahui bahwa Theo adalah Levinya yang hilang.
"Apa? Anda sudah menikah?" tanya Geoffrey tampak sedikit terkejut. "Bukankah usia anda masih sangat muda, Nona Zella? Granpa dan Granny tidak pernah membahas hal itu. Mereka hanya menceritakan pencapaian yang sudah anda raih." jelas Geoffrey sedikit berbohong membuat Zella kembali kecewa.
__ADS_1
"Ohhh, begitu." balas Zella mulai terlihat malas menanggapi penjelasan Geoffrey.
Kini keduanya hanya membahas tentang bisnis dan pekerjaan di perusahaan hingga tiba di Restoran yang sudah dipesan oleh Theo.