
Pagi ini, uncle Tom sudah siap menunggu Zella di depan ruangannya. Ia harus meminta haknya di Perusahaan GA Corporation. Tanpa menunggu lama, Zella sudah tiba di kantor dan tidak terkejut Uncle Tom sudah menunggunya di luar ruangan.
"Ada hal penting yang harus kita bicarakan Zella." ucap Uncle Tom.
"Baik Uncle, silahkan masuk." ucap Zella membuka pintu ruangannya.
Levi pun ikut masuk ke ruangan Zella dan Uncle Tom langsung menghalanginya.
"Aku sedang perlu dengan keponakanku sendiri. Tinggalkan kami berdua." pinta Uncle Tom kepada Levi. Tapi bukan Levi namanya jika ia mundur begitu saja.
"Ini juga ruanganku, Uncle. Apa pun masalah Zella, urusan Zella, atau segala sesuatu yang menyangkut Zella itu juga urusanku." jelas Levi yang langsung menyeruak masuk ke dalam.
Benar saja, meja kerja Levi sudah ada di dalam ruangan Zella membuat Uncle Tom makin kesal. Levi duduk di kursi seberang Zella, sedangkan Uncle Tom duduk berhadapan dengan Zella.
__ADS_1
"Katakan kepentinganmu, Uncle." pinta Zella.
Uncle Tom menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya. "Aku menuntut Hak Kepemilikan GA Corporation. Bukankah aku yang lebih banyak bekerja keras untuk memajukan perusahaan ini? Seharusnya aku berhak atas perusahaanmu." ucap Uncle Tom panjang lebar.
"Baiklah, katakan apa yang kau minta? Aku akan segera memberikan hakmu, Uncle." jawab Zella santai membuat Uncle Tom lega.
"Ternyata tidak sesulit yang aku kira selama ini." batin Tom bersorak ria. "Aku akan segera mendapatkanmu, Reny sayang." teriak Tom dalam hati yang sangat berbunga-bunga.
"Tapi aku tetap harus meminta persetujuan suamiku, Uncle. Sebab modal terbesar perusahan GA Corporation berasal dari perusahaan miliknya." Jelas Zella membuat Tom putus harapan.
Kali ini Uncle Tom langsung menuju ke meja Levi. "Aku sangat berterima kasih padamu Levi." ucap Uncle Tom yang kini duduk di hadapannya.
"Katakan saja apa yang kau inginkan!" Levi memberi titah.
__ADS_1
"Aku minta saham perusahaan lima puluh persen menjadi milikku dan diaturkan menjadi namaku." ucap Uncle Tom membuat Zella sangat terkejut. Ia hampir saja menggebrak mejanya karena sikap Uncle Tom yang berubah sangat drastis.
"Itu hal yang mudah. Hanya lima puluh persen bukan?" Levi kini balik bertanya dan Uncle Tom menganggukkan kepalanya.
"Kembalilah ke ruanganmu, nanti aku akan mengurusnya dengan pengacara Zella." jelas Levi dan Uncle Tom dengan hati gembira melangkahkan kakinya keluar ruangan.
Setelah Uncle Tom keluar dari ruangan, Levi langsung mendekat ke arah Zella. "Apa kau masih marah sayang?" tanya Levi memainkan rambut istrinya.
"Hemm," jawab Zella singkat membuat Levi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan untuk meredakan amarahmu sayang?" tanya Levi.
Zella beranjak dari tempat duduknya dan kini keduanya saling berhadapan. "Fikirkan sendiri caranya." jawab Zella. "Aku adalah orang yang profesional dalam bekerja. Jadi kita harus selesaikan masalah Uncle Tom bersama, Tuan Levi." ucap Zella yang kemudian memperlihatkan rencananya untuk mengatasi permintaan gila Uncle Tom.
__ADS_1
Levi tersenyum melihat istrinya yang makin hari semakin menggemaskan. "Baik Nona Zella, saya juga akan profesional dalam bekerja." jawab Levi yang langsung berubah serius.
Keduanya langsung memanggil pengacara GA Corporation dan juga Roy sebagai saksi terpercaya. Cukup dalam waktu satu setengah jam mereka menyelesaikan urusan ini dan kemudian Levi segera memanggil Uncle Tom untuk masuk ke dalam ruangannya.