Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
The Wedding of 2R


__ADS_3

Selama perjalanan menuju hotel, Rafe terus saja memainkan ponselnya tanpa melihat ke arah Reyna sedikit pun, sampai mobil mereka tiba di hotel pun Rafe masih terlihat boasa saja.


Di ballroom hotel, Tamu undangan sudah ramai berdatangan memenuhi undangan Tuan Nico. Zella pun juga sudah tampak terlihat berdiri di samping suaminya. Reyna pun memandangi dan mengagumi kecantikan Zella yang memang terlihat sangat natural sampai Reyna tersandung dan hampir saja terjatuh jika Rafe tidak menahannya.


"Hei, jangan melamun, Reyna." bisik Rafe menyadarkan Reyna.


"Maaf, Tuan." ucap Reyna yang kembali fokus.


Pernikahan Rafe dan Reyna pun terlaksana dengan sangat lancar. Kini tiba para tamu undangan untuk memberi selamat pada kedua mempelai.


"Hellooo, Reyna. Starke Frau." puji Zella yang mengatakan bahwa Reyna adalah wanita yang kuat dalam bahasa jerman. "Congratulations for you." Zella memeluk Reyna hangat membuat Reyna merasa di atas awan dipuji seorang Nona Muda ternama di Jerman.


"I'm really impressed you praised me, Nona Grizelle." balas Reyna yang merasa sangat berkesan sekali dipuji oleh Zella.

__ADS_1


Setelah memberi selamat pada Reyna, Zella terlihat biasa saja saat memberi selamat pada Rafe. Reyna juga tidak melihat Rafe berlebihan bersikap pada Zella membuat ada kelegaan dalam hati Reyna.


"Oh My God, apa yang fikirkan Reyna." rutuk Reyna dalam hatinya.


Acara demi acara pun sudah terlewati dan kini Reyna dan Rafe sudah berada di kamar hotel dengan jenis cabana, dimana terdapat kolam renang privat di kamar yang dipesan Levi untuk hadiah pernikahan Rafe dan Reyna.


Reyna mencoba membuka gaunnya, dan Rafe datang dari belakangnya untuk membantunya. Reyna langsung meremang saat tangan Rafe membuka reseleting gaunnya dan bersentuhan dengan punggungnya.


"Cukup Tuan, saya bisa melepaskannya sendiri." ucap Reyna yang kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tapi dengan cepat langkahnya ditahan oleh Rafe.


"Satu lagi, jangan panggil aku Tuan." ucap Rafe yang sudah melepaskan pakaiannya dan hanya memakai boxer saja membuat Reyna menundukkan kepalanya dan menelan ludahnya kasar.


"Aku menunggumu berenang di sana." ucap Rafe menunjuk ke arah kolam renang. Rafe pun segera meninggalkan Reyna yang masih terpaku dan menceburkan dirinya dalam kolam renang.

__ADS_1


Reyna pun segera mengganti gaunnya dengan baju renang yang sudah disiapkan dan memakai bathrobenya. Ia pun melangkahkan kakinya ke arah kolam renang dan betapa terkejutnya ia saat tidak melihat Rafe ada di permukaan.


"Tuan Rafe," pekik Reyna saat melihat Rafe tergeletak di dasar kolam renang.


Reyna segera melepaskan bathrobenya dan menceburkan dirinya ke kolam renang. Ia langsung menarik tubuh Rafe ke atas sekuat tenaga.


"Tuan sadarlah." ucap Reyna sambil melakukan teknik CPR pada Rafe berkali-kali.


Reyna terlihat sangat kalut saat Rafe belum juga sadarkan diri. "Aduuuuh, bagaimana ini?" tanya Reyna pada dirinya sendiri. Dia berfikir berkali-kali untuk memberikan nafas buatan untuk Rafe.


Tapi melihat Rafe yang tak kunjung sadarkan diri membuat Reyna memberanikan dirinya memberikan nafas buatan pada Rafe.


Bibir Reyna kini menempel pada bibir Rafe dan dengan cepat Rafe ******* bibir Reyna dengan menahan tengkuk leher Reyna dan memperdalam ciuman Reyna. Kini Reyna membelalakkan matanya terkejut saat mendapati Tuannya ******* bibir miliknya. Dengan sedikit ganas.

__ADS_1


Lidah Rafe menyeruak masuk dalam mulut Reyna dan memaksa Reyna untuk membalas belitan dan pagutan Rafe. Ini pertama kalinya untuk Reyna dan Reyna pun membalas pagutan Rafe perlahan membuat Rafe makin memperdalam lagi ciumannya.


__ADS_2