
Keluarga Zella kini sedang berkabung, terlebih Zella yang masih saja bungkam meski sudah tidak menangis. Levi benar-benar sangat memahami Zella yang saat ini sedang berduka. Keesokan harinya, keluarga besar Levi kembali ke Bandung dan mulai beraktivitas seperti biasanya.
Setelah keluarga besar Levi kembali ke Bandung, kini Zella bermain bersama keponakannya, Tristan di taman bersama dengan Levi.
"Bindaaa, tangkap bolanya." teriak Tristan dan Zella langsung menangkap bola yang dilemparkan Tristan.
Tristan terlihat sangat senang bermain bersama Binda Zella dan Uncle Levi hingga Tristan tampak lelah dan mengantuk. Zella langsung mengajak Tristan mandi air hangat dan membuatkan susu untuk keponakannya.
"Tristan, ngantuk ya dek?" tanya Lily, mama Tristan yang baru selesai memasak untuk makan siang.
"Iya, Kak. Biar tidur sama Zella aja gak papa." ucap Zella sambil mengajak Tristan masuk ke dalam kamarnya. Tanpa menunggu lama, Tristan pun tidur dalam pelukan Zella.
Setelah Tristan tidur, Zella langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mendekati suaminya yang sedang duduk di sofa kamar.
"Maafkan aku yang terlarut sedih, Kak. Seharusnya aku bersyukur kau sudah kembali bersamaku." ucap Zella sambil memeluk lengan Levi.
"Hei, aku sangat memahamimu, sayang. Tak perlu meminta maaf seperti itu.." jawab Levi sambil menangkupkan wajah Zella dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kau tahu sayang, aku begitu amat beruntung memilikimu." ucap Levi mengecup kening istrinya. "Maafkan aku, sudah meninggalkanmu sendiri selama enam tahun ini." Levi kini mengecup bibir Zella sekilas.
Zella dan Levi kini bertukar pandang. Banyak hal yang tak mampu mereka ungkapkan lewat ucapan. Zella menarik tengkuk suaminya dan langsung menyesap bibir Levi pelan dan sangat dalam membuat Levi bergemuruh mendapat serangan tiba-tiba dari istrinya.
Levi langsung membalas pagutan Zella. Keduanya kini hanyut dalam permainan bibir mereka. Tidak hanya itu, Zella justru mendorong tubuh Levi hingga kini posisinya tepat di atas tubuh kekar Levi dan Zella pun melepas pagutannya.
Levi makin terkejut melihat istrinya yang bersikap agresif hari ini. Senyum di bibir Levi pun merekah sambil tetap memandang istrinya. "Aku sangat mencintaimu, istri agresifku." ucap Levi membuat Zella makin berani memainkan jarinya di dada Levi dan membuka kancing baju suaminya satu per satu.
"Aku juga." jawab Zella sambil membuat lukisan di dada suaminya hingga senjata Levi langsung ON.
Dada Levi kini benar-benar makin bergemuruh saat Zella menumpahkan hasil karya bibirnya di tubuh suaminya. Tiba-tiba Zella beranjak dari tubuh Levi dan meninggalkannya begitu saja.
Dengan cepat Levi menarik tubuh Zella dan menguncinya di sofa, tempat mereka baru saja bercumbu. "Kau Nakal." ucap Levi dengan nada kesal. "Aku harus menghukum Wanita pemberi harapan palsu ini." Levi langsung menyerang bibir Zella tanpa ampun hingga Zella benar-benar hampir kehabisan nafas.
"Kaaaak, jangan sekarang. Nanti Tristan bangun." cegah Zella saat Levi mulai membuka pengait br* istrinya.
"Tenang saja, dia tidak akan bangun." ucap Levi tanpa menghentikan aksinya. Ia membalas perlakuan Zella, membuat Lukisan aestetic di tubuh istrinya. Kini tubuh Zella meremang dan menikmati setiap sentuhan suaminya.
__ADS_1
Di tengah permainan mereka, terdengar pintu kamar Zella diketuk oleh Lily.
"Dek, Tristan biar kakak pindahin ke kamar aja." ucap Lily sambil mengetuk pintu kamar Zella pelan agar anaknya tidak terbangun.
Mendengar suara Lily di depan kamar, membuat Zella cepat cepat mengenakan bajunya lagi dan merapikan rambutnya.
"Iya Kak," jawab Zella pelan dan membuka pintu kamarnya.
Lily pun masuk ke kamar Zella dan menggendong Tristan. "Maaf, sepertinya aku mengganggu aktivitas kalian." ucap Lily tersenyum melihat Levi yang memakai kaos terbalik.
"Tentu saja tidak," jawab Zella yang mengikuti langkah Lily keluar kamar.
"Hei, masuklah ke kamarmu. Kau tidak lihat Levi sangat menginginkanmu?" tanya kak Lily membuat wajah Zella terlihat sangat malu.
"Emmmmhhh, Kak. Sebenarnya aku." Zella mulai berkilah hanya saja Levi langsung menarik tangan Zella dan mengajaknya masuk ke kamar.
"Kak Lily memang sangat pengertian." ucap Levi sambil membawa istrinya masuk ke kamar.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Zella langsung mendengus kesal. "Kak Levi membuatku malu." gerutu Zella.
"Hei, kau yang memulainya sayang." jawab Levi yang kemudian langsung mengangkat tubuh Zella dan merebahkannya di atas tempat tidur.