Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Rehat Sejenak


__ADS_3

Levi membawa Zella langsung ke hotel tempat pernikahan Geoffrey dan Vanya, tapi bukan langsung menghadiri pernikahan teman bisnisnya itu, melainkan memesan suite room hotel untuk sekedar mencumbu Zella sebelum menghadiri undangan Geoffrey.


Sesampainya di kamar, Levi langsung membawa istrinya ke atas ranjang dan mencumbunya. Bibir mereka saling bertaut menyampaikan perasaan mereka masing-masing.


Zella memagut bibir Levi dengan sangat ganas membuat Levi sedikit kewalahan mengimbangi serangan istrinya. Levi mulai meraba tengkuk Zella dan membuka kancing blouse istrinya satu persatu.


Kini Levi mulai mencumbu leher Zella hingga membuat istrinya mengeluarkan des*h*n yang sangat menggoda. Tangan Levi mulai bergerilya membuka pengait b** milik Zella dan terlihatlah pemandangan indah tubuh istrinya.


Jari Levi mulai menelusuri setiap inchi dada Zella dan berputar di area sensitifnya. "Katakan padaku, ini milik siapa?" tanya Levi menggoda Zella.


"Kaaaak." rintih Zella menggelinjang tidak karuan.


"Jawab dooong." Levi terus menggoda.


"Pu-nya ba-by ki-ta." jawab Zella terbata bata.


"No! This is mine." ucap Levi dan mel*hap habis milik istrinya membuat Zella makin tidak karuan.


Di tengah perg*m*lan panas mereka, Levi tiba-tiba menghentikan permainan mereka membuat Zella mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Why?" tanya Zella.


"Aku belum mempelajari buku yang diberikan Dokter Brianna tadi." jawab Levi membuat Zella langsung menepuk dahinya.


"Oh My God, Sayaaaang. Kali ini kau menghilangkan seleraku dalam sekejap." gerutu Zella sambil menutupi tubuhnya dengan selimut dan berbalik membelakangi suaminya.


"Don't be angry, baby. Aku hanya ingin kamu dan bayi kita baik-baik saja. Aku akan mempelajarinya dengan cepat." timpal Levi yang kemudian mengambil buku panduan yang diberikan Dokter Brianna.


"Huft, menyebalkan sekali." gerutu Zella yang lama kelamaan matanya terpejam dan Zella tertidur di dalam selimut.


Sedangkan Levi membaca hanya sekejap dan kembali mendekati istrinya yang sedang merajuk.


Cup! Kecupan Levi mendarat di bibir Zella membuat Zella kembali membuka matanya.


"Lanjutin yuk." ajak Levi.


"Gak selera. Aku marah sama kakak!" sarkas Zella membalikkan tubuhnya lagi membelakangi Levi.


Kemarahan Zella membuat Levi semakin gencar menggoda istrinya. Levi yang sudah hanya menggunakan boxer pun langsung masuk ke dalam selimut dan memeluk Zella dari belakang.

__ADS_1


Zella masih mengacuhkan suaminya meskipun pelukan Levi membuat Zella meremang. Tangan Levi mulai nakal dan mulai bermain di dada istrinya membuat Zella meruntuhkan pertahanannya.


Melihat Zella kembali mend*s*h membuat Levi makin gencar memberi serangan hingga akhirnya mereka menuntaskan hasrat mereka yang tertunda.


"Istirahatlah sayang, aku sudah memesankan gaun untukmu." bisik Levi dan Zella langsung memeluk suaminya erat.


Levi mengusap perut istrinya yang masih datar dan menyunggingkan senyumnya. "Berkembanglah dengan baik calon baby kembar. Papa sudah puas menjengukmu." ucap Levi dan berakhir dengan cubitan Zella di perut suaminya.


"Mereka tidak tahu kalau papanya datang menjenguknya." tukas Zella membuat Levi terkekeh.


"Aku tidak suka dengan kata-kata terakhirmu sayang." ucapan Zella kali ini membuat Levi mengerutkan dahinya.


"Jangan dulu merasa puas karena aku maaih menginginkannya." ucapan Zella kali ini membuat senjata Levi kembali ON.


Permainan kedua pun terjadi dan kini Zella benar-benar terkulai lemas di balik selimut.


"Ternyata ngidam istriku kali ini sangat menguntungkan bagiku." gumam Levi dengan senyumnya yang merekah.


Kini keduanya sama-sama terlelap hingga mereka hampir saja melewatkan acara pernikahan Geoffrey dan Vanya.

__ADS_1


__ADS_2