Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Kecerdasan Zella


__ADS_3

"Dasar sial. Kau menjebakku, Zella!" pekik Uncle Tom sambil menggebrak meja Zella.


Levi yang mengamati Zella dari CCTV di ruangan Azel langsung beranjak masuk ke ruangan Zella saat melihat Uncle Tom menggebrak meja.


"Jangan membentak istriku!" sarkas Levi tidak terima.


"Dia sudah berlaku curang padaku." jawab Uncle Tom yang kini sudah dipenuhi oleh amarah.


"Tenangkan dirimu, Uncle." ucap Zella dengan nada yang masih santai. "Bukankah engkau sendiri yang meminta hakmu di perusahaan ini? Aku hanya menuruti segala keinginanmu. Selama ini aku sudah memberikan apa yang menjadi hakmu. Rumah seisinya, mobil, dan segala keperluanmu yang bahkan aku sendiri tidak memiliki itu. Aku dari dulu sampai sekarang masih tinggal di Mansion Granpa, bahkan mobil yang aku pakai juga masih kepunyaan Granpa."


"Jelaskan padaku! Dimana letak kecuranganku?" tanya Zella membuat Uncle Tom kini sadar. Selama ini segala kebutuhan hidupnya sangat terpenuhi, bahkan lebih dari cukup. Ia pun membenarkan apa yang diucapkan oleh Zella.


"Maafkan aku." ucap Uncle Tom yang kini terduduk lesu.


"Aku hanya terobsesi dengan ucapan Renata dan kini aku terjerumus ke dalam lembah yang paling dalam." tukas Uncle Tom.

__ADS_1


"Jika Renata memang mencintai Uncle, dia akan menerima keadaan Uncle apa adanya. Kau bukan sedang terjatuh ke lembah terdalam, Uncle. Kau hanya akan membuktikan ketulusan cinta Renata padamu." ucap Zella.


"Lagi pula kau juga bisa menggunakan uang itu sebaik mungkin. Bukankah kau juga handal dalam mengelola bisnis? Aku fikir tidak akan sulit bagi seorang Uncle Tom untuk memulai bisnis yang baru."


Kata kata Zella kali ini membuat Uncle Tom bangkit dan lebih semangat lagi. Berulang kali ia meminta maaf pada Zella atas apa yang sudah ia perbuat tadi.


"Maaf kan aku, Zella. Katakan padaku sampai kapan aku bisa menggunakan rumah dan mobil yang saat ini masih aku gunakan?" tanya Uncle Tom kemudian.


"Aku akan mengambilnya satu minggu ke depan. Karena rumah dan mobil itu pasti akan dipakai untuk urusan perusahaan." jawab Zella dan Uncle Tom mengangguk setuju.


Setelah dirasa cukup, Uncle Tom pun undur diri dari kantor Zella. Sepeninggalan Uncle Tom, Levi berdecak kagum atas kecerdasan Zella. Ia tidak menyangka jika Zella selangkah lebih maju dibanding dirinya.


Azel yang saat itu sedang mengecek CCTV di ruangan Zella, langsung menutup matanya melihat Levi mengecup bibir Zella meski hanya sekilas. Tapi ia kembali membelalakkan matanya saat Zella menarik tengkuk leher suaminya dan mencium bibir suaminya dengan ganas.


"Zella!" pekik Azel. "Ternyata dia ___. Oh My God." Azel mengusap wajahnya kasar dan langsung mengambil ponselnya menelfon Zella.

__ADS_1


Zella menghentikan pagutannya pada Levi dan mengangkat panggilan dari kakaknya.


..."Halo kak, Ada apa?"...


..."Kau masih bertanya ada apa padaku, setelah memperlihatkan tontonan yang tidak pantas kau lakukan di ruang kerjamu?"...


..."Ups, aku lupa mematikan CCTV yang tersambung di ruanganku. Maafkan aku." Zella langsung beranjak mematikan CCTV yang ada di ruangannya....


..."Hei, kenapa malah kau matikan?" protes Azel. "Memangnya kau mau apa, hemm?"...


..."Duuuh kaaak. Kau ini cerewet sekali. Tentu saja aku ingin melanjutkan yang tadi." jawab Zella sambil terkekeh di ujung panggilan....


..."Pulanglah dan segera istirahat!" perintah Azel. Sayangnya Zella justru mematikan panggilannya secara sepihak....


Levi hanya tersenyum melihat Zella mematikan panggilannya dan berjalan ke arahnya. "Sayang, izinkan aku tetap bekerja ya. Aku suntuk jika hanya berdiam diri di rumah." rayu Zella sambil mengusap dada suaminya dan terus turun di bawah ikat pinggang suaminya.

__ADS_1


"Hei, kau mulai nakal ya." Levi menoel hidung istrinya saat tangan Zella mulai bermain di bawah sana.


"Entah kenapa aku merindukan ini." ucap Zella menunjuk ke junior Levi dan Levi langsung mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya di sofa.


__ADS_2