Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Duo R (Rafe-Reyna)


__ADS_3

Reyna benar-benar tidak mengerti apa yang sudah terjadi padanya kini. Ini sangat terlalu cepat untuknya.


"Aku tahu kau pasti sangat bingung kali ini. Tapi kau tidak bisa mundur Reyna. Beristirahatlah dan kau bisa bercengkerama dengan orang tuamu di kamar yang sudah disiapkan. Besok kita akan menikah." ucap Rafe yang kemudian pergi meninggalkan menja makan dan menyapa kedua orang tua Reyna. Setelah itu Rafe pergi meninggalkan Mansion.


Sedangkan Reyna bersama Tuan Nico kini menemui kedua orang tuanya dan membicarakan acara pernikahan mendadaknya besok.


***


Di lain sisi, Zella begitu senang mendengar Rafe akan menikah dengan Reyna besok. Zella pun langsung memberitahukan kabar gembiranya pada Papa Green dan juga Kak Azel.


"Hemm, kekejaman Maya kali ini bisa membuat Rafe menikah dengan Reyna." ucap Papa Green.


"Benar paaah, Maya kini sedang menjalani hukumannya dari Rafe di markas besarnya. Rafe benar-benar tidak akan membuat Maya mati begitu saja." timpal Zella yang sedikit bergidik ngeri mengingat hukuman yang Rafe berikan pada Maya.

__ADS_1


"Itu memang pantas untuk dia. Aku pun sangat setuju dengan Rafe. Oh iya Zella, uncle Tom kemarin datang padaku. Ia membahas tentang keadaan Renata yang saat ini kondisi kejiwaannya semakin mengkhawatirkan." timpal Azel.


"Itu juga akibat dari perbuatannya Kak Azel." tukas Levi. "Lebih baik saat ini kita fokus dengan keluarga kita dan perkembangan perusahaan kita." lanjut Levi dan yang lain pun setuju.


Kini keluarga Green Alexio tinggal melihat saja apa yang terjadi pada orang-orang yang terus saja berusaha mencelakai mereka.


***


Setelah mengobrol dengan kedua orang tuanya dan juga Tuan Nico, kini Reyna masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan untuknya dan merebahkan tubuhnya melihat ke langit-langit kamarnya.


*Aku tidak tahu harus merasa senang atau sebaliknya. Menikah dengan pemimpin mavia tertinggi yang juga atasan atau bos besar yang selama ini aku takuti.


Oh My God, ini seperti mimpi. Tuan Rafe memang sangat tamoan di mataku. Siapa yang bisa menolak pesonanya? Tapi bagaimana jika dia hanya menikah karena balas budi saja?

__ADS_1


Bagaimana jika ternyata dia tidak memiliki perasaan apapun kepadaku? Bagaimana bisa aku menjalani pernikahan yang bertepuk sebelah tangan? Tapi aku tidak bisa mundur kali ini.


Ayo Reyna, berfikirlah dengan baik! Jangan sia siakan hidupmu kali ini*!


Lama kelamaan Reyna pun tertidur lelap karena ia memang baru saja pulih dan harus banyak istirahat. Hingga kamarnya diketuk oleh seseorang berkali-kali dan Reyna pun terbangun.


Reyna segera membuka pintu kamarnya dan nampak tiga MUA berdiri di depan kamarnya. Ternyata hari sudah menjelang pagi dan kini waktunya ia harus mandi dan merias diri untuk pernikahannya dengan Rafe.


***


Pagi ini, Reyna sudah terlihat sangat cantik dengan gaun yang tentunya bukan pilihannya sendiri. Rafe sudah menunggunya di ruang tamu, sedangkan Tuan Nico dan kedua orang tua Reyna sudah lebih dulu ke ballroom hotel, tempat dilangsungkannya pernikahan Reyna dan juga Rafe.


Reyna turun dari kamarnya dan berjalan mendekat ke arah Rafe yang masih saja memainkan ponselnya. Saat Reyna sudah berdiri di samping Rafe, Rafe langsung mengajaknya masuk ke dalam mobil tanpa meliriknya sedikitpun, apalagi memuji kecantikan Reyna.

__ADS_1


"Tuan Rafe sama sekali tidak melihat ke arahku sedikit pun. Sepertinya dia memang benar-benar tidak ada perasaan apapun padaku." gumam Reyna dalam hati.


Ada perasaan kecewa dalam hatinya mendapati Rafe yang memang terlihat biasa saja terhadapnya.


__ADS_2