Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Hal yang Melegakan


__ADS_3

"Papi tidak akan melukai Zella kan?" Rafe kembali menanyakan pada papinya yang masih terdiam seribu bahasa.


"Papi tidak akan melukai malaikat atau pun bidadari papi. Melainkan papi akan mengajak mereka unyuk berdamai. Masa lalu Mami biarlah di kubur dalam dalam dan jangan diungkit lagi."


"Jika Mami tidak mau berdamai, maka ini akan menyulitkan mami karena kemungkinan besar keluarga Alexio akan melaporkan Mami kepada polisi dan mengirimnya kembali ke Indonesia. Papi yakin, Zella akan memaafkan kesalahan besar Mami karena dia adalah wanita yang berhati malaikat."


Penjelasan Tuan Nico kali ini benar-benar membuat Rafe sangat lega. Ia langsung berpamitan pada papinya untuk menjenguk dan melihat keadaan Zella.


...***...


Di lain sisi, Levi dan Azel sedang membahas masalah yang sedang membahayakan Zella.


"Kak, menurut penyelidikan mavia di Berlin. Racun berbahaya itu hanya bisa diracik oleh Mavia Tertinggi di Jerman yang sangat tidak terkalahkan. Kau tau itu siapa?" tanya Levi dan Azel menggelengkan kepalanya.


"Menurut cerita dari Zella, Rafe adalah pemimpin mavia tertinggi di Jerman. Rafe juga sangat mencintai Zella karena mereka sering bersama sejak satu tahun yang lalu dan mengadakan kerja sama."


"Meski Rafe sangat kompetitif untuk mendapatkan Zella dan tidak keberatan untuk mundur, tapi aku sangat mencurigainya." jelas Levi.


"Belum tentu juga Rafe melakukannya. Sebab papa sempat melihat Maya, mantan istri papa saat pesta pernikahan Geoffrey dan Vanya." timpal Azel.

__ADS_1


"Bisa jadi Maya yang menyewa anak buah Rafe untuk melenyapkan Zella. Karena kami benar-benar mencurigai Maya sebagai pelakunya."


"Maya?" Levi mengerutkan keningnya. "Ibu tiri yang ternyata pembunuh ibu kandung Zella?"


"Yap, benar sekali. Saat ini aku dan papa sedang mengerahkan anak buah untuk menyelidiki dimana Maya berada." jelas Azel.


Di tengah percakapan Azel dan Levi, datanglah Rafe membawa bouquet bunga dan parsel kue untuk Zella.


"Maaf Rafe, aku tidak mengizinkan siapa pun menjenguk Zella termasuk anda." tahan Levi di pintu masuk kamar Zella.


"Benar, Rafe. Kau tidak bisa menjenguk Zella hari ini." tukas Azel dan Rafe pun mundur dari pintu.


"Baiklah, tapi setidaknya apa yang aku bawa bisa mewakiliku menjenguk Zella." ucap Rafe memberikan bawaannya pada Levi.


"Kita bisa membicarakannya di luar untuk masalah ini. Dan aku akan menjelaskan semuanya secara detail." ucap Rafe yang tidak menyangka Levi sudah mengetahuinya secepat ini.


Azel dan Levi saling melempar pandang atas ajakan Rafe kali ini.


"Tenang saja, aku tidak akan mencelakai kalian berdua." ucap Rafe kemudian.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengatakan hal ini pada papa dan Zella." ucap Levi yang kemudian masuk ke dalam ruangan Zella.


Zella terlihat memejamkan matanya dan Levi menitipkan Zella pada papa Green.


Kini mereka bertiga menyewa tempat vvip di restoran depan rumah sakit untuk membicarakan hal yang ingin disampaikan oleh Rafe.


"Katakan apa yang ingin kau sampaikan pada Kami!" perintah Azel terdengar sangat ketus.


Rafe akhirnya menjelaskan semua yang ia ketahui tentang keinginan Maya melenyapkan Zella. Rafe juga menyampaikan keinginan papinya mendamaikan antara Maya dengan keluarga Alexio demi keselamatan kedua belah pihak.


Mendengar penjelasan Rafe kali ini, Levi dan Azel merasa sangat lega. Setidaknya mereka sudah menemukan solusi dalam masalah yang membahayakan Zella.


"Tapi keputusan ada di tangan Papa Green dan Zella." ucap Azel kemudian dan ketiganya sepakat untuk bertemu setelah Zella benar-benar pulih.


Rafe juga bertanggung jawab atas biaya pengobatan Richard dan Zella karena disini ia lah yang patut disalahkan.


"Terima kasih banyak atas keterbukaanmu, Rafe." ucap Levi menjabat tangan Rafe.


"Sama-sama. Aku hanya membuktikan ketulusanku mencintai istrimu, Levi." jawab Rafe.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku permisi. Karena masih ada hal lain yang harus aku selesaikan dengan papi dan mamiku." Rafe undur diri dari hadapan Levi dan Azel.


Setelah kepergian Rafe, Levi dan Azel kembali ke rumah sakit untuk membicarakan hal ini pada papa Green.


__ADS_2