
Rafe menghentikan langkahnya di pintu masuk rumahnya saat mendengar keributan dari dalam rumahnya.
"Kenapa Papi tidak pernah mengerti perasaan Mami? Selama lima tahun belakangan ini Mami selalu mengurus Papi dengan baik. Apa selama ini kebaikan Mami tidak ternilai di mata Papi?" teriak Mami dan kemudian terdengar suara piring pecah dari dalam rumah.
"Bukan begitu, Mami. Tolong dengarkan penjelasanku dulu. Ini semua menyangkut dengan keselamatan mu, sayang." Papi Nico masih berusaha menjelaskan pada istrinya.
"Keselamatanku? Cukup dengan bunuh Zella, maka aku pastikan aku akan selamat. Bukankah Rafe ketua mavia yang paling disegani di negara ini?"
Rafe langsung buru-buru masuk ke dalam rumah untuk melerai keributan yang terjadi antara papi dan maminya.
"Kita bisa bicarakan baik-baik masalah ini, Mami. Kumohon tenanglah. Bukankah kau tidak pernah se anarkis ini?" ucap Rafe mencoba meredakan amarah Maminya.
__ADS_1
Selama ia mengenal Maya sebagai maminya, Rafe memang hampir tidak pernah mendapati maminya marah-marah apalagi seperti saat ini. Kali ini memang maminya nampak sangat berbeda.
"Aku seperti ini karena Zella, wanita pembawa sial yang kau cintai. Seandainya kau tidak mencintai Zella, maka dengan mudah ia aku lenyapkan dengan tanganku sendiri. Kau juga ternyata sama dengan Zella yang membawa sial untukku, Rafe. " jelas Maya membuat Nico sangat shock kali ini.
Maya benar-benar bukan seperti wanita yang ia kenal selama lima tahun ini.
"Aku tidak mau banyak berdebat denganmu, Maya." gertak Tuan Nico yang tidak terima Maya mengatakan Rafe sebagai pembawa sial. Hal ini membuat Maya sangat terkejut dan terdiam seribu bahasa.
"Aku sudah mengetahui semua tentangmu, latar belakangmu, masa lalumu, bahkan aku juga tahu kau adalah seorang pembunuh ibu kandung Zella."
Maya seketika langsung terduduk lemas menyandar ke tembok saat Nico sudah mengetahui semua tentangnya. Lagi lagi Maya harus menerima kegagalan dan kekalahan untuk menjatuhkan Zella dan keluarganya sebagai pembalasan dendam.
__ADS_1
"Aku tidak punya pilihan lain selain menuruti apa yang Papi katakan. Aku sudah tidak memiliki power apa apa lagi sekarang." Maya menutup mukanya sambil meratapi kegagalannya.
Tanpa menunggu lama, Maya pun akhirnya mengalah dan masuk ke ruang kerja Tuan Nico untuk membicarakan jalan keluar masalah ini dengan baik-baik.
"Aku akan menuruti keinginan kalian demi keselamatanku sendiri." ucap Maya membuat Tuan Nico dan Rafe bernafas lega.
Rafe langsung meminta Maya datang ke keluarga Zella dan meminta maaf secara khusus. Sayangnya permintaan Rafe belum disetujui oleh Maya karena itu pasti akan sangat menjatuhkan harga dirinya.
"Aku akan fikirkan lagi tentang usulan darimu, Rafe. Oh Iya, aku juga minta maaf padamu dan juga papi jika kata-kataku dan sikapku kali ini sangat tidak baik." ucap Maya yang kemudian langsung keluar dari ruang kerja Tuan Nico.
Rafe dan papi hanya menghela nafasnya kasar. Kali ini Maya benar-benar sangat keras kepala.
__ADS_1
"Rafe, coba kau cek lagi tentang masa lalu mami. Aku takut kalau berita yang kita terima salah. Karena baru kali ini Mami seperti itu." pinta Tuan Nico.
"Okey pi, aku akan cari tahu dari sumber lain untuk mengetahui masa lalu Mami. Hanya saja cukup mengherankan jika Mami memang terbukti bersalah tapi tetap tidak mau berdamai dengan Zella dan tetap ingin membalaskan dendamnya." tukas Rafe kemudian.