Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Kegilaan Maya


__ADS_3

Saat tiba waktu makan siang, Tuan Nico sudah siap di meja makan terlebih dahulu, dan anak buah Rafe yang seorang wanita langsung masuk ke dalam pantry untuk berpura-pura sebagai koki panggilan.


"Selamat siang Nyonya Nico, saya koki panggilan Tuan Nico dan saya ___" belum selesai Reyna memperkenalkan dirinya, kalimatnya sudah dipotong oleh Maya.


"Koki panggilan harusnya datang dari tadi. Bukan datang telat begini." protes Maya. "Saya sudah siap memasakkan menu spesial untuk suami saya, dan kamu silahkan keluar dari sini!" perintah Maya.


Tapi Reyna tak gentar untuk tetap maju. Ia pun mengikuti langkah Maya yang menyajikan makan siang untuk Tuan Nico. Maya kemudian mulai mengambilkan nasi, sayur dan juga lauk pauk untuk Tuan Nico.


Setelah mengambilkan menu makan siang Tuan Nico, Maya tidak menemani Tuan Nico makan dan kembali ke pantry. Saat Tuan Nico hendak menyendokkan nasinya ke dalam mulut, Reyna langsung mencegahnya.


"Tunggu Tuan, izinkan saya mengecek makan siang Tuan terlebih dahulu." pinta Reyna membuat Tuan Nico yang sudah lapar menjadi kesal.


"Mau apa lagi sih kamu, menyusahkan saja. Saya ini sudah lapar." jawab Tuan Nico setengah marah. Tapi dengan berani Reyna merebut sendok Tuan Nico yang sudah menempel di bibirnya dan memeriksanya.

__ADS_1


"Reyna," panggil Rafe yang melihat Reyna berlaku tidak sopan pada papinya.


"Maaf Tuan, saya sengaja melakukannya karena makanan Tuan Nico mengandung racun berbahaya." jelas Reyna yang baru saja menelisik makanan Tuan Nico.


Belum sempat menjawab Reyna, Tuan Nico langsung terjatuh karena memang sudah lama menghirup aroma makanan yang mengandung racun, terlebih lagi ia sudah menempelkan sendok itu di bibirnya.


"Papiiii!!" teriak Rafe yang langsung merengkuh tubuh papinya.


Maya yang sudah melihat Reyna mengecek makanan Tuan Nico langsung mencari tempat yang aman dan bersembunyi. Sebelumnya memang ia sengaja membubuhkan sisa racun yang masih dipegangnya pada sayur Tuan Nico.


"Sial, aku benar-benar terjebak dengan ulahku sendiri." rutuk Maya dalam hati.


Anak buah Rafe langsung mengecek CCTV di pantry dan sekitar Mansion Rafe. Ternyata CCTV di Mansion Rafe sudah dimatikan sebelumnya oleh Maya membuat mereka harus mencari Maya secara detail di setiap sudut Mansion.

__ADS_1


Reyna pun mencoba menghubungi ponsel milik Maya dan suaranya terdengar di area pantry. "Hemmm, dia pasti sedang bersembunyi di area pantry." gumam Reyna yang kemudian mengendap endap pelan untuk mencari tempat persembunyian Renata.


Maya yang sudah benar-benar terdesak justru makin berani. Ia mengambil pisau dapur yang ada di dekatnya dan dipegangnya untuk berjaga-jaga jika anak buah Rafr berhasil menangkapnya.


Gerakan Maya pun akhirnya diketahui oleh Reyna. Betapa terkejutnya Reyna saat melihat bayangan Maya yang membawa satu bilah pisau. Reyna segera memberi kode pada temannya untuk mengepung pantry.


Maya pun langsung tertangkap oleh anak buah Rafe. Karena ketakutan yang luar biasa, Maya menusukkan bilah pisau yang ia pegang ke perut Reyna dan langsung mencabutnya hingga membuat Reyna langsung terjatuh.


Reyna yang mengeluarkan darah sangat banyak langsung dilarikan ke rumah sakit.


Kini posisi Maya semakin terdesak dan terpojok. Ia pun menusukkan bilah pisau yang dipegangnya ke perutnya sendiri hingga ia terjatuh.


Melihat Maya melakukan aksi bunuh diri, anak buah Rafe juga membawa Maya ke rumah sakit setidaknya agar nyawanya dapat tertolong.

__ADS_1


__ADS_2