
Tom keluar dari kamar mandi dan mendapati Renata sudah mulai menceracau di atas sofa. Renata langsung mendekati Tom dan menuding nuding Tom berkali-kali.
"Aku benar-benar menyesal mengenalmu, Tom." ucap Renata membuat Tom mundur sedikit demi sedikit dari hadapan Renata.
"Kau benar-benar sudah menghancurkan hidupku, menghancurkan mimpiku, karir, dan semuanya. Kau jahat! Kau sangat jahat padaku, Tom!" Renata memukul mukul dada Tom.
Tom tidak menepis pukulan Renata di dadanya, tapi Tom langsung menyalakan ponselnya untuk merekam aksi Renata. "Jangan bilang kau merekamku karena sekongkol dengan Zella, keponakan gilamu itu." Renata menceracau sambil mencoba menghalau Tom yang sedang merekamnya.
Tom tetap mempertahankan dirinya merekam pengakuan Renata malam ini.
"Aku benar-benar sangat membenci keluargamu, terutama Zella. Aku sangat membencinya. Dia sangat licik kepadaku Tom. Dia membuatku kini tak berkutik dan harus menikahi pria tua yang payah sepertimu." aku Renata dan membuat Tom sangat sakit hati.
__ADS_1
"Lalu apa sebenarnya maumu selama ini? Apa tujuanmu Renata?" tanya Tom dengan nada suara yang parau. Lagi lagi ia harus kecewa karena seorang wanita yang ia cintai dengan tulus ternyata tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
"Ha ha ha ha ha." Renata tertawa dan kemudian menangis tersedu-sedu. "Aku gagal membuat Zella celaka, aku gagal mendapatan Pahlevi ku, kau belum tahu kan betapa aku mencintai Levi sejak dulu hingga aku merelakan diriku masuk dalam bui. Aku benar-benar mendambakannya. Dia adalah pria yang sangat aku cintai setelah Azel berkali-kali menolak cintaku."
"Kamu tidak tahu kan bagaimana aku diancam keponakan gilamu itu jika aku menggagalkan pernikahan kita? Padahal aku sangat tidak mencintaimu, bahkan aku jijik jika harus bersanding dengan pria tua sepertimu, Tom. Aku tidak menginginkan pernikahan ini." pekik Renata yang kemudian memuntahkan isi perutnya di lantai kamar hotel.
Tom langsung menarik Renata menuju ke ranjang. Kini Renata tergeletak di atas ranjang dan hampir memejamkan matanya.
Renata langsung terlelap tak sadarkan diri, sedangkan Tom kini terduduk lemas. Hatinya terasa sangat sakit setelah mengetahui pernyataan Renata meskipun dalam keadaan mabuk.
PoV Tom
__ADS_1
Aku benar-benar tidak menyangka, Renata ternyata tidak mencintai diriku sama sekali setelah hubungannya padaku selama ini. Dia menjalin hubungan padaku hanya untuk membalas dendamnya pada Zella, yang tentunya bukanlah tandingannya.
Aku kembali tersakiti oleh wanita yang aku cintai. Aku menyesal tidak mendengarkan Zella dan lebih mengikuti keinginan gila Renata. Bahkan kini aku sudah tidak punya apa-apa lagi.
Tom menjambak rambutnya dan berteriak kencang. "Kenapa aku tidak bisa mendapatkan cinta yang kuharapkan?" pekik Tom sambil menyandarkan tubuhnya ke tembok.
Bahkan Zella masih peduli denganku dengan meminta Renata untuk mencintaiku, meskipun kini perasaanku menjadi hambar karena pernyataannya di malam pertama pernikahanku dengan Renata.
Aku juga tidak mungkin menceraikan Renata karena taruhannya adalah keluargaku sendiri. Aku tidak mau membuat keluarga besarku malu. Aku benar-benar berhutang budi dengan mereka.
Tom mengusap wajahnya kasar, ia memanggil cleaning service hotel untuk membersihkan bekas muntahan Renata dan mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah. Tanpa menunggu lama, matanya pun terpejam.
__ADS_1