Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Melepas Kerinduan


__ADS_3

Levi sudah sangat bergairah saat membuka kaos Zella. Melihat tubuh Zella saja membuat senjatanya langsung berdiri tegak. "Kau makin cantik sayang. Sungguh sangat cantik." puji Levi yang terus memandangi istrinya.


Zella langsung menutup mukanya malu. "Kaaaaaaak, jangan melihatku seperti itu. Aku malu." ucap Zella dan Levi langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya.


Keduanya saling memagut dan melepaskan kerinduan mereka. Tangan Zella kini sudah dilingkarkan di leher Levi dan membuat Levi mencumbu leher Zella dan membuat lukisan di dada istrinya yang masih tertutup bra. Tangan Levi mulai membuka pengaitnya hingga kini bagian atas tubuh Zella tidak tertutup apapun.


Levi langsung bermain di area sensitif Zella hingga membuat Zella memejamkan matanya menikmati permainan suaminya. Zella mengusap kepala Levi sambil membuka kaos yang masih dikenakan suaminya.


Levi yang kini benar-benar sudah tidak tahan akhirnya melepaskan celana milik Zella dan juga miliknya.


"Kaaaaaak." Zella mulai bergidik melihat sesuatu yang sudah lama tidak dilihatnya.


"Aku akan melakukannya perlahan Zella." ucap Levi yang sangat memahami istrinya kali ini.


Levi tidak mengingkari perkataannya, ia benar-benar melakukannya dengan perlahan. Tapi tetap saja Zella masih merasa kesakitan karena ini untuk pertama kalinya setelah enam tahun.

__ADS_1


Tetapi sebentar saja dan setelahnya hanya kenikmatan yang Zella dan Levi rasakan. Pertempuran pertama kini usai dan Levi langsung merebahkan tubuhnya di samping Zella.


"Terima kasih atas segala yang kau lakukan untukku, sayang. Aku sangat menyayangimu." ucap Levi mengecup kening Zella dan memeluknya dengan sangat erat.


"Terima kasih juga sudah bertahan hidup untukku." jawab Zella.


Suara perut Levi terdengar membuat Zella melepaskan pelukan suaminya. "Aku akan membawakan makan untukmu kak." ucap Zella dan Levi langsung menahan istrinya.


"Tidak perlu. Aku tidak mengizinkanmu keluar dari kamar hari ini." balas Levi. "Aku akan mengambil makananku sendiri dan menyuapkannya untukmu, nanti." jelas Levi sambil terus mendekap istrinya.


"Kak Levi, aku masih bisa berjalan sendiri." protes Zella yang tengah malu saat Levi terus menerus memandangi tubuhnya.


"Sepertinya melanjutkan pertempuran di kamar mandi sangat mengasyikkan bukan sayang?" tanya Levi sambil menaik turunkan alisnya.


"Kaaaak Levi," Zella memukul dada suaminya pelan dan membuat Levi justru tersenyum melihat tingkah istrinya.

__ADS_1


Betapa Levi benar-benar sangat bersyukur memiliki Zella yang begitu mempertahankan hubungan mereka selama enam tahun tidak bertemu.


Levi meletakkan tubuh Zella ke dalam bathtub dan mulai mengisi air dan menuangkan sabun serta aroma therapy ke dalamnya.


Levi pun ikut masuk ke dalam bathtub dan mulai bermain sabun dengan istrinya. Zella hanya diam saja saat Levi mulai mengusap tubuhnya dengan sabun dan menciptakan gelenyar aneh di tubuhnya.


"Kaaaaaaaak." panggil Zella yang terdengar sangat seksi di telinga Levi.


Levi tidak menjawab, justru mulai memagut bibir istrinya sambil terus memainkan tangannya di dada Zella yang sudah sangat licin karena sabun. Akhirnya permainan kedua mereka pun terjadi di dalam kamar mandi.


Setelah permainan kedua, Zella dan Levi membilas tubuh mereka. Kini Zella mulai mengeringkan rambutnya dibantu oleh Levi yang sudah mengenakan kaos dan celana pendeknya.


"Aku akan turun ke bawah mengambil makanan. Jangan keluar dari kamarmu, sayang." pesan Levi dan Zella hanya memutar bola matanya malas.


Levi pun segera keluar dari kamar dan melihat seluruh keluarga sedang menunggunya di ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2