
Hingga menjelang senja, Levi baru saja menyudahi pertempurannya dengan Zella. Kini istrinya terlelap karena tenaganya benar-benar terkuras. Sedangkan Levi langsung membersihkan tubuhnya dan menyiapkan makan siang yang tertunda untuk Zella.
Levi turun ke pantry dan segera meracik bahan bahan makanan yang akan dibuatnya khusus untuk Zella.
"Hemmm, aroma masakan pengantin baru ini sedap sekali yaaa." puji Azel yang baru saja pulang dari kantor. Azel langsung mendekati adik iparnya dan memotong daging steak dihadapannya.
"Waaah, enak banget ini. Aku makan ya. Boleh kan?" tanya Azel dan Levi langsung mengangguk.
Azel segera menyantap habis steak yang sebenarnya Levi siapkan untuk Zella. Akhirnya mau tidak mau, Levi harus menata ulang steak yang akan diberikan untuk istrinya.
"Levi, kira-kira kalian akan menetap di Jerman atau kembali lagi ke Indonesia?" tanya Azel sambil mengelap mulutnya dengan tisue.
"Aku ikut gimana Zella aja Bang. Aku duluan ya." jawab Levi sambil membawa steak yang baru saja ia buat ke kamar Zella.
Levi membuka pintu kamar Zella, dilihatnya istrinya masih terlelap dibalik selimut. Zella mulai mengerjapkan matanya saat hidungnya menghirup aroma lezat dari masakan suaminya.
"Sayaaang, makan yuk." bisik Levi sambil mengecup ceruk leher istrinya dan membuat Zella langsung membuka matanya.
__ADS_1
"Kak Levi masak sendiri?" tanya Zella sambil menyandarkan tubuhnya di headboard dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
"Tentu saja, Especially for my wife." jawab Levi sambil mendekatkan makanannya ke Zella. "Mau aku suapi?" tawar Levi.
"Tidak kak, aku akan makan sendiri." jawab Zella menghirup aroma masakan suaminya. "Hemmm, smell's good." ucap Zella sambil memotong daging steak dan menyuapkan ke mulutnya sendiri.
Zella langsung mengernyitkan dahinya dan menunjukkan wajah seolah steak yang dibuatkan Levi tidak enak.
"Bagaimana rasanya?" tanya Levi khawatir masakannya tidak pas di lidah Zella. "Tidak enak yaaa?".
"Sejak kapan kakak pandai memasak?" tanya Zella sambil mengunyah makanannya.
"Kenapa rasanya, emmmmh." Zella sengaja memotong ucapannya membuat Levi benar-benar merasa gagal kali ini membuat surprise untuk istrinya.
"Maaf jika masakanku tidak sesuai dengan lidahmu, sayang." ucap Levi.
"Hei, siapa bilang? Justru ini adalah steak ternikmat yang aku pernah nikmati. Suamiku jago masak sekarang yaaa." jawab Zella membuat wajah Levi merona mendengar pujian istrinya.
__ADS_1
"Hemmm, tentu saja. Sebab kau akan bersiap-siap untuk membuat Levi Junior nanti malam." ucap Levi yang mulai memakan steak miliknya.
"Oh My God, Kak Leviiii. Aku sangat lelaaaaah." gerutu Zella.
Levi sedikit merasa iba melihat istrinya kelelahan akibat serangan darinya. "Baiklah, malam ini kita akan beristirahat, sayang." ucap Levi membuat senyum Zella merekah dan segera menghabiskan makanannya.
PoV Levi
Aku benar-benar sangat beruntung memilikimu, Zella sayang. Tapi bagaimana mungkin aku dapat menahan hasratku jika hanya dengan memandangmu saja juniorku menuntut haknya. Hemmm, tubuhmu sangat memabukkan.
Terima kasih istriku sayang, telah seyia menungguku hadir di sampingmu dan menemanimu. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana hidupmu enam tahun yang lalu. Yang jelas, aku sangat kagum dengan pencapaianmu meneruskan usahaku dan membangun perusahaanmu.
"Kak Levi." panggil Zella. "Kau melamun?" Zella mengayunkan tangannya di depan wajah Levi.
Levi hanya tersenyum menjawab pertanyaan Zella. "Apa yang kau fikirkan kaaaaak?" tanya Zella lagi.
"Aku hanya memikirkan bagaimana cara meredam keinginan juniorku jika kau menolakku malam ini, sayang." jawab Levi sambil menggoda istrinya.
__ADS_1
"Diiiiih, dasar mesum sekali." gerutu Zella sambil melemparkan bantal ke arah suaminya. Levi pun membalas melempar bantal pada Zella. Untung saja perang bantal terjadi saat makanan mereka sudah habis.