
Pada malam harinya,juna dan Keyla sudah berada di tempat tidurnya.
Juna terus saja memberikan kode-kode pada Keyla,mencium-cium rambut dan leher jenjang Keyla.
"Sayang...." panggil Juna pada Keyla sambil mencium seluruh wajah Keyla dengan lembut,terlihat dari wajah Juna,bahwa Juna sedang menginginkan sesuatu dari Keyla.
Keyla mengerti jika suaminya itu sedang ingin sesuatu darinya.
Keyla langsung mencium bibir seksi Juna dengan lembut,membuat Juna yang berada di atas tubuh Keyla terbuai.
Tanpa basa basi lagi,juna langsung melancarkan aksinya.
Membuka seluruh pakaian Keyla tanpa menyisakan kain sehelai pun di tubuh Keyla.
Ntah mengapa Keyla semakin terlihat menarik dan menggoda di mata Juna ketika sedang hamil.
Rasanya Juna ingin segera menerkamnya.
Tentu saja sebelum sesuatu itu terjadi,juna dan keyla melakukan pemanasan-pemanasan untuk menambah gairah bercinta mereka.
"Sayang,i love you," ucap Juna pada Keyla ketika menyatukan ciumannya dengan Keyla menjadi semakin dalam.
"Hmmmmmmm..." Keyla tidak mampu menjawabnya,karena bibirnya sudah tertutup oleh bibir Juna.
Keyla mulai merasakan benda keras masuk ke dalam organ sensitifnya.
"Massss,pelan-pelan ya,key sedang hamil," ucap Keyla pada Juna,mengingatkan suaminya agar jangan bermain terlalu kasar.
"Iya sayang," jawab Juna dengan raut wajahnya yang terlihat tidak mampu lagi menahan.
Pergulatan pun di mulai,mempersatukan rasa dua insan yang di mabuk kenikmatan.
Suara eluhan Keyla mendominasi aksi mereka,hingga membuat Juna semakin terpacu.
Tentu saja terjadi hal yang semestinya terjadi,dengan durasi yang cukup panjang,hingga membuat Juna dan Keyla kelelahan.
Mereka pun tertidur dengan pulas,dengan mimpi indah mereka,setelah merasa puas dengan pergulatan yang menguras keringat tersebut.
☆☆☆
Pagi hari pukul 07.00 pagi
__ADS_1
Juna dan keyla sudah berada di meja makan mereka untuk menikmati sarapan pagi yang telah di sediakan oleh bi Iyem dan mbak Yuli.
Juna dan Keyla saling memandang dan tersenyum malu mengingat aksi mereka tadi malam yang panas.
Juna selalu ketagihan dengan aksi Keyla di atas tempat tidur mereka.
Keyla selalu memberikan kesenangan pada Juna.
Membuat Juna tergila-gila di buatnya.
"Sayang,di makan rotinya,jangan ngeliatin mas terus kalo kamu enggak mau mas gendong ke atas," ucap Juna pada Keyla ketika melihat Keyla terus saja memandang wajahnya dengan senyuman menggoda.
"Iya mas Junaku sayang,keyla sih mau mau saja kalo di gendong ke atas,tapi kan mas Juna pagi ini ada pertemuam dengan rekan bisnis mas Juna di kantor," ucap Keyla pada Juna dengan wajah terlihat usil.
"Mulai nakal ya,awas saja nanti,mas enggak akan kasih kamu ampun," ucap Juna pada Keyla sambil tersenyum nakal.
"Hahahaha,key tunggu ya," ucap Keyla pada Juna dengan wajah menantang suami tampannya itu.
Setelah sarapan pagi,juna dan keyla berangkat menuju kantor.
Di perjalanan,keyla terus saja menggoda Juna,membuat Juna frustasi.
"Masss...di mobil juga bisa hahahaha," ucap Keyla tertawa geli pada Juna sambil memperlihatkan paha mulusnya pada Juna.
"Ampun dong abang jago hihihi," ucap Keyla pada Juna sambil tertawa lucu.
Arjuna pun ikut tertawa melihat Keyla meledeknya seperti itu,juna tidak sabar untuk memberikan Keyla jurus saktinya.
Juna dan keyla sudah sampai di kantor Juna.
Mereka langsung naik ke lantai atas dengan sapaan dari para pegawai-pegawai Juna pada Juna dan Keyla.
Juna dan Keyla sudah masuk ke ruang kerja Juna,di lihatnya jam tangan di tangan Juna,masih ada waktu setengah jam lagi untuk mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan binisnya.
Juna tidak ingin menyia-nyiakan waktunya,juna langsung mencium bibir Keyla dengan lembut,lalu berjalan menuju kamar yang berada di ruang kerja Juna sambil bibir mereka tetap menyatu.
Bibir Juna seolah memiliki magnet,sehingga membuat bibir Keyla begitu sulit lepas dari bibir Juna.
"Massss,kamu ngapain? mas Juna kan harus kerja," ucap Keyla pada Juna berusaha menahan Juna agar tidak melakukan hal itu.
"Sayang,mas tadi bilang sama kamu,mas akan menunjukan kesaktian mas sama kamu,mas tidak bisa menunggu lama sayang,mas ingin menunjukannya sama kamu," ucap Juna pada Keyla sambil mencium bibir Keyla dan membaringkan tubuh Keyla di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Masss,nanti saja ya setelah habis pertemuan bisnis," ucap Keyla pada Juna dengan tubuhnya yang sudah mulai memanas karena aksi Juna yang tidak mau berhenti.
"Tidak bisa sayang,mas maunya sekarang,setengah jam saja,mas akan tunjukan kesaktian mas sama kamu," ucap Juna pada Keyla dengan perasaannya yang sudah menggebu-gebu,begitupun adik Juna yang sudah mulai meronta-ronta meminta hak nya.
Keyla tidak dapat lagi menahan Juna,karena Keyla pun sudah terbuai oleh sentuhan-sentuhan Juna.
Keyla membelalakan matanya ketika melihat aksi Juna yang lebih dari biasanya.
"Kenapa sayang? apa kamu suka hmmmmm?" tanya Juna pada Keyla sambil Juna melakukan aksinya dengan buas.
"Masss," udah dong," teriak keyla pada Juna, merasa tidak sanggup lagi menerima permainan Juna yang luar biasa.
"Sebentar sayang," ucap Juna pada Keyla,merasa belum sampai di puncak permainan.
Juna benar-benar membuat keyla kewalahan dengan aksinya.
Sampai Keyla terkulai lemas di buatnya,namun Juna merasa puas melihat Keyla kewalahan.
Sedari tadi Keyla terus saja menggoda Juna tanpa henti,membuat Juna tidak mampu lagi menahannya.
Rupanya Kevin mengetahui apa yang di lakukan Juna dan keyla,ketika Kevin masuk ke ruang kerja Juna untuk memberitahu Juna bahwa rekan-rekan bisnis Juna sudah berada di ruang pertemuan.
"Sial ba**nget,pagi-pagi sudah melakukan itu,apa tidak bisa di tahan nanti saja," batin kevin merasa kesal pada Juna yang terdengar oleh Kevin begitu liar.
Juna beranjak dari tempat tidurnya,lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,setelah selesai membersihkan tubuhnya dan sudah selesai mengganti pakaian kantornya,juna menghampiri Keyla.
Dilihatnya Keyla tertidur lelap karena merasa kelelahan dengan permainan Juna.
Juna tersenyum puas dan bangga,karena Juna bisa menunjukan aksinya pada Keyla.
Juna mencium kening Keyla,lalu menyelimuti Keyla dengan hangat.
Kemudian Juna ke luar dari dalam kamarnya,di lihatnya sudah ada Kevin menunggunya duduk di sofa ruang kerjanya.
"Kevin,apa kamu sudah dari tadi menunggu di sini?" tanya Juna pada Kevin,merasa tidak enak karena sudah melakukan itu di kantor.
"Belum bos,mari bos,rekan bisnis bos sudah menunggu," ucap Kevin pada Juna,padahal Kevin sedari tadi mendengar pergulatan suami istri itu di dalam kamar.
Sementara Kevin hanya bisa mengelus dada,karena nasibnya tidak sebaik nasib bosnya.
DUKUNG AKU TERUS YA DENGAN CARA LIKE COMMENT VOTE TIP RAT AND FOLLOW🥰
__ADS_1
SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT NULISNYA NOVELNYA🥰🥰🥰