MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
MEMINTA BANTUAN TEMAN RAFA


__ADS_3

Dino,galang,anton dan Alex sudah berada di apartemen Rafa karena Rafa yang meminta mereka untuk datang.


"Bro,luh sehat kan? habis honeymoon kok malah kaya enggak semangat gitu luh bro???" tanya Dino pada Rafa.


Dino melihat wajah Rafa terlihat tidak bersemangat.


"Gue sehat kok bro,hanya saja gue ingin membicarakan sesuatu ke kalian," ucap Rafa pada Dino,galang,anton dan Alex.


"Ada apa bro? coba cerita ke kita,supaya kita bisa tau dan bisa bantu luh," ucap Dino pada Rafa dengan wajah penasarannya.


"Ada apa Bro? apa luh ada masalah?" tanya Alex pada Rafa penasaran.


"Alex,luh tahu enggak kalo Reksa udah bikin masalah ke gue?" tanya Rafa pada Alex dengan wajah kesalnya.


"Masalah apa Bro? kok bisa Reksa bikin masalah sama luh?" tanya Alex pada Rafa.


"Alex,si Reksa suka sama Shera,dia mau ngerebut istri gue Lex,dia sampe ngelakuin banyak cara buat dapetin istri gue," ucap Rafa pada Alex,dino Anton dan Galang.


Semua teman-teman Rafa merasa kaget mendengar ucapan Rafa pada mereka.


"Apa Bro? Reksa mau ngerebut Shera dari luh?" tanya Alex dengan kagetnya pada Rafa.


"Bro,luh enggak bercanda kan? emang luh udah ketemu lagi sama Reksa?" tanya Galang pada Rafa.


Galang tidak tahu jika Reksa sudah bertemu dengan Rafa ketika Rafa sedang honeymoon di London bersama Shera.


"iya,gue pas kemarin honeymoon di London ketemu lagi sama Reksa,alex yang membawanya,dari awal gue udah bisa ngeliat kalo si Reksa itu suka sama istri gue,tapi gue pikir dia enggak akan sampai kaya gini," ucap Rafa pada Galang dengan perasaan kesalnya pada Reksa.


"Emang dia ngelakuin apa saja bro buat deketin Shera? sampe-sampe luh marah kaya gini ke Reksa?" tanya Dino pada Rafa.


Dino,galang,alex dan Anton hubungannya dengan Reksa masih baik-baik saja,hanya Rafa saja yang bermasalah dengan Reksa.


"Dia udah nginjak-nginjak harga diri gue Din,dia kemarin datang ke Showroom Shera untuk membeli beberapa mobil,gue yakin dia udah nyari tau info tentang Shera sebelumnya,dia ingin menggoda Shera dengan uang yang dia miliki," ucap Rafa pada Dino,anton,alex dan Galang.


"Oke bro,luh tenang dulu ya,kita ngerti yang luh rasain sekarang,sekarang luh maunya kita ngelakuin apa buat bantu luh?" tanya Dino pada Rafa dengan wajah seriusnya.


"Gue juga bingung,gue enggak mungkin ngelakuin kekerasan pada Reksa,karena Shera pasti akan marah dan ninggalin gue,gue mau luh semua nasehatin si Reksa supaya si Reksa tidak mengganggu Shera lagi,karena kalo gue yang nemuin Reksa,gue pasti bakalan kalap ngeliat muka Reksa,gue enggak mau kalo sampai gue berbuat yang tidak-tidak pada Reksa," ucap Rafa pada Teman-temannya.


"Oke,gue akan bantu luh,gue akan nasehatin Reksa supaya Reksa enggak ngejar-ngejar Shera lagi,gue juga ngerasa bersalah karena udah ngajak Reksa buat ketemu sama luh pas di London," ucap Alex pada Rafa dengan rasa bersalahnya.

__ADS_1


"Lex,walaupun luh enggak ngajak Reksa ketemu sama gue dan Shera,gue yakin Reksa itu udah nyari tahu siapa istri gue sebelumnya,dia juga deketin Shera bukan karena dendam semata,melainkan karena benar-benar menyukai Shera," ucap Rafa pada Alex.


"Iya iya,gue enggak nyangka juga kalo Reksa sampai nekat kaya gini buat deketin istri luh,gue sih pas di London emang udah ngeliat gelagat Reksa pas ketemu Shera,cuma gue gak percaya kalo Reksa akan sejauh ini buat ngejar Shera," ucap Alex pada Rafa.


"Intinya gue mau rumah tangga gue dan Shera baik-baik saja,karena gue benar-benar terganggu dengan kehadiran Reksa di rumah tangga gue dan Shera," ucap Rafa pada teman-temannya.


"Oke bro,sebisa mungkin kita akan bantu luh supaya rumah tangga luh baik-baik saja,kita nanti akan kasih tahu Reksa dengan cara baik-baik," ucap Alex pada Rafa.


Alex dan yang lainnya juga takut jika Rafa yang mendatangi Reksa.


Karena Rafa bisa melakukan apapun jika sedang marah.


Setelah Rafa dan teman-temannya selesai berdiskusi,teman-teman Rafa pun pergi dari apartemen Rafa.


Rafa kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat bersama Shera.


Rafa memandang wajah Shera yang sudah tertidur pulas dengan penuh kasih sayang.


"Sayang,jangan pernah tinggalkan aku,aku bisa gila bila kamu meninggalkanku," bisik Rafa di telinga Shera ketika Shera sudah tertidur pulas.


Rafa pun tidur bersama Shera dengan memeluk erat tubuh Shera.


☆☆☆


Pukul 06.00 pagi...


Shera merasakan perutnya begitu mual dengan hebatnya.


Shera pun bangun dari tidurnya,lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi menuju wastafel.


"Hooooeeeeekkkk.... Hoooeeekkkkk ,"


Shera memuntahkan semua isi perutnya hingga tubuhnya terasa lemas.


Rafa yang mendengar suara Shera muntah-muntah di dalam kamar mandi langsung bangun dari tidurnya dan menghampiri Shera yang berada di dalam kamar mandi.


"Sayang,kamu kenapa muntah-muntah?" tanya Rafa pada Shera dengan rasa khawatirnya sambil Rafa mengusap keringat di kening Shera.


"Kak,aku mual,aku pusing," ucap Shera pada Rafa,sambil Shera memegang perutnya yang terasa mual.

__ADS_1


"Aku akan panggil Dokter ke rumah ya sayang untuk memeriksa keadaan kamu," ucap Rafa pada Shera.


"Tidak usah Kak,nanti juga sembuh kok,aku akan istirahat saja di tempat tidur," pinta Shera pada Rafa.


Shera merasakan tubuhnya begitu lemas,serta kepalanya pun sangat pusing,namun Shera tidak mau di periksa oleh Dokter.


"Ya sudah sayang kita ke tempat tidur lagi ya," ajak Rafa pada Shera.


Rafa pun menggendong tubuh Shera menuju tempat tidurnya untuk beristirahat.


"Kak,tolong Ac nya di besarkan,aku sangat gerah," pinta Shera pada Rafa.


"Tapi ini sudah dingin sayang,nanti kamu masuk angin," ucap Rafa pada Shera.


"Tapi aku gerah Kak,tubuh aku juga keringetan," keluh Shera pada Rafa.


Rafa merasa heran pada Shera,bagaimana bisa Shera merasa gerah sedangkan Ac di dalam kamarnya sangat dingin.


"Ya sudah sayang,tapi kamu pakai selimutnya ya?" pinta Rafa pada Shera.


"Tidak mau Kak,aku sangat gerah,aku tidak mau pakai selimut," rengek Shera pada Rafa dengan wajah memelasnya.


"Sayang,nanti kamu malah makin sakit badannya kalo Ac nya di naikan," ucap Rafa pada Shera dengan wajah khawatirnya.


"Tidak Kak,aku tidak kedinginan,aku sangat gerah," ucap Shera pada Rafa memaksa.


Rafa pun mau tidak mau harus mengalah dengan keinginan Shera yang tidak mau memakai selimutnya.


"Aku akan buatkan kamu nasi goreng kesukaan kamu ya sayang? kamu mau kan?" tanya Rafa pada Shera sambil mengelus-ngelus rambut Shera.


"Iya Kak,aku mau,cepetan Kak," titah Shera pada Rafa.


Shera merasa senang karena dirinya akan memakan nasi goreng bikinan Rafa lagi.


"Baiklah Tuan Puteri,tunggu sebentar ya,cuuuppp" ucap Rafa pada Shera sambil Rafa mencium kening Shera.


Rafa ke luar dari dalam kamarnya menuju dapur di apartemennya untuk membuat sarapan berupa nasi goreng kesukaan Shera.


HAY SEMUANYA JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE TIP RAT AND FOLLOW.

__ADS_1


VOTE NOVEL AKU SEBANYAK-BANYAKNYA YA DAN VOTE UPDATE TIM JUGA YA SUPAYA AKU SEMANGAT NULIS NOVELNYA.


KARENA AKU LAGI KURANG SEMANGAT NULIS😔😔😔


__ADS_2