MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
BERSYUKUR


__ADS_3

Rafa dan teman-temannya sudah membawa Shera ke rumah sakit.


Saat ini Shera sudah berada di ruang IGD dan sedang di tangani oleh Dokter kandungan di rumah sakit tersebut.


Sangat terlihat wajah kekhawatiran dari raut wajah Rafa ketika mengetahui kalo Shera tengah mengandung buah hatinya.


"Sayang,kamu pasti kuat,aku yakin kamu pasti kuat sayang," batin Rafa dengan perasaan khawatirnya pada Shera.


Teman-teman Rafa pun merasa kahwatir dengan keadaan Shera dan janin dalam kandungan Shera.


Mereka tahu kalo Rafa begitu menginginkan memiliki buah hati dari Shera.


Reksa yang juga berada di rumah sakit bersama Rafa merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi pada Shera.


"Seandainya aku tidak sekeras kepala ini,mungkin Shera tidak akan seperti ini,maafkan aku Shera,aku sungguh-sungguh menyesal dengan semua ini" batin Reksa merasa begitu bersalah pada Shera.


"Raf,maafin gue,ini semua kesalahan gue,gue enggak tahu kalo akhirnya akan seperti ini,gue menyesal Raf," ucap Reksa pada Rafa dengan raut wajah penyesalannya.


"Gue udah maafin luh Reks,gue berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua,gue yakin luh pasti akan mendapatkan wanita yang tulus mencintai luh,," ucap Rafa pada Reksa.


Rafa memang menyayangkan kejadian ini dan Reksa memang salah karena Reksa sudah mengganggu rumah tangganya dengan Shera,namun Rafa juga tidak mau terus-terusan bermusuhan dengan Reksa,karena bagaimanapun juga Reksa sudah menyesali perbuatannya pada Rafa dan Shera.


"Thanks Raf,gue janji gue akan menjadi teman luh lagi seperti dahulu," ucap Reksa pada Rafa sambil memeluk Rafa.


Rafa pun memeluk Reksa dan menepuk-nepuk pundak Reksa.


"Gue lega kalo luh berdua udah baikan kaya gini,gue harap kejadian kaya gini enggak akan terulang lagi," ucap Dino pada Rafa dan reksa.


"Iya Din,makasih ya luh semua selalu menjadi teman terbaik buat gue dan Reksa," ucap Rafa pada Dino dan teman-temannya yang lain.


"Iya Raf,kita berteman sudah cukup lama,kita pasti akan selalu ada buat luh dan Reksa," ucap Dino pada Rafa dan Reksa.


Dino dan teman-teman Rafa yang lainnya dapat melihat raut wajah kegelisahan dari wajah Rafa.


Mereka mengerti kalo Rafa saat ini pasti begitu khawatir dan cemas pada Shera.


Tak lama Dokter kandungan yang menangani Shera ke luar dari ruangan IGD bersama seorang perawat.


Rafa dan teman-temannya langsung menghampiri Dokter kandungan yang menangani Shera tersebut.


"Dokter bagaimana dengan keadaan istri saya dan kandungannya?" tanya Rafa pada Dokter kandungan yang menangani Shera dengan wajah khawatirnya.


"Alhamdulillah kandungan istri Pak Rafa masih bisa di selamatkan,keadaan istri Pak Rafa saat ini masih lemas dan butuh istirahat yang cukup,saya harap Pak Rafa bisa menjaga istri pak Rafa dengan baik supaya istri Pak Rafa tidak kelelahan dan tidak banyak pikiran,karena itu akan sangat mempengaruhi janin dalam kandungannya pak.Sekarang istri bapak akan kami pindahkan ke ruang perawatan terlebih dahulu,pak Rafa bisa mengantarkan istri pak Rafa juga," ucap Dokter kandungan yang menangani Shera pada Rafa.


"Syukurlah kalo istri saya dan kandungannya bisa di selamatkan Dok,saya pastikan saya akan menjaga kandungan istri saya dengan baik Dok,terimakasih sudah menolong istri saya," ucap Rafa pada Dokter yang menangani Shera.


"Sama-sama pak Rafa,mari pak kita bawa istri pak Rafa ke ruang rawat inapnya," ajak Dokter kandungan pada Rafa.


"Baik Dok," sahut Rafa pada Dokter kandungan yang menangani Shera.

__ADS_1


Shera pun di pindahkan oleh beberapa perawat menuju ruang rawat inap VVIP di rumah sakit tersebut.


Rafa dan teman-temannya ikut mendampingi Shera ketika Shera di bawa ke ruang rawat inap VVIP rumah sakit.


Rafa memandang wajah Shera dengan pandangan sedih,karena dirinya harus melihat Shera kesakitan,rafa tidak bisa membayangkan bagimana sakitnya Shera dulu ketika harus kehilangan calon anak pertama mereka.


Rafa menggenggam erat tangan lembut Shera ketika Shera di bawa menuju lantai atas untuk di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP rumah sakit.


Setelah Shera di pindahkan ke ruangannya,teman-teman Rafa pun berpamitan pada Rafa,mereka tidak ingin mengganggu istirahat Shera.


"Raf,kita pamit pulang dulu ya,semoga Shera bisa segera pulih kembali,kalo ada apa-apa hubungi Kita,gue bersyukur mengetahui kandungan Shera baik-baik saja,sekali lagi maafin kesalahan gue," ucap Reksa pada Rafa.


"Iya Reks,gue lega karena kita bisa berteman lagi,makasih luh semua udah nganter Shera ke rumah sakit," ucap Rafa pada Reksa dan teman-teman Rafa yang lainnya.


Reksa dan teman-teman Rafa pun pergi dari rumah sakit dengan perasaan lega nya,karena akhirnya Rafa dan Reksa bisa berteman lagi dan keadaan kandungan Shera pun selamat.


Sementara Rafa masih menunggu dan menjaga Shera di ruang rawat inapnya.


"Sayang,lekas sembuh ya,aku sangat merindukan senyumanmu,aku sangat mencintaimu sayang,kita jaga anak kita sama-sama ya,cuppp" bisik Rafa di telinga Shera sambil Rafa mencium kening Shera.


Tak lama kedua orang tua Rafa dan kedua orang tua Shera datang ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Shera.


Sebelumnya Rafa sudah memberitahu kedua orang tuanya dan kedua orang tua Shera bahwa Shera mengalami pendarahan.


Kedua orang tua Rafa dan kedua orang tua Shera masuk ke dalam kamar rawat inap VVIP Shera.


Begitupun dengan mama Sherly,papa Kevin dan papa Juna.


Mereka semua juga merasakan kekhawatiran pada Shera.


"Mah.. Alhmadulillah kandungan Shera masih bisa di selamatkan," ucap Rafa pada mama Keyla.


"Alhamdulillah,syukurlah kalo begitu," ucap Kedua orang tua Rafa dan kedua orang tua Shera.


Mereka merasa bersyukur ketika mengetahui bahwa kandungan Shera masih bisa di selamatkan.


"Rafa,apa yang terjadi pada Shera? kenapa Shera bisa seperti ini?" tanya papa Juna pada Rafa dengan pandangan penuh pertanyaannya.


"Maafin Rafa pah,mah,rafa sebelumnya tidak tahu kalo Shera sedang hamil pah,mah,karena Shera belum memberitahu Rafa.Dan hari ini Shera sepertinya sedang kecapean lalu mengalami pendarahan," jawab Rafa pada papa kedua orang tua Rafa dan kepada kedua orang tua Shera.


Rafa tidak mau memberitahu orang tuanya tentang masalah Reksa dan dirinya,karena Rafa tidak ingin kedua orang tuanya dan kedua orang tua Shera tahu jika Rafa hampir membunuh Reksa.


"Nak,kamu sepertinya capek sekali,kamu pasti terlalu mengkhawatirkan Shera ya?" tanya Mama Sherly pada Rafa dengan penuh perhatian.


"Iya mah,rafa benar-benar kahwatir dan takut kali Shera sampai kenapa-kenapa," jawab Rafa pada mama Sherly.


"Kamu makan dulu saja Nak,kamu pasti lelah," titah papa Kevin pada Rafa.


"Nanti saja pah kalo Shera sudah siuman,rafa belum lapar," sahut Rafa pada papa Kevin.

__ADS_1


Kedua orang tua Rafa dan kedua orang tua Shera pun duduk di sofa yang berada di ruang rawat inap Shera sambil menunggu Shera sadar,karena Shera tadi pingsan saat perjalanan ke rumah sakit.


Sedangkan Rafa masih berada di samping Shera sambil menggenggam tangan lembut Shera.


Tak lama Shera pun sadar dengan membuka kedua matanya,dilihatnya oleh Shera suaminya tersebut sudah berada di sampingnya dengan menggenggam tangannya.


"Kaaakkk... " panggil Shera pada Rafa ketika Shera sadar dari pingsannya.


"Sayang... kamu sudah sadar?" tanya Rafa pada Shera dengan wajah senangnya karena Shera sudah membuka kedua matanya.


"Sudah Kak," jawab Shera lirih pada Rafa dengan tubuhnya yang masih sedikit lemas.


Kedua orang tua Rafa dan kedua orang tua Shera yang sedang duduk di sofa langsung menghampiri Shera yang sudah sadar dari pingsannya.


"Shera sayang,kamu sudah sadar Nak? apa perut kamu masih sakit?" tanya mama Keyla pada Shera dengan rasa khawatirnya.


"Sudah tidak sakit mah,keadaan janin Shera gimana mah?" tanya Shera pada mama Keyla dan Rafa sambil Shera melirik ke arah Rafa dengan perasaan cemasnya.


Shera takut jika janin yang ada di dalam kandungannya tidak selamat lagi seperti anak pertamanya.


"Sayang,kandungan kamu baik-baik saja,kita akan menjaga anak kita sama-sama," ucap Rafa pada Shera sambil tersenyum bahagia karena dirinya akan memiliki buah hati dari Shera.


"Iya sayang,cucu mama tidak apa-apa,cucu mama pasti kuat di dalam kandungan mamanya," ucap mama Keyla pada Shera.


Mama Keyla begitu menyayangi Shera.


Shera merasa sangat bersyukur karena janin yang ada di dalam kandungannya bisa selamat.


"Shera lapar Kak," ucap Shera pada Rafa sambil memegang perutnya dengan wajah lucunya.


Hal itu membuat Rafa,kedua orang tua Rafa dan kedua orang tua Shera tertawa gemas mendengar Shera lapar.


"Jadi kamu lapar? baiklah,kamu ingin makan apa bumil?" tanya Rafa pada Shera sambil tersenyum gemas pada Shera...


"Iiiiikkkhhh Kak Rafa kok malah senyum-senyum gitu sama Shera? memangnya salah ya kalo Shera lapar?" tanya Shera pada Rafa dengan mengkerutkan wajahnya.


"Tidak ada yang salah sayang,hanya saja wajah kamu sangat lucu kalo sedang lapar,sekarang katakan padaku,kamu ingin makan apa?" tanya Rafa pada Shera.


"Aku ingin makan sop daging yang segar Kak,aku juga ingin makan nasi goreng buatan Kak Rafa," ucap Shera pada Rafa dengan manjanya.


"Sayang,nasi gorengnya nanti saja ya kali kita sudah pulang dari rumah sakit,sekarang kamu makan sop daging saja dulu," ucap Rafa pada Shera.


"Baiklah,tapi jangan sampai anakku ileran ya Kak," ucap Shera pada Rafa dengab memanyunkan bibir seksinya.


"Oh tidak mungkin dong sayang,yang ileran itu pasti mamanya,iya kan? hahaha," ledek Rafa pada Shera.


Hal itu membuat kedua orang tua Rafa dan kedua orang tua Shera ikut tertawa mendengar ucapan Rafa.


HAY... JANGAN LUPA VOTE AND TIP NOVEL AKU SEBANYAK-BANYAKNYA YA.. TERIMAKASIH🥰

__ADS_1


__ADS_2