MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
MERINDUKANMU


__ADS_3

"Shera... besok aku akan pergi ke luar kota selama 3 hari bersama Tama,kamu mau kan kalo nginep di rumah mama Sherly atau di rumah mama Keyla?" tanya Rafa para Shera dengan perasaan berat hati.


Sebenarnya Rafa merasa berat jika harus meninggalkan Shera,apa lagi Shera dalam keadaan tengah mengandung.


"Bisa tidak kalo aku tetap di apartemen saja di temani bi Tari,soalnya mama dan papaku besok akan pergi ke singapore,nanti aku akan meminta Azel untuk menginap di apartemen saja," pinta Shera pada Rafa.


"Kamu beneran tidak apa-apa kalo tinggal di apartemen?" tanya Rafa pada Shera.


"Aku tidak apa-apa,asalkan ada yang menemani saja," jawab Shera pada Rafa.


"Baiklah,aku akan menghubungi Bi tari dan Azel supaya bi Tari dan Azel mau menginap di apartemen kita,sekarang kamu istirahatlah,kamu pasti lelah setelah pulang dari pantai," titah Rafa pada Sehra.


Rafa dan Shera masih tidur terpisah,karena Shera masih takut jika tidur bersama Rafa.


Shera pun tidur di atas tempat tidurnya,sementara Rafa masih sibuk dengan laptonya duduk di sofa besar yang berada di dalam kamar mereka.


Setelah Rafa selesai dengan pekerjaanya,rafa menghampiri Shera untuk memastikan apakah Shera sudah tertidur dengan pulas atau belum.


Rafa memandang wajah cantik Shera saat tidur,lalu Rafa memakaikan selimut sampai pundak Shera supapa Shera tidak kedinginan.


Kemudian Rafa pun tidur di sofa yang ukurannya cukup besar yang ada di dalam kamarnya.


☆☆☆


Keesokan harinya pukul 07.00 pagi


Rafa sudah di tunggu oleh Tama asisten pribadinya,karena hari ini Rafa dan Tama akan pergi ke luar kota untuk membuat perusahaan baru.


"Sayang... aku pergi dulu ya bersama Tama,nanti siang Azel akan datang ke apartemen untuk menginap,aku tadi malam sudah memberitahu Azel dan bi Tari," ucap Rafa pada Shera yang baru membuka matanya.


"Baiklah,hati-hati,jangan merindukan aku,karena aku tidak akan merindukanmu Tuan menyebalkan," ucap Shera pada Rafa dengan wajahnya yang masih terlihat mengantuk.


Dalam hatinya Shera sangat sedih ketika Rafa akan pergi ke luar kota,namun Shera tidak mau memperlihatkan kesedihannya,shera merasa gengsi jika menampakan wajah sedihnya pada Rafa.


"Tentu saja aku akan merindukanmu Tuan Puteri jutekku,karena hanya kamu yang pantas untuk aku rindukan," bisik Rafa di telingan Shera sambil tersenyum.


Rafa begitu menyayangi Shera,perasaanya bahkan begitu dalam pada Shera,rasanya Rafa berat meninggalkan Shera selama 3 hari,semua demi perusahaan yang akan Rafa dirikan di luar kota.


"Ya ya ya.... kamu memang bucin sejati,untung saja kamu sedikit tampan,sehingga aku tidak begitu mual ketika mendengar ucapan gombalmu," ucap Shera pada Rafa.


"Waaahhh sepertinya kamu sudah mulai mengakui jika suamimu ini memang benar-benar tampan hahaha," ucap Rafa pada Shera dengan percaya dirinya sambil tertawa keras.


"Aku tidak bilang kamu tampan,aku hanya bilang kalo kamu sedikit tampan,itupun kalo di lihat dari lubang semut hihihi," sahut Shera pada Rafa sambil tertawa lucu.


"Benarkah??? itu tidak masalah sayang,lambat laun kamu akan mengakui ketampananku ini,selama 3 hari ini kamu pasti akan merengek memintaku untuk cepat pulang,karena kamu tidak akan bisa jauh-jauh dari suami tampanmu ini," ucap Rafa pada Shera memuji dirinya sendiri.


"Iiikkkhhh percaya diri sekali kamu,ya sudah sana pergi,asisten pribadimu sudah menunggu lama,jangan sampai dia jamuran karena menunggumu terlalu lama," shera menyuruh Rafa untuk segera berangkat ke luar kota.

__ADS_1


"Baiklah sayang,jaga dirimu baik-baik,jaga kesehatanmu dan kandunganmu juga,aku akan sangat merindukanmu," pamit Rafa pada Shera sambil mencium kening Shera berulang kali.


"Sampai jumpa Tuan menyebalkan," ucap Shera pada Rafa sambil melambaikan tangannya saat Rafa akan ke luar dari kamarnya.


"Sampai jumpa juga Tuan Putriku sayang," sahut Rafa pada Shera sambil ke luar dari dalam kamar.


Rafa pun menemui Tama yang sudah sedari tadi menuggu bosnya yaitu Rafa berpamitan kepada istri tercintanya


"Tama,apa semuanya sudah kamu siapkan?" tanya Rafa pada Tama.


"Sudah Pak,semuanya sudah saya siapkan," jawab Tama pada Rafa.


"Baguslah kalo begitu," ucap Rafa pada Tama.


Rafa kemudian menghampiri bi Tari yang sedang membersihkan apartemennya.


"Bi Tari,saya berangkat dulu ke luar kota,tolong jaga istri saya ya bi,nanti adik saya Azel juga akan menginap di apartemen,ini ambilah bi," pamit Rafa pada bi Tari sambil memberikan uang 2 juta pada bi Tari yang akan menemani Shera selama Rafa ke luar kota.


"Tidak usah Pak Rafa,ini sangat besar sekali,gaji saya saja sudah cukup pak," ucap bi Tari pada Rafa,merasa tidak enak jika harus menerima uang dari Rafa.


"Terima saja bi,ini untuk jajan anak bi Tari,sekali lagi saya minta tolong jaga istri saya ya bi," ucap Rafa pada bi Tari.


"Baik Pak Rafa,saya pasti akan menjaga mbak Shera,terimakasih banyak ya pak Rafa atas uang yang pak Rafa berikan pada saya," ucap bi Tari pada Rafa.


"Sama-sama,saya pamit dulu ya bi," pamit Rafa pada bi Tari.


Kemudian Rafa dan Tama pun berangkat menuju luar kota untuk mengurus perusahaan baru yang akan di dirikan oleh rafa di sana


☆☆☆


Pukul 09.00 pagi.


Shera sudah bangun dari tidurnya,pagi ini dirinya tidak merasakan mual yang begitu berat,shera langsung menuju meja makan setelah selesai mandi dan berdandan.


"Mbak Shera mau sarapan salad buah dan salad sayur?" tanya bi Tari pada Shera.


"Iya bi,tapi bi Tari bisa buatkan Shera nasi goreng tidak? nasi goreng pake telor,sosis dan daging," pinta Shera pada bi Tari.


Pagi ini Shera ingin sekali makan nasi goreng buatan Rafa,namun Rafa sudah berangkat ke luar kota.


"Baik mbak,tapi nasi goreng bikinan bi Tari tidak seenak nasi goreng bikinan pak Rafa mbak hehe," ucap bi Tari pada Shera.


"Kok bibi tahu kalo Kak Rafa bisa bikin nasi goreng enak?" tanya Shera pada bi Tari.


"Waktu itu bibi tidak sengaja dengar mbak Shera bicara pada ibu Keyla dan ibu Sherly kalo Pak Rafa membuatkan nasi goreng untuk mbak Shera," ucap bi Tari pada Shera.


"Gitu ya bi? Nasi goreng bikinan Kak Rafa lumayan enak sih bi,tapi enggak enak-enak banget," ucap Shera pada bi Tari,merasa gengsi jika harus memuji masakan Rafa.

__ADS_1


"Tapi pasti nasi goreng bikinan pak Rafa lebih enak dari pada nasi goreng bikinan bi Tari mbak hehehe," sahut bi Tari pada Shera.


Bi Tari pun membuatkan Shera nasi goreng sesuai yang di inginkan Shera,namun bi Tari tidak bisa menjamin apakah nasi goreng bikinannya akan seenak masakan Rafa atau tidak.


Setelah nasi gorengnya selesai di masak,bi Tari langsung mengantarkan nasi goreng tersebut ke meja makan,dimana Shera sudah menunggu nasi goreng tersebut.


"Silahkan di makan mbak Shera nasi gorengnya,semoga mbak Shera suka," ucap bi Tari pada Shera sambil menaruh nasi gorengnya di meja makan.


"Waaahhhh nasi gorengnya pasti enak," ucap Shera pada bi Tari.


"Semoga saja enak ya mbak,silahkan di makan mbak," ucap bi Tari pada Shera.


Shera pun mencoba memakan nasi goreng buatan bi tari.


"Nasi goreng buatan bi Tari lumayan enak,tapi lebih enak lagi nasi goreng buatan Kak Rafa," batin Shera.


"Gimana rasanya mbak Shera?" tanya bi Tari pada Shera.


"Enak kok bi," jawab Shera pada bi Tari.


kemudian bi Tari pun kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


Namun tiba-tiba saja handphone bi tari berdering.


Dddrrrrrtttt Dddrrrrrtttt Dddrrrrttt


Panggilan dari Rafa ke handphone bi Tari.


"Hallo,pak Rafa" sapa bi Tari pada Rafa.


"Hallo,bi Tari,apa istri saya sudah bangun?" tanya Rafa pada bi Tari menanyakan Shera.


"Sudah pak,sekarang mbak Shera sedang sarapan nasi goreng," jawab bi Tari pada Rafa.


"Nasi goreng? biasanya kalo masih jam segini istri saya tidak mau makan nasi bi?" tanya Rafa pafa bi Tari.


"Bibi juga tidak tahu,katanya tiba-tiba saja mbak Shera ingin makan nasi goreng campur telor,sosis dan daging,sepertinya mbak Shera ngidam nasi goreng buatan pak Rafa yang kemarin," jawab bi Tari pada Rafa.


"Iya bi,kasihan sekali istri saya,jagain istri saya terus ya bi,masakin semua makanan yang Shera suka," ucap Rafa pada bi tari.


"kasihan sekali Shera,sepertinya Shera ngidam nasi goreng buatanku,nanti aku akan buatkan nasi goreng lagi untuk kamu ya sayang,tunggu aku pulang," batin Rafa.


"Baik pak Rafa," sahut bi Tari pada Rafa.


Rafa pun mematikan telponnya dengan bi Tari.


Rafa merasa begitu merindukan Shera walupun dirinya baru berpisah beberapa jam saja dengan Shera,namun hatinya selalu memikirkan Shera.

__ADS_1


__ADS_2