
"Shera tidak mau mah,shera tidak mau menikah dengan Kak Rafa,shera benci sama Kak Rafa,shera benci sama anak ini mah huuuuaaaaaaa hiks hiks hiks," teriak Shera di hadapan kedua orang tuanya dan kedua orang tua Rafa serta di hadapan Rafa.
Rafa merasa begitu putus asa mendengar ucapan Shera,shera benar-benar keras kepala,shera tidak memikirkan calon anak yang ada di dalam kandungannya.
"Shera,sebegitu bencinya kamu sama aku,sampai-sampai kamu membenci janin dalam kandungan kamu yang tanpa dosa itu," batin Rafa merasa sedih dan kasihan pada janin yang ada dalam kandungan Shera.
Rafa merasa Shera sudah bersikap egois karena membenci calon anak mereka yang tidak bersalah dan tidak berdosa sama sekali.
"Shera,kamu boleh benci sama aku,tapi aku mohon pikirkan calon anak kamu,janin ini juga darah daging kamu Shera,tolong berhentilah bersikap egois,kasihan janin yang tidak berdosa ini,anak kita juga ingin hidup sama seperti kita,jika kamu benar-benar tidak mau menikah denganku itu tidak masalah,aku hanya ingin anak kita tetap hidup,aku hanya berharap agar kamu mau melahirkan anak ini,biar aku yang akan merawatnya nanti Shera," ucap Rafa pada Shera dengan wajah memelasnya dan putus asanya karena melihat Shera yang tidak mau menikah dengannya dan tidak mau mengandung anaknya.
"Shera sayang,kak Rafa benar,jika Shera tidak mau menikah dengan Kak Rafa itu tidak apa-apa,kak Rafa tidak akan memaksa kamu sayang,tapi mama Keyla mohon agar Shera tidak menggugurkan janin yang tidak berdosa ini sayang,mama Keyla akan merawat anak kamu jika kamu tidak mau merawatnya,tolong sayang kasihani anak mama Rafa,kak Rafa ingin anaknya tetap hidup sayang," bujuk mama Keyla pada Shera,meminta Shera untuk tidak menggugurkan janin dalam kandungannya.
Shera hanya menangis mendengar ucapan mama Keyla,shera memang merasa dirinya telah egois karena tidak menginginkan calon anak dalam kandungannya.
Namun ntah mengapa Shera begitu benci pada Rafa,shera enggan untuk melihat Rafa apa lagi kalo sampai harus menikah dan tinggal bersama Rafa.
"Shera,papa selama ini selalu mengajarkan kamu untuk tidak bersikap egois kan sayang? papa tahu perasaan kamu saat ini,papa mengerti Nak,tapi di sini ada janin yang tanpa dosa yang harus kamu selamatkan dan kamu jaga,papa yakin jika nanti anak ini telah lahir,kamu akan bahagia melihatnya sayang,karena anak ini akan menjadi penyemangat hidup kamu,sama seperti Shera yang selalu menjadi kebahagiaan dan penyemangat hidup mama dan papa," ucap papa Kevin pada Shera lembut dengan menatap wajah Shera sambil duduk di samping Shera.
Papa Kevin memberikan pengertian pada anak gadisnya yang baru berusia 17 tahun ini tentang kebahagiaan memiliki buah hati.
"Papaaaaa...... Shera sayang sama papa,papa adalah papa terbaik untuk Shera,papa adalah panutan Shera,shera akan ikut kata papa hiks hiks hiks," ucap Shera pada papanya menangis terisak-isak sambil memeluk papanya dengan erat.
"Papa juga sayang sama putri papa yang cantik dan baik hati ini,papa yakin putri papa tidak akan tega membunuh janin yang tidak berdosa ini,papa yakin putri papa akan menyayangi cucu papa,cucu papa akan menjadi sumber kebahagiaan bagi putri papa," ucap papa Kevin pada Shera sambil memeluk Shera erat.
Mama Sherly dan kedua orang tua Rafa tersenyum melihat Shera memeluk papanya,begitupun dengan Rafa,rafa merasa sedikit lega karena akhirnya hati Shera luluh untuk tidak menggugurkan janin dalam kandungannya.
__ADS_1
"Key,anakku mau menikah dengan Rafa,tapi aku harap kamu dan Rafa mengerti jika Shera akan butuh waktu untuk bisa menerima Rafa,mungkin mereka akan menikah,tapi aku tidak bisa memaksakan perasaan Shera agar bisa menyukai Rafa,aku harap Rafa bisa menjaga Shera dan membuat Shera bahagia,aku yakin Rafa tidak akan menyakiti hati Shera," ucap mama Sherly mama Keyla dan Rafa
"Iya Sher,aku sangat mengerti,aku pasti akan memberikan wejangan pada Rafa agar Rafa bisa sabar dan tulus menjaga Shera,aku yakin Rafa akan menjaga Shera dengan baik," ucap mama Keyla pada mama Sherly.
Rafa merasa bahagia akhirnya Shera mau menikah dengannya walaupun sangat terpaksa,rafa kemudian pamit pulang lebih dulu karena Rafa merasa perlu memberikan Shera ketenangan.
Shera juga terlihat ingin beristirahat karena merasa lelah.
"Mah,tante,rafa pamit dulu ya,rafa ada pekerjaan mendadak," ucap Rafa pada kedua orang tuanya dan kepada orang tua Keyla.
"Iya Nak,hati-hati ya," ucap mama Keyla dan mama Sherly pada Rafa,mama Keyla sebenarnya kasihan pada Rafa,tapi mama Keyla mau Rafa menjadi laki-laki sejati yang mau mempertanggung jawabkan kesalahnya.
Sebelum ke luar dari kamar rawat inap Shera,rafa memandang ke arah Shera yang tertidur di pelukan mama Sherly,shera sepertinya kelelahan setelah seharian ini menangis,rafa merasakan ketenangan saat memandang wajah Shera yang tertidur lelap.
Sementara papa Juna dan papa Kevin sedang mengobrol di sofa yang berada di ruang rawat inap Shera tersebut.
"Key aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini,aku dulu sering mengatakan ingin menjadi besan kamu Key,tapi tidak dengan cara seperti ini,ini sangat mengagetakanku," ucap mama Sherly pada mama Keyla.
"Maafkan Rafa ya Sher,aku yakin anakku tidak sejahat itu,rafa melakukan itu di malam ulang tahunnya,rafa mabuk berat Sher dan temannya meminta Shera untuk mengantarkan Rafa ke apartemen Rafa tanpa sepengetahuan Rafa,itu menurut cerita Rafa," ucap mama Keyla pada mama Sherly dengan rasa bersalahnya karena anaknya Rafa telah berbuat salah pada Shera.
"Iya Key,aku juga yakin Rafa tidak seperti itu,aku kenal Rafa dari kecil,pantas saja 1 minggu yang lalu Rafa datang ke rumahku mengantarkan Shera pulang,sepertinya saat itu Rafa sudah ingin jujur terhadapku dan terhadap suamiku,tapi Shera kayanya melarang Rafa untuk jujur,karena aku melihat raut wajah kekhawatiran dari Shera waktu itu," ucap mama Sherly pada mama Keyla.
"Iya Sher,rafa juga mengatakan hal itu,sudah dari beberapa hari yang lalu Rafa ingin mengatakan hal ini pada kamu dan pada suami kamu,tapi Shera melarangnya,mungkin Shera takut mengecewakan kamu dan papanya," ucap mama Keyla pada mama Sherly.
"Iya Key,sepertinya begitu,aku tahu anakku pasti takut membuatku dan papanya kecewa," ucap mama Sherly pada mama Keyla.
__ADS_1
"Shera sepertinya sangat kelelahan Sher,aku merasa sangat bersalah pada Shera,aku sudah menganggap Shera sebagai anakku sendiri,aku sayang sekali pada Shera," ucap mama Keyla pada mama Sherly.
"Iya Key,aku tahu kamu sayang sama Shera,aku yakin Shera akan bahagia memiliki mertua seperti kamu," ucap mama Sherly pada mama Keyla.
"Aku juga bahagia karena Shera akan menjadi menantuku,walaupun aku sangat menyayangkan dengan kejadian ini Sher,aku lega karena Shera akhirnya mau menikah dengan Rafa,rafa memang keras kepala dan sedikit arogant,tapi aku bisa melihat ketulusan dari Rafa pada Shera," ucap mama Keyla pada Sherly.
"Iya Key,aku yakin Rafa akan menyayangi Shera,hanya saja aku tidak begitu yakin dengan Shera,anakku ini kan memang galak dan jutek Key,aku harap mereka tidak akan sering bertengkar nantinya,karena dua-duanya memiliki watak yang keras kepala," ucap mama Sherly pada Keyla.
Mama Keyla dan papa Juna pun berpamitan,rencananya 1 minggu lagi Shera dan Rafa akan menikah,walaupun Shera tidak menyukai Rafa,namun hati Shera sedikit luluh oleh kata-kata papanya.
"Kita pamit pulang dulu ya," ucap mama Keyla pada mama Sherly dan papa Kevin.
"Iya Key,hati-hati ya," ucap mama Sherly pada mama Keyla dan papa Juna.
Mama Sherly dan papa Kevin merasa lega karena Shera akhirnya mau menikah dengan Rafa.
TERIMAKSIH SUDAH BACA NOVEL AKU🥰🥰🥰
AKU AKAN USAHAKAN UNTUK MENULIS NOVEL SETIAP HARI AGAR KALIAN BISA SELALU BACA CERITA YANG AKU TULIS.
JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE TIP RAT AND FOLLOW YA KARENA DUKUNGAN DARI KALIAN BIKIN AKU SEMANGAT UNTUK LANJUTIN NOVEL AKU😊😊😊
VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA.
TERIMAKSIH🥰🥰🥰
__ADS_1