MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
BABY BOY


__ADS_3

Juna membuka handphonenya ketika ia sudah selesai dengan pekerjaannya,lalu Juna melihat banyak panggilan yang tak terjawab dari mama Dewi ke handphone miliknya.


"Mama menelpon sampai puluhan kali,jangan-jangan keyla," batin Juna langsung tertuju pada Keyla.


Juna kemudian membuka pesan WhatsApp dari mamanya dan melihat pesan berisi video yang di kirimkan oleh Mama Dewi kepadanya.


Juna langsung kaget ketika melihat isi video itu adalah Keyla istrinya sudah berada di rumah Sakit dan sedang berjalan-jalan di sekitar ruangannya sambil mengeluh sakit.


Keyla juga berharap Juna berada di sampingnya sambil menangis.


"Ya ampun Keyla,keyla hari ini mau melahirkan,maafkan mas sayang,kamu pasti butuh mas saat ini,kamu pasti sedang kesakitan ," batin Juna merasa bersalah ketika mendengar Keyla mengharapkannya berada di samping Keyla.


Juna langsung menghubungi Mama Dewi melalui video call untuk mengetahui keadaan Keyla saat ini.


"Hallo mah,gimana keadaan Keyla mah? apa Keyla sudah melahirkan? Juna minta maaf mah tadi Juna dan papa sedang sibuk tidak sempat memegang handphone," ucap Juna pada Mama Dewi dengan perasaan khawatirnya.


"Hallo Juna,istri kamu belum melahirkan Nak,sekarang baru pembukaan 5,kamu segeralah pulang nak,kasihan sama istri kamu,keyla butuh kamu di sini,mama tidak tega melihatnya Juna, Kasihan sekali Keyla sejak tadi menangis dan memanggil-manggil nama kamu terus," ucap mama Dewi kepada Juna.


"Iya mah,juna akan segera pulang,sekarang Keyla di mana mah? Juna ingin berbicara dengan Keyla," ucap Juna pada pada Mama Dewi.


"Keyla di dalam kamar,mama barusan sedang berbicara dengan Dokternya nak,nak kamu bicara pada Keyla,kalo pembukaanya masih segitu-segitu saja Keyla harus di cesar,tapi Keyla sepertinya tidak mau di cesar,mama tidak tega melihat Keyla kesakitan sudah lebih dari 10 jam," ucap mama Dewi kepada Juna.


"Iya mah,juna nanti akan bicara pada Keyla,sekarang berikan handphone mama pada Keyla," ucap Juna pada mama Dewi dengan perasaan bersalahnya karena Juna tidak berada di samping Keyla.


Mama Dewi pun memberikan handphonenya kepada Keyla karena Juna ingin berbicara dengan Keyla.


"Sayang,mas Juna menelpon ingin bicara dengan Keyla," ucap mama Dewi pada Keyla sambil memberikan handphonenya pada Keyla.


"Hallo mas Juna,mas Juna kemana saja sih mas? keyla butuh mas Juna hiks hiks hiks," ucap Keyla pada Juna sambil menangis sesegukan.


"Hallo sayang,mas minta maaf ya sayang,tadi mas dan papa Dito tidak sempat memegang handphone,kamu tenang ya sayang,pekerjaan mas sekarang sudah selesai,mas akan pulang sekarang juga,kamu harus kuat ya sayang," ucap Juna pada Keyla dengan wajah sedihnya ketika melihat istrinya menangis dan membutuhkannya.


"Pulang sekarang mas,keyla mohon pulang sekarang kalo mas Juna sayang sama Keyla dan anak kita,perut Keyla sakitttt masss,keyla takut hiks hiks hiks," ucap Keyla pada Juna,meminta Juna untuk segera pulang sambil meringis menahan sakit.


"Iya sayang,sekarang juga mas akan pulang ya,tunggu Mas ya sayang,mas yakin kamu kuat sayang," ucap Juna pada Keyla,tidak tega melihat Keyla harus menahan sakit seperti ini.


"Mas,keyla tidak mau di cesar mas,keyla takut kalo sampai di cesar hiks hiks hiks," tangis Keyla semakin pecah membuat Juna tidak tahan ingin segera pulang.


"Sayang,kalo kamu takut di cesar,kamu harus yakin kalo kamu bisa melahirkan dengan normal,kamu harus kuat dan semangat ya sayang,tunggu mas pulang,sekarang mas akan pulang," ucap Juna pada Keyla dengan perasaan khawatirnya.


Juna meneteskan air matanya ketika melihat Keyla tengah merasakan sakit.


Sambungan telepon pun terputus,juna langsung memberitahu Papa Dito bahwa Keyla akan melahirkan.


"Pah,kita pulang sekarang saja,keyla akan melahirkan sekarang pah,barusan mama memberitahu Juna,sekarang Keyla dan mama sudah berada di rumah sakit," ucap Juna pada papa Dito dengan wajah cemasnya.


"Ya sudah nak,ayo kita pulang sekarang,kasihan istri kamu,pasti Keyla membutuhkan kamu di sampingnya," ucap papa Dito pada Juna.


Juna dan papa Dito langsung bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta.


Juna berharap Keyla di lancarkan persalinannya.


☆☆☆


Sementara itu Keyla merasakan sakitnya semakin sakit,di tangannya sudah terpasang infusan agar Keyla tidak kekurangan cairan.

__ADS_1


Mama Dewi dan perawat mengelap keringat Keyla yang bercucuran akibat menahan rasa sakitnya.


"Maaaah.... sakiiitttt," ucap Keyla pada mama Dewi.


"Iya sayang,sabar ya,mas Juna sebentar lagi datang,keyla harus kuat ya," ucap mama Dewi pada Keyla.


"Sudah pembukaan 6,air ketubannya juga sudah pecah,semoga saja bisa segera lahir dedek bayinya ya bu Keyla,ibu Keyla pasti kuat," ucap Dokter Cindy pada Keyla.


"Sepertinya dedek bayinya nungguin papanya pulang dari singapore,makanya dedek bayinya belum ingin ke luar,sabar ya sayang," ucap mama Dewi pada Keyla.


"Iya mah," sahut Keyla pada mama Dewi sambil teeus meringis.


Juna dan papa Dito sudah sampai di bandara,sopir mama Dewi sudah menjemput Juna dan papa Dito ke bandara.


"Mas Juna mana mah? kok mas Juna belum datang juga," tanya Keyla pada mama Dewi dengan lirih.


"Mas Juna sudah sampai di bandara sayang,sebentar lagi mas Juna akan datang ke sini,sabar ya sayang," ucap mama Dewi pada Keyla.


"Anak mama yang baik,cepat lahir ya sayang,mama udah gak kuat," ucap Keyla pada bayi dalam kandungannya sambil terus meringis merasakan sakit di perutnya.


Tenaga Keyla mulai lemas,karena pembukaanya tidak bertambah lagi,sementara Keyla sudah keringat dingin menahan rasa sakitnya.


"Ya Allah,sesakit ini melahirkan seorang anak ke dunia,maafin Keyla ya mah kalo Keyla banyak salah sama mama," batin Keyla mengingat mamanya.


Tak lama Juna datang bersama papa Dito,namun papa Dito hanya menunggu di luar ruangan bersama mama Dewi.


Hanya Juna saja yang masuk ke dalam ruangan Keyla untuk mendampingi Keyla.


Juna sebenarnya juga takut melihat darah dan peralatan medis,badannya seketika terasa lemas saat melihat Keyla tengah merasakan kontraksi.


"Sayang.... maafin mas ya sayang,mas udah membuat kamu menunggu," ucap Juna pada Keyla sambil memeluk Keyla dan mencium kening Keyla.


Keyla merasa senang tapi kesal pada suaminya tersebut,karena Juna sedari tadi begitu sulit untuk di hubungi.


"Mas Junaa iiiiikkkkhhhh,keyla sebeeelll sama mas Juna,mas Juna nyebeliiin," ucap Keyla pada Juna sambil memukul-mukul Keyla.


"Awwww.... ampun sayang,mas minta ya,jangan marah sama mas,sekarang mas kan sudah di sini sayang," ucap Juna pada Keyla.


"Tapi Keyla sedih jauh dari mas Juna,rasanya semakin sakit kalo mas Juna enggak di samping Keyla huuuuaaaaa hiks hiks hiks" tangisan Keyla pecah lagi ketika dirinya merasa begitu kesal pada suaminya yang datang di saat Keyla sudah begitu lelah dan tidak kuat.


"Iya sayang,maafin mas ya sayang," ucap Juna pada Keyla sambil menghapus air mata Keyla yang membanjiri pipinya.


Rasanya begitu tidak tega melihat Keyla akan melahirkan,juna meneteskan air matanya ketika melihat Keyla mengeluh sakit.


Dokter Cindy memeriksa Keyla kembali dan pembukaan Keyla sudah pembukaan 8.


"Wahhh ini dedeknya nungguin papanya pulang kayanya,udah pembukaan 8 sebentar lagi ya bu Keyla,ibu Keyla harus semangat," ucap Dokter Cindy pada Keyla.


"Sayang,kuatin tenaganya ya,sebentar lagi anak kita akan lahir," ucap Juna pada Keyla sambil terus mencium kening Keyla.


"Sakiiittt maaasssss.....ini dedeknya udah mau ke luar dok,saya udah enggak tahan," ucap Keyla pada Juna dan Dokter.


Ketika di periksa kembali,pembukaanya sudah lengkap,sudah pembukaan 10.


"Ibu Keyla,pembukaanya sudah lengkap ya,nanti ikuti aba-aba dari saya,kalo saya bilang dorong,dorong ya bu," ucap Dokter cindy pada Keyla.

__ADS_1


"Iya Dok," sahut Keyla pada Dokter Cindy,keyla benar-benar merasa bayinya akan segera lahir.


"Sayang kamu kuat,kamu bisa sayang," ucap Juna pada Keyla sambil memegangi tangan Keyla.


"Ayo bu Keyla tarik nafas dulu yang panjang,lalu dorong ya bu," ucap Dokter Cindy pada Keyla.


"Huuuuuuuuuuhhhhhhhh..... Eeeeuuuuummmmmm saaakiiitttttttt Dok," Keyla menarik nafas panjang sambil mengeden agar bayinya segera ke luar,sementara tangan Keyla tanpa sadar sudah menjambak rambut Juna dengan kencang,membuat Juna kesakitan.


"Aduh sayang,kepala mas sakit," ucap Juna pada Keyla,merasakan sakit di kepalanya akibat jambakan tangan keyla.


Namun keyla tidak perduli,karena rasa sakitnya tak tertahankan.


Bayi Keyla belum juga lahir,sementara tenaganya sudah hampir terkuras.


"Tarik nafas lagi ya bu Keyla,lalu dorong ya," titah Dokter Cindy pada Keyla.


Keyla mengangguk mendengar arahan Dokter Cindy walaupun tubuhnya mulai tak bertenaga,namun Keyla harus semangat.


"Huuuuuuhhhhh hhuuuuuhhhhhhh...


Eeeeeeuuuuuuuuummmmmmmmm" Keyla menarik nafasnya dan mengeden kembali untuk mendorong bayinya agar segera lahir sambil menjambak rambut Juna dengan begitu kencang


"Oooowwwwwaaakkkk oooowwwaaakkkk..." Anak keyla dan Juna telah lahir ke dunia,juna dan keyla langsung menitikan air mata karena merasa bahagia.


"Alhamdulillah," Juna dan keyla mengucap Syukur ketika bayinya sudah lahir.


Rasa sakit akibat jambakan Keyla juga langsung hilang ketika Juna mendengar tangisan bayinya.


Begitupun mama Dewi dan papa Dito yang menunggu di luar ruangan Keyla,mereka bersyukur dan bahagia saat mendengar suara tangisan cucu pertama mereka.


Keyla yang mendengar tangisan bayinya merasa seperti mimpi telah menjadi seorang ibu.


"Anakku... anakku sudah lahir hiks hiks hiks," Keyla menangis mendengar suara tangisan bayinya.


"Iya sayang,anak kita sudah lahir,selamat ya sayang,kamu sudah menjadi mama,kamu hebat sayang," ucap Juna pada Keyla sambil menangis haru melihat perjuangan Keyla melahirkan anaknya.


"Mas Juna juga sudah menjadi papa mas,kita sudah menjadi orang tua hiks hiks hiks," ucap Keyla pada Juna merasa begitu terharu bahagia.


"Dedek bayinya sangat tampan sekali,mirip dengan mama dan papanya," ucap dokter Cindy pada Juna dan keyla.


Bayi Keyla kemudian di letakan di dada Keyla untuk pertama kalinya.


"Owaaaaaakkkk ooowwaaaaakkkk....." tangisan bayinya begitu nyaring ketika berada di dada Keyla,membuat Keyla semakin menangis haru.


Keyla tidak percaya jika dirinya sudah memiliki anak dan sudah menjadi mama ketika Keyla memandang wajah anak tampannya tersebut.


"Anakku... sayangnya mama hiks hiks hiks," ucap Keyla pada bayi mungilnya yang tampan itu lalu menciumnya.


Juna tersenyum haru dan bahagia melihat anak tampannya berada di dada Keyla.


Juna pun mencium bayinya dan meng Adzaninya.


DUKUNGAN AKU YA DENGAN CARA LIKE COMMENT VOTE TIP RAT AND FOLLOW SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT NULISNYA NOVELNYA.


DUKUNGAN ITU JUGA BISA MEMOTIVASI AKU SUPAYA LEBIH BAIK LAGI MENULISNYA😊😊😊

__ADS_1


NOVEL AKU SAAT INI TIDAK MASUK RANGKING VOTE DAN HAL ITU MEMBUAT AKU SEDIH DAN KADANG BIKIN AKU DOWN JUGA☹☹☹☹☹


__ADS_2