
Mama Keyla dan papa Juna sudah sampai di rumah sakit untuk mengetahui keadaan Rafa saat ini.
Shera berdiri di depan pintu ruang IGD sedari tadi,shera masih menunggu kabar dari Dokter tetang keadaan Rafa sambil menangis sedih.
"Shera sayang,gimana keadaan Kak Rafa Nak?" tanya mama Keyla pada Shera dengan rasa khawatir sambil mama Keyla memeluk Shera.
"Maaaahhh... Kak Rafa masih di ruang IGD mah hiks hiks hiks," jawab Shera pada mama Keyla sambil menangis dan merasakan sakit di perutnya yang sudah tak tertahankan.
"Sabar ya sayang,kak Rafa pasti akan selamat," ucap mama Keyla pada Shera.
"Shera,tangan kamu juga terluka Nak," ucap papa Juna pada Shera ketika melihat tangan Shera berdarah.
Papa Juna dan mama Keyla melihat sikut tangan Shera berdarah dan juga melihat darah mengalir di kaki Shera.
"Shera,kenapa baju kamu penuh darah Nak? jangan-jangan kamu mengalami pendarahan sayang?" ucap mama Keyla pada Shera khawatir.
Namun Shera tak menjawabnya,melainkan hanya menangis.
Wajah Shera juga terlihat pucat dan berkeringat.
"Bu,anak ibu sepertinya mengalami pendarahan,tapi anak ibu tidak mau di periksa," ucap seorang perawat pada mama Keyla.
Mama Keyla dan papa Juna kaget mendengar penuturan perawat tersebut.
Mama Keyla dan papa Juna yakin kalo Shera tengah merasakan sakit di perutnya,hanya saja Shera tidak menghiraukannya karena Shera hanya memikirkan Rafa.
"Sayang,kita periksa kandungan kamu sekarang ya? mama khawatir takut kandungan kamu kenapa-kenapa," bujuk mama Keyla pada Shera.
"Tapi nanti Kak Rafa pergi mah,nanti Kak Rafa ninggalin Shera mah kalo Shera tidak di sini hiks hiks hiks," ucap Shera sedih pada mama Keyla dengan air mata yang mengalir di wajahnya.
"Ya ampun Shera... kamu sepertinya sudah mencintai Rafa,aku tidak boleh lemah di hadapan Shera,karena saat ini Shera membutuhkanku," batin mama Keyla ketika melihat wajah kacau Shera.
"Kak Rafa tidak akan pergi sayang,kak Rafa pasti akan selamat,karena Kak Rafa sangat mencintai kamu,kak Rafa juga masih punya tanggung jawab yang besar di sini,yaitu menjaga kamu dan anak kalian,mama mohon periksa kandungan kamu sekarang ya Nak," bujuk mama Keyla pada Shera yang terlihat sangat terpukul.
"Mama Keyla benar Nak,cepat periksa kandungan kamu,kasihan anak kamu Nak," bujuk papa Juna pada Shera.
"Iya mah,pah hiks hiks hiks," jawab Shera pada mama Keyla dan papa Juna.
Akhirnya Shera mau di periksa oleh Dokter kandungan dengan di antar oleh mama Keyla ke ruang pemeriksaan.
Mama Keyla dan papa Juna belum berani bertanya penyebab Rafa kecelakaan,karena mama Keyla dan papa Juna tidak tega melihat keadaan Shera.
Sebelumnya Shera juga sudah menghubungi mama Sherly untuk memberitahukan kabar Rafa yang mengalami kecelakaan.
Hati Shera begitu pedih mengingat Rafa yang tidak ada di sampingnya di saat Shera benar-benar membutuhkan dukungan Rafa.
__ADS_1
Shera terbayang-bayang wajah Rafa saat menggoda dan meledeknya.
Semua ucapan Rafa terngiang-ngiang di telinga dan pikiran Shera.
Dalam hatinya terus berdoa agar Rafa selamat.
Shera pun berjanji tidak akan pernah bersikap jutek lagi pada Rafa yanh selama ini telah mencintainya.
Shera dan mama Keyla sudah berada di dalam ruang pemeriksaan kandungan.
Dokter kandungan langsung memeriksa keadaan kandungan Shera yang mengalami pendarahan.
"Dokter,bagaimana dengan kandungan anak saya?" tanya mama Keyla pada Dokter kandungan dengan rasa khawatirnya.
"Maaf bu,dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa kandungan anak ibu tidak dapat di selamatkan,karena anak ibu mengalami pendarahan yang hebat,sehingga mau tidak mau sekarang juga juga janinnya harus di angkat," ucap Dokter kandungan pada mama Keyla.
Mama Keyla dan Shera kaget mendengar ucapan Dokter yang mengatakan bahwa kandungan Shera tidak dapat di selamatkan.
"Maamaaaaaa.... huuuuuaaaaaa huuuuuaaaa hiks hik hiks," shera menangis histeris saat mendengar janinnya tidak dapat di selamatkan.
"Sayaaang kamu harus kuat ya,kamu harus tabah ya sayang," ucap mama Keyla pada Shera mencoba menguatkan Shera sambil memeluk Shera.
"Maaah...Nanti Kak Rafa sedih kalo anaknya meninggal,nanti Kak Rafa marah sama Shera mah,kasihan Kak Rafaaaa maaah,kak Rafa ingin anak ini tetap hidup mah huuuuuaaaaaa hiks hiks hiks," tangis Shera semakin kencang ketika mengingat Rafa suaminya begitu menginginkan anak dalam kandungannya tetap hidup meskipun waktu itu Shera ingin menggugurkannya.
Tak lama mama Sherly dan papa Kevin datang ke rumah sakit dan masuk ke dalam ruang pemeriksaan Shera.
"Sheraaa sayang,ada apa dengan kamu sayang?" tanya mama Sherly pada Shera dengan perasaan khawatirnya.
"Mamaaaaa.... kandungan Shera tidak dapat di selamatkan mah,shera tidak bisa menjaga kandungan Sheraaaa mah,kak Rafa pasti sedih mah," ucap Shera pada mamanya dengan tangisannya yang menyayat hati sambil memeluk erat mama Sherly.
"Sayang,kamu harus sabar ya nak,kamu harus kuat sayang,ini mungkin yang terbaik untuk kita,mama yakin kamu bisa melewatinya," ucap mama Sherly pada Shera dengan perasaan sedihnya.
"Kak Rafa nanti sedih mah kalo anak ini tidak ada,kak Rafa pasti marah sama Shera karena tidak bisa menjaga anaknya,maafin Shera Kak,shera sudah membuat Kak Rafa kecewa hiks hiks hiks," ucap Shera sambil menangis pilu di pelukan mama Sherly.
"Kak Rafa tidak akan marah sama kamu sayang,kak Rafa pasti tahu kalo ini sudah takdir yang di Atas," ucap papa Kevin pada Shera sambil memeluk Shera dan menguatkan Shera.
Hari ini adalah hari yang paling berat untuk Shera,dimana ia harus menyaksikan suaminya mengalami kecelakaan di depan matanya,di tambah lagi Shera harus kehilangan janin dalam kandungannya.
Kedua orang tua Shera begitu sedih dengan apa yang terjadi pada Rafa dan Shera.
Mereka terus menguatkan hati Shera saat Shera harus kehilangan janin dalam kandungannya tanpa Rafa di sampingnya.
Saat ini Shera sedang di lakukan tindakan oleh dokter Kandungan untuk mengangkat janin yang ada di perutnya.
Mama Keyla dan mama Sherly menunggu Shera di luar ruangan.
__ADS_1
Sementara papa kevin menemui papa Juna untuk mengetahui keadaan Rafa saat ini.
"Bagaimana keadaan Rafa pak?" tanya papa Kevin pada papa Juna.
"Dokter belum ke luar dari ruang IGD,aku belum tahu keadaanya Rafa saat ini,bagimana dengan keadaan?" tanya papa Juna pada papa Kevin.
"Shera keguguran,shera harus kehilangan janin yang di kandungnya,saat ini Shera sedang di lakukan tindakan oleh Dokter kandungan," jawab papa Kevin pada papa Juna dengan perasaan sedihnya.
Papa juna merasa kaget mengetahui Shera harus kehilangan janin dalam kandungannya yanv tak lain adalah calon cucunyapapa Juna.
"ini benar-benar ujian yang berat untuk Rafa dan Shera,aku juga masih belum tahu kenapa Rafa bisa mengalami musibah ini,karena aku tadi belum bertanya apapun pada Shera,aku tidak tega melihat keadaan Shera,tapi tadi polisi datang ke sini,katanya orang yang telah menabrak Rafa sedang di mintai keterangannya oleh polisi dan akan di tahan bila terjadi kelalaian," ucap papa Juna pada papa Kevin.
"Aku juga begitu kaget saat Shera mengabariku kalo Rafa mengalami kecelakaan,semakin kaget lagi ketika Shera harus kehilangan janin dalam kandungannya,ini ujian yang cukup berat untuk anak kita," ucap papa Kevin pada papa Juna.
"Iya benar,kita harus menguatkan mereka," ucap papa Juna pada papa Kevin.
Ketika papa Juna dan papa kevin sedang berbicara,tak lama Dokter yang menangani Rafa ke luar dari dalam ruang IGD.
"Dengan orang tua pak Rafa?" tanya Dokter yang menangani Rafa pada papa Juna dan papa Kevin.
"Iya benar,kami orang tuanya Rafa,bagaimana keadaan anak kami Dok?" tanya papa juna dengan perasaan khawatir pada Dokter yang menangani Rafa.
"Anak bapak mengalami pendarahan otak yang cukup berat akibat pendarahan di kepalanya dan anak bapak saat ini mengalami koma," ucap Dokter yang menangani Rafa pada papa Juna dan papa Kevin.
JEEEEDDDUUUUAAAARRRRR...
Papa Juna dan papa Kevin begitu kaget mendengar Rafa mengalamani pendarahan otak dan koma.
Tubuh papa Juna seakaan lunglai,hingga papa Kevin berusaha untuk menahannya.
"Tidak mungkin,anak saya tidak mungkin koma Dok," ucap papa Juna pada Dokter dengan rasa tak percayanya.
"Tapi kenyataannya memang begitu pak,bapak bisa masuk ke dalam untuk melihat keadaan anak bapak dengan memakai pakaian pelindung untuk menjenguk anak bapak di dalam," titah Dokter pada papa Juna dan papa Kevin.
"Baik Dok," jawab papa Juna dan papa Kevin pada Dokter dengan perasaan sedihnya.
Papa Juna dan papa Kevin pun masuk ke ruang IGD dengan memakan pakaian pelindung lengkap.
Papa Juna meneteskan air matanya saat melihat Rafa sudah di pasangi banyak alat medis di tubuhnya,dilihatnya oleh papa Juna dan papa kevin yaitu rafa terbaring lemah sambil memejamkan matanya dengan kepalanya yang di lilit oleh perban.
"Rafa... ini papa Nak,kamu harus kuat ya Nak,papa yakin kamu bisa melewati semua ini,ada Shera yang harus kamu jaga Nak," bisik papa Juna di telinga Rafa.
Tiba-tiba saja air mata Rafa menetes di sudut matanya,seolah Rafa mendengar ucapan papa Juna dan juga seolah Rafa merasakan kesedihan ketika papa Juna membisikan nama Shera di telinganya.
JANGAN LUPA VOTE NOVEL SEBANYAK-BANYAKNYA YA SUPAYA NOVEL AKU BISA MASUK RANGKING VOTE.
__ADS_1
SEDIH AKUTUH KALO ENGGAK MASUK RANGKIN VOTE😔😔😔